Lewati ke konten utama

Backlink & SEO

SEO Off Page Adalah: Komponen, Teknik, Contoh, dan Cara Mengukurnya

SEO off page adalah upaya di luar situsmu, seperti backlink, brand mention, dan digital PR. Pelajari komponen, teknik aman, contoh, dan cara mengukurnya.

Tim Redaksi LiputinTerbit 12 menit baca

Ilustrasi garis jendela situs di tengah yang terhubung ke koran, kartu ulasan bintang, dan pin peta, dengan satu mata rantai tautan berwarna oranye

Kamu sudah merapikan judul, isi, dan kecepatan situs, tetapi halamanmu masih kalah dari pesaing yang isinya tidak jauh berbeda. Sering kali pembedanya ada di luar situs: siapa yang menautkan, menyebut, dan meliput mereka. Itulah wilayah SEO off page.

Panduan ini menjelaskan apa itu SEO off page, bedanya dengan on page dan SEO teknis, komponen-komponennya, cara Google memandang tautan menurut dokumentasi resminya, teknik yang aman dan yang perlu dihindari, contoh penerapan, serta cara mengukur hasilnya tanpa terjebak skor.

SEO off page adalah apa?

SEO off page adalah semua upaya yang terjadi di luar situsmu untuk membangun reputasi, kepercayaan, dan visibilitas di mesin pencari. Contohnya tautan dari situs lain, penyebutan nama merek di media, liputan berita, dan ulasan pelanggan di profil bisnis.

Moz mendefinisikan off-page SEO (disebut juga off-site SEO) sebagai tindakan di luar situsmu untuk meningkatkan peringkat pencarian dan memengaruhi cara orang menemukan serta berinteraksi dengan kontenmu. Taktik yang paling umum menurut Moz adalah meraih brand mention, membangun backlink, dan menjalankan strategi media sosial.

Kenapa hal di luar situs bisa berpengaruh? Karena Google memakai tautan sebagai salah satu sinyal. Dokumentasi Link best practices for Google menulis bahwa Google memakai tautan sebagai sinyal saat menentukan relevansi halaman dan untuk menemukan halaman baru yang perlu dirayapi. Tautan dari situs lain, yang biasa disebut backlink, adalah bagian dari sinyal itu.

Perlu digarisbawahi sejak awal: off page bukan tombol pintas menuju halaman satu. Ia membantu halaman yang memang layak agar lebih mudah ditemukan dan dirujuk. Halaman yang tipis tetap sulit bersaing, berapa pun tautannya.

Beda SEO off page, on page, dan SEO teknis

SEO biasanya dibagi menjadi tiga wilayah kerja. Ketiganya saling bergantung, jadi memahami batasnya membantu kamu menentukan prioritas.

Diagram tiga panel yang membandingkan SEO on page di halamanmu, SEO teknis di server dan kode, dan SEO off page di luar situsmu
On page dan teknis sepenuhnya kamu kendalikan. Off page bergantung pada keputusan pihak lain untuk merujukmu.
Aspek SEO on page SEO teknis SEO off page
Tempat kerja Isi halaman Server, kode, struktur situs Situs dan platform lain
Contoh pekerjaan Judul, heading, isi, tautan internal, alt gambar Perayapan, indeks, kecepatan, HTTPS, data terstruktur Backlink, brand mention, liputan media, ulasan
Siapa yang memutuskan Kamu Kamu dan tim teknis Pemilik situs, editor, pelanggan
Pertanyaan utama Apakah isinya menjawab kebutuhan pembaca? Apakah mesin pencari bisa merayapi dan memahami halaman? Apakah pihak lain menganggap halaman ini layak dirujuk?
Risiko kalau dipaksa Isi kaku karena kata kunci dijejalkan Halaman tidak terindeks Kena kebijakan link spam

Urutan yang masuk akal adalah memastikan on page dan teknis sudah layak, baru menggarap off page. Backlink yang mengarah ke halaman lambat, rusak, atau isinya tipis hanya membawa pengunjung ke pengalaman buruk. Sebaliknya, halaman yang kuat secara isi dan teknis lebih mudah mendapat tautan secara alami, karena orang memang punya alasan untuk merujuknya.

Off page juga paling sulit dikendalikan. Kamu bisa menulis ulang judul kapan saja, tetapi tidak bisa memaksa media menulis tentangmu. Karena itu kerja off page lebih mirip membangun hubungan dan reputasi daripada mengatur pengaturan.

Komponen SEO off page

Off page bukan hanya backlink. Ada lima komponen yang sering dimasukkan ke wilayah ini, masing-masing dengan cara kerja yang berbeda.

Diagram lima komponen SEO off page: backlink, brand mention, digital PR, ulasan dan sinyal lokal, serta media sosial sebagai jalur distribusi
Lima komponen yang sering dimasukkan ke SEO off page. Media sosial digambar putus-putus karena perannya lebih ke distribusi.

Tautan dari situs lain ke halamanmu. Nilainya bergantung pada relevansi situs perujuk, konteks kalimat di sekitarnya, anchor text, dan atribut rel yang dipasang. Satu tautan dari artikel yang relevan dan punya pembaca nyata biasanya lebih berguna daripada puluhan tautan dari situs yang tidak berhubungan.

2. Brand mention

Penyebutan nama merek, produk, atau orang di situs lain, dengan atau tanpa tautan. Mention membantu orang mengenal merekmu dan sering menjadi pintu masuk untuk meminta tautan secara sopan. Cara memantaunya dibahas di artikel brand mention.

3. Digital PR

Upaya meraih liputan media karena ada cerita yang bernilai berita, misalnya data riset, peluncuran, atau komentar ahli. Liputan ini bisa membawa backlink sekaligus mention. Langkah lengkapnya ada di panduan digital PR.

4. Ulasan dan sinyal lokal

Untuk bisnis dengan lokasi fisik, bantuan Google Business Profile menjelaskan bahwa hasil lokal terutama didasarkan pada relevansi, jarak, dan seberapa dikenal bisnis itu (prominence). Google menyebut prominence juga didasarkan pada info seperti berapa banyak situs yang menautkan ke bisnismu dan berapa banyak ulasan yang kamu punya. Halaman yang sama menegaskan tidak ada cara meminta atau membayar untuk peringkat lokal yang lebih baik.

5. Media sosial sebagai jalur distribusi

Panduan SEO Starter Guide Google memasukkan promosi media sosial, keterlibatan komunitas, iklan, dan rekomendasi dari mulut ke mulut sebagai cara mempromosikan konten agar lebih cepat ditemukan oleh orang yang tertarik dan oleh mesin pencari. Jadi anggap media sosial sebagai jalur agar konten dilihat orang yang kemudian mungkin merujuknya, bukan sebagai pengganti backlink.

Karena tautan dipakai sebagai sinyal, Google punya aturan tegas tentang tautan yang dibuat untuk memanipulasi. Memahami aturan ini adalah bagian terpenting dari SEO off page, karena di sinilah risiko terbesar berada.

Tangkapan layar bagian Spam link di halaman kebijakan spam Google Search Central berbahasa Indonesia yang berisi daftar contoh praktik spam link
Tangkapan layar bagian Spam link di halaman Kebijakan spam untuk penelusuran web Google versi bahasa Indonesia (developers.google.com/search/docs/essentials/spam-policies?hl=id), diakses 19 Oktober 2026.

Kebijakan spam Google mendefinisikan link spam sebagai praktik membuat tautan ke atau dari situs terutama untuk memanipulasi peringkat pencarian. Contoh yang disebut antara lain jual beli link untuk tujuan peringkat, pertukaran link berlebihan, program otomatis pembuat link, advertorial berbayar yang tautannya meneruskan kredit peringkat, serta tautan dari direktori atau situs bookmark berkualitas rendah. Google menulis bahwa situs yang melanggar kebijakan bisa berperingkat lebih rendah atau tidak muncul sama sekali.

Di halaman yang sama, Google juga menulis bahwa jual beli link adalah bagian normal dari ekonomi web untuk iklan dan sponsor, dan bukan pelanggaran selama tautannya diberi atribut rel="nofollow" atau rel="sponsored". Di sinilah atribut rel berperan. Panduan qualify outbound links menjelaskan tiga nilainya:

Atribut Dipakai untuk Catatan dari Google
rel="sponsored" Iklan atau penempatan berbayar Lebih disarankan untuk tautan berbayar; nofollow masih dapat diterima
rel="ugc" Konten buatan pengguna, seperti komentar dan posting forum Boleh dilepas untuk kontributor yang konsisten berkualitas
rel="nofollow" Saat nilai lain tidak cocok dan kamu tidak ingin situsmu dikaitkan dengan halaman tujuan Bisa digabung dengan nilai lain, misalnya rel="ugc nofollow"

Pengumuman Google tahun 2019 menjelaskan bahwa atribut-atribut ini diperlakukan sebagai petunjuk (hint). Penjelasan lebih praktis, termasuk cara memasangnya, ada di artikel rel nofollow.

Catatan

Teknik SEO off page yang aman

Teknik yang aman punya satu ciri: tautan atau penyebutan muncul karena ada alasan editorial, bukan semata untuk memindahkan kredit peringkat. Berikut teknik yang bisa kamu jalankan secara bertahap.

  1. Buat aset yang layak dirujuk. Data riset kecil, panduan langkah demi langkah, kalkulator, atau templat lebih mudah ditautkan daripada halaman promosi. Tanyakan dulu: kenapa penulis lain mau mengutip halaman ini?
  2. Jalankan digital PR. Tawarkan data atau sudut cerita yang relevan ke wartawan dan editor. Kalau ada pengumuman resmi, press release yang ditulis dengan nilai berita jelas membantu editor menilai cepat.
  3. Tulis guest post yang benar-benar berguna. Pilih situs yang pembacanya sesuai, tulis artikel yang menjawab kebutuhan mereka, dan jangan menjejalkan anchor bertarget. Risiko dan batasnya dibahas di artikel guest post.
  4. Ubah mention tanpa tautan menjadi tautan. Kalau merekmu disebut tanpa tautan, hubungi penulisnya dengan sopan dan tawarkan halaman yang paling relevan untuk pembacanya. Keputusan tetap di tangan mereka.
  5. Rawat profil bisnis dan ulasan. Untuk bisnis lokal, lengkapi data profil, minta ulasan dari pelanggan nyata, dan balas ulasan yang masuk.
  6. Pasang artikel bersponsor secara transparan. Pilih media yang pembacanya relevan, minta label sponsor yang jelas, dan pastikan tautan berbayar memakai rel="sponsored" atau nofollow.
  7. Distribusikan konten di kanal yang tepat. Bagikan ke media sosial, komunitas, dan newsletter tempat audiensmu memang berkumpul, tanpa membanjiri.

Tips

Teknik off page yang harus dihindari

Jalan pintas di off page biasanya meninggalkan jejak pola yang mudah dikenali. Berikut praktik yang sebaiknya dihindari, sebagian besar tercantum langsung sebagai contoh link spam di kebijakan Google.

Praktik Kenapa berisiko Bacaan lanjut
Jaringan blog pribadi (PBN) Situs dibuat hanya untuk menautkan ke situs uang PBN adalah
Jual beli link dofollow untuk peringkat Disebut langsung sebagai link spam Black hat SEO
Anchor bertarget berulang di guest post dan press release Disebut sebagai contoh link spam di kebijakan Google Anchor text adalah
Program otomatis pembuat link Disebut sebagai contoh link spam Black hat SEO
Direktori dan situs bookmark berkualitas rendah Disebut sebagai contoh link spam Spam score
Pertukaran link berlebihan Disebut sebagai contoh link spam Backlink adalah

Kalau situsmu sudah terlanjur punya banyak tautan buruk, misalnya warisan vendor lama, jangan panik dan jangan langsung menghapus semuanya. Laporan Link di Search Console menulis bahwa Google biasanya mengabaikan tautan dari situs spam yang dikenal. Disavow adalah langkah terakhir untuk kasus tertentu, dan cara menilainya dibahas di artikel Google disavow.

Satu kebiasaan sederhana membantu menghindari semua praktik di atas: setiap kali ada tawaran tautan yang terdengar terlalu mudah, tanyakan apakah tautan itu tetap masuk akal seandainya mesin pencari tidak ada. Kalau jawabannya tidak, lewati.

Contoh SEO off page untuk bisnis kecil

Bayangkan sebuah usaha katering sehat di Yogyakarta yang punya situs dengan halaman menu, halaman pemesanan, dan blog berisi panduan menyusun menu harian. On page dan teknisnya sudah rapi, tetapi situsnya jarang dirujuk. Berikut contoh rencana off page selama tiga bulan.

  1. Bulan pertama, aset yang layak dirujuk. Pemilik menyusun panduan porsi makan harian yang merujuk pedoman gizi resmi, lengkap dengan contoh menu. Ini aset yang wajar dikutip blog kesehatan dan komunitas ibu rumah tangga.
  2. Bulan pertama, profil lokal. Data profil bisnis dilengkapi, foto dapur dan menu diunggah, dan setiap pelanggan yang puas diminta menulis ulasan jujur.
  3. Bulan kedua, guest post dan mention. Pemilik menulis satu artikel tamu untuk blog kuliner lokal tentang cara menyimpan makanan siap saji, lalu menghubungi dua blog yang pernah menyebut usahanya tanpa tautan.
  4. Bulan kedua, artikel bersponsor. Satu artikel bersponsor dipasang di media lokal yang pembacanya sesuai, dengan label sponsor dan tautan rel="sponsored", untuk eksposur merek dan lalu lintas rujukan.
  5. Bulan ketiga, digital PR. Data pesanan anonim selama tiga bulan diolah menjadi cerita singkat tentang menu yang paling dicari, lalu ditawarkan ke media lokal.

Yang tidak dilakukan juga penting. Pemilik tidak membeli paket ratusan tautan murah, tidak memakai anchor "katering sehat Jogja" di semua artikel, dan tidak mendaftarkan situs ke direktori acak. Hasil setiap langkah dicatat per tautan, sehingga di akhir bulan ketiga ia tahu mana yang membawa pembaca dan mana yang tidak.

Cara mengukur hasil SEO off page

Off page sulit diukur kalau kamu hanya melihat satu angka. Pendekatan yang lebih jujur adalah memeriksa setiap tautan, lalu melihat dampaknya pada halaman tujuan.

Diagram empat langkah mengukur hasil SEO off page: catat titik awal, cek link yang tayang, baca metrik pihak ketiga, lalu lihat dampak di Search Console
Mengukur off page berarti memeriksa link satu per satu dan melihat dampaknya pada halaman tujuan, bukan hanya mengejar skor.
  1. Catat titik awal. Simpan daftar backlink, kueri, klik, dan tayangan halaman target sebelum mulai, supaya ada pembanding.
  2. Cek setiap link yang tayang. Pastikan halamannya bisa dibuka, tautannya ada, atribut rel sesuai kesepakatan, anchor wajar, dan URL tujuannya benar. Langkahnya ada di panduan cara cek backlink.
  3. Baca metrik pihak ketiga sebagai pembanding. Domain Rating dibuat Ahrefs, sedangkan Domain Authority dan Spam Score dibuat Moz. Moz sendiri menegaskan DA bukan faktor peringkat langsung Google. Pakai metrik ini untuk menyaring, bukan sebagai target akhir.
  4. Lihat dampak di Search Console. Laporan Link menampilkan situs yang paling banyak menautkan ke situsmu dan halaman yang paling banyak ditautkan. Bandingkan juga klik dan tayangan halaman tujuan dari bulan ke bulan.

Ingat bahwa link baru perlu ditemukan dan dirayapi lebih dulu. Bandingkan data per bulan, catat tanggal setiap link tayang, dan jangan menyimpulkan dari satu minggu yang naik atau turun.

Perhatian

Ringkasan

SEO off page adalah upaya di luar situsmu untuk membangun reputasi dan visibilitas: backlink, brand mention, digital PR, ulasan dan sinyal lokal, serta distribusi lewat media sosial. Google memakai tautan sebagai sinyal relevansi, tetapi melarang tautan yang dibuat untuk memanipulasi peringkat. Tautan berbayar boleh, asalkan ditandai rel="sponsored" atau nofollow. Kerjakan off page setelah on page dan teknis rapi, utamakan alasan editorial, dan ukur hasilnya per tautan serta per halaman tujuan.

Kalau kamu ingin menambah artikel bersponsor di media dan blog Indonesia yang pembacanya relevan, lihat pilihan situs di halaman pasang artikel bersponsor atau pelajari dulu cara kerja order dan pemantauan link di Liputin. Di Liputin, data pembaca tiap situs bersumber dan bertanggal, atribut link dicek sesuai deklarasi saat tayang, dan link dipantau 90 hari. Liputin tidak menjual peringkat Google. Gambaran lengkap layanannya ada di halaman artikel bersponsor Liputin.

Pertanyaan yang sering diajukan

SEO off page adalah semua upaya yang terjadi di luar situsmu untuk membangun reputasi dan visibilitas di mesin pencari, misalnya backlink dari situs lain, penyebutan merek, liputan media, dan ulasan bisnis. Moz mendefinisikannya sebagai tindakan di luar situs untuk meningkatkan peringkat pencarian dan memengaruhi cara orang menemukan kontenmu.

SEO on page dikerjakan di halamanmu sendiri, seperti isi, judul, heading, dan tautan internal. SEO off page terjadi di situs lain, seperti backlink dan liputan media. On page sepenuhnya kamu kendalikan, sedangkan off page bergantung pada keputusan pihak lain untuk merujukmu.

Tidak. Backlink memang komponen yang paling sering dibahas karena Google menyebut tautan sebagai sinyal relevansi. Namun off page juga mencakup brand mention, digital PR, ulasan dan sinyal lokal di profil bisnis, serta distribusi konten lewat media sosial dan komunitas.

Kebijakan spam Google menyebut jual beli link untuk tujuan peringkat sebagai link spam. Google juga menulis bahwa jual beli link untuk iklan dan sponsor adalah bagian normal dari ekonomi web, selama link tersebut diberi atribut rel sponsored atau nofollow.

Ketiganya adalah nilai atribut rel pada tautan. Sponsored untuk tautan iklan atau penempatan berbayar, ugc untuk tautan dari konten buatan pengguna seperti komentar dan forum, dan nofollow untuk kasus ketika nilai lain tidak cocok dan kamu tidak ingin situsmu dikaitkan dengan halaman tujuan.

Media sosial sering dimasukkan ke off page, tetapi perannya lebih tepat disebut jalur distribusi. Panduan SEO Google menyebut promosi di media sosial membantu konten lebih cepat ditemukan oleh orang yang tertarik dan oleh mesin pencari. Manfaat terbesarnya datang ketika orang yang menemukan kontenmu lalu merujuknya dari situs mereka.

Tidak ada angka pasti dari Google. Link baru perlu ditemukan dan dirayapi lebih dulu, dan pengaruhnya bercampur dengan banyak faktor lain. Karena itu bandingkan data per bulan di Search Console, bukan per hari, dan catat kapan setiap link tayang.

Catat titik awal, periksa setiap link yang tayang (status halaman, atribut rel, anchor, URL tujuan), baca metrik pihak ketiga seperti DR, DA, dan Spam Score sebagai pembanding, lalu lihat laporan Link serta klik dan tayangan halaman tujuan di Google Search Console.

Artikel terkait