Backlink & SEO
Guest Post: Pengertian, Manfaat, Risiko, dan Cara Melakukannya dengan Aman
Guest post adalah artikel yang kamu tulis untuk situs orang lain. Pahami manfaatnya, bedanya dengan artikel bersponsor, sikap Google, dan cara yang aman.
Tim Redaksi LiputinTerbit 10 menit baca

Guest post adalah artikel yang ditulis oleh atau atas nama satu situs, lalu diterbitkan di situs lain. Penulisnya menjadi tamu di situs tujuan, dan biasanya mendapat ruang untuk profil singkat serta link ke situsnya sendiri. Kegiatan menulis dan mengirim artikel seperti ini disebut guest posting atau guest blogging.
Guest post termasuk cara link building tertua. Google sendiri tidak melarangnya. Dalam Search Central Blog 25 Mei 2017, Google menulis bahwa artikel tamu tidak dilarang selama memberi informasi, mengedukasi pembaca situs lain, atau membangun kesadaran tentang bisnis. Yang dipersoalkan adalah kampanye yang tujuan utamanya menanam link dalam jumlah besar.
Panduan ini menjelaskan manfaat guest post, bedanya dengan artikel bersponsor dan advertorial, tanda kampanye yang dinilai spam, dan langkah guest posting yang aman untuk bisnis kecil dan menengah. Kalau kamu belum akrab dengan istilah backlink, baca dulu backlink adalah.
Guest post adalah apa? Pengertian dan contoh sederhananya
Bayangkan kamu pemilik toko perlengkapan kopi. Sebuah blog kuliner yang dibaca banyak penikmat kopi rumahan menerima tulisan dari kontributor. Kamu menulis artikel tentang cara menyimpan biji kopi agar tidak cepat apek, lengkap dengan pengalamanmu di toko. Blog itu menerbitkannya dengan nama kamu sebagai penulis tamu, dan di bagian profil ada satu link ke situs tokomu. Itulah guest post.
Dalam contoh itu ada tiga pihak yang sama-sama mendapat sesuatu:
- Pembaca blog mendapat tulisan yang berguna dari orang yang paham topiknya.
- Pemilik blog mendapat konten baru tanpa harus menulis sendiri.
- Kamu mendapat pembaca baru, nama yang dikenal di komunitas, dan kemungkinan sebuah link.
Google menyebut artikel seperti ini dengan beberapa nama: contributor post, guest post, partner post, atau syndicated post. Intinya sama, yaitu artikel yang ditulis oleh atau atas nama satu situs dan diterbitkan di situs lain.
Di Indonesia, bentuk yang mirip juga dikenal sebagai tulisan kontributor atau opini tamu di media online. Media biasanya punya rubrik khusus dan pedoman sendiri, termasuk panjang tulisan, gaya bahasa, dan aturan mencantumkan link. Cara mengirim tulisan ke media semacam ini berbeda dari guest post di blog, dan akan kami bahas di artikel tersendiri.
Manfaat guest post untuk bisnis dan SEO
Guest post sering dipandang hanya sebagai cara mendapat backlink. Padahal manfaat yang paling bisa diandalkan justru datang dari pembacanya.
| Manfaat | Penjelasan | Seberapa bisa diandalkan |
|---|---|---|
| Pembaca baru yang relevan | Tulisanmu dibaca orang yang sudah tertarik pada topik terkait | Tinggi, bila situs tujuan punya pembaca nyata |
| Nama merek dikenal | Pembaca melihat nama dan merekmu di konteks yang dipercaya | Tinggi, bertambah seiring jumlah tulisan yang berguna |
| Kredibilitas penulis | Profil penulis yang muncul di beberapa situs tepercaya menguatkan keahlian | Sedang |
| Backlink | Link ke situsmu dari halaman yang relevan | Sedang, bergantung pada atribut dan keputusan editor |
| Relasi dengan pemilik situs | Pintu untuk kolaborasi, wawancara, atau kutipan berikutnya | Sedang sampai tinggi |
Perhatikan bahwa backlink bukan manfaat nomor satu. Editor situs tujuan berhak memberi atribut nofollow atau sponsored pada link, menyunting anchor, atau bahkan membuang link yang dianggap tidak membantu pembaca. Kalau satu-satunya alasanmu menulis guest post adalah link, hasilnya mudah mengecewakan.
Manfaat merek dan pembaca inilah yang membuat guest post dekat dengan strategi PR. Bedanya, di digital PR kamu memberi bahan kepada jurnalis untuk ditulis, sedangkan di guest post kamu menulis sendiri.
Tips
Pilih situs tujuan berdasarkan pembacanya, bukan metriknya. Situs dengan angka otoritas tinggi tetapi pembaca yang tidak cocok dengan bisnismu jarang menghasilkan kunjungan yang berguna. Metrik seperti spam score membantu menyaring, tetapi bukan penentu.
Guest post, artikel bersponsor, dan advertorial: di mana bedanya
Ketiga format ini sama-sama berupa artikel yang tayang di situs pihak lain. Karena itu sering tertukar, bahkan di penawaran jasa backlink. Pembeda utamanya adalah kompensasi.

| Aspek | Guest post | Artikel bersponsor | Advertorial |
|---|---|---|---|
| Yang menulis | Penulis tamu | Pengiklan atau publisher | Pengiklan atau redaksi iklan media |
| Imbalan | Umumnya tulisan yang berguna, tanpa uang | Bayaran ke publisher | Bayaran ke media |
| Label di halaman | Nama penulis tamu | Wajib berlabel iklan atau konten bersponsor | Wajib berlabel advertorial atau sejenisnya |
| Atribut link menurut Google | Keputusan editor; wajib sponsored/nofollow bila ada imbalan | sponsored atau nofollow |
sponsored atau nofollow |
Garisnya tegas. Kebijakan spam Google memasukkan pertukaran uang, barang, atau jasa dengan link sebagai spam link bila link itu meneruskan kredit peringkat. Artinya, "guest post berbayar" yang link-nya dibiarkan tanpa atribut sebenarnya adalah link yang dibeli. Menyebutnya guest post tidak mengubah statusnya.
Di media online Indonesia ada lapisan aturan lain. Pedoman Pemberitaan Media Siber meminta media membedakan berita dan iklan, dan isi berbayar diberi keterangan seperti advertorial, iklan, atau sponsored. Penjelasan lengkap tentang format ini ada di panduan advertorial adalah, sedangkan cara memasang atributnya dibahas di artikel rel nofollow.
Sikap Google terhadap guest posting
Dalam postingan 2017 yang sama, Google menyebut empat faktor yang, bila dilakukan secara ekstrem, menandakan kampanye artikel yang melanggar kebijakan skema link.

- Menjejali artikel dengan link beranchor keyword ke situs sendiri. Satu artikel tamu berisi beberapa link exact match adalah tanda paling jelas.
- Menyebar artikel ke sangat banyak situs, atau sebaliknya menerbitkan sangat banyak artikel di beberapa situs besar.
- Memakai penulis yang tidak menguasai topik. Artikel yang dibuat hanya untuk menampung link biasanya dangkal.
- Memakai isi yang sama atau mirip di banyak artikel, atau menyalin utuh artikel dari situs sendiri. Untuk kasus sindikasi, Google menyarankan
rel="canonical"ke versi asli ditambahrel="nofollow"pada link.
Kebijakan spam Google versi terbaru menegaskan hal yang sama. Salah satu contoh spam link yang disebut adalah link dengan anchor text yang dioptimalkan di artikel, postingan tamu, atau rilis pers yang didistribusikan di situs lain. Contoh yang diberikan Google berupa paragraf berisi lima link beranchor keyword yang dipaksakan.
Poin ini relevan untuk dua pihak. Pemesan guest post perlu menjaga anchor tetap wajar. Kami membahas cara memilih anchor di artikel anchor text adalah. Pemilik situs yang menerima tulisan tamu juga perlu menyaring. Situs yang terus menerbitkan artikel tamu dengan link spam bisa dinilai berkualitas rendah, dan itu merugikan semua penulis lain yang tayang di sana. Pola jaringan situs buatan yang hanya menampung link kami bahas di artikel PBN adalah.
Perhatian
Hati-hati dengan paket "guest post di 50 situs" atau "100 artikel tamu per bulan". Menurut Google, penyebaran artikel ke sangat banyak situs termasuk tanda kampanye bermasalah. Volume besar dengan isi seragam lebih mirip skema link daripada guest post.
Cara melakukan guest post yang aman, langkah demi langkah
Guest post yang aman adalah guest post yang tetap masuk akal bahkan kalau link-nya diberi nofollow. Kalau tulisan itu tetap layak ditulis karena pembacanya, kamu berada di jalur yang benar.

1. Pilih situs berdasarkan pembaca. Daftar situs yang sudah dibaca calon pelangganmu: blog niche, komunitas, atau media sektoral. Cek apakah situs itu masih aktif menerbitkan artikel, apakah artikelnya dibaca dan dikomentari, dan apakah topiknya dekat dengan bisnismu. Situs yang isinya campur aduk dari judi sampai kesehatan biasanya bukan tempat yang baik.
2. Baca pedoman kontributor. Banyak situs punya halaman kirim tulisan, kontributor, atau write for us. Pedoman ini biasanya menyebut panjang artikel, topik yang dicari, jumlah link yang diizinkan, dan atribut yang dipakai. Patuhi, karena editor menolak tulisan yang mengabaikannya.
3. Tawarkan ide, bukan artikel jadi. Kirim dua sampai tiga usulan judul yang belum pernah dibahas situs itu, masing-masing dengan satu kalimat alasan mengapa pembacanya butuh. Sebut pengalaman atau data yang hanya kamu punya.
4. Tulis untuk pembaca situs tujuan. Isi yang berguna dulu. Google menyarankan konten yang dibuat untuk orang, bukan untuk mesin pencari, dan menjelaskan kriterianya di panduan konten yang bermanfaat. Masukkan link ke situsmu hanya bila benar-benar membantu pembaca, misalnya ke panduan yang lebih rinci. Pakai anchor bermerek atau deskriptif, bukan exact match.
5. Periksa hasil tayang. Setelah tulisan terbit, cek URL, nama penulis, label bila ada, dan atribut rel pada link. Langkah pemeriksaan link ada di panduan cara cek backlink.
6. Rawat hubungan. Bagikan tulisan itu ke kanal milikmu, jawab komentar pembaca, dan tawarkan ide berikutnya bila tulisan pertama diterima baik.
Kapan guest post tidak cukup dan perlu kanal berbayar
Guest post gratis butuh waktu. Kamu perlu mencari situs, menulis, menunggu jawaban editor, dan sering ditolak. Untuk bisnis yang butuh kehadiran di media dalam waktu tertentu, misalnya saat meluncurkan produk, jalur ini bisa terlalu lambat.
| Kebutuhan | Kanal yang lebih cocok | Catatan |
|---|---|---|
| Membangun nama penulis dan relasi komunitas | Guest post di blog niche | Lambat, tetapi manfaatnya bertahan |
| Kabar resmi perusahaan tersebar ke banyak media | Press release | Dasar-dasarnya di panduan press release adalah |
| Artikel tayang di media tertentu pada tanggal tertentu | Artikel bersponsor berlabel | Link diberi atribut sesuai deklarasi publisher |
| Link dari profil dan direktori tanpa biaya | Link building gratis | Caranya di panduan backlink gratis |
Kalau kamu memilih kanal berbayar, lakukan dengan terbuka. Artikel bersponsor di media berlabel dengan pembaca nyata jauh lebih aman daripada "guest post berbayar" yang disamarkan. Di Liputin kamu bisa memilih media dan blog berdasarkan kategori dan data pembaca bersumber di halaman jasa backlink media nasional, membandingkan biaya di halaman harga, dan membaca alur order di halaman cara kerja. Tipe link yang dideklarasikan publisher tampil sebelum kamu memesan.
Sebaliknya, kalau kamu pemilik blog yang sering menerima tawaran tulisan tamu berbayar, lebih baik menjualnya secara terbuka sebagai artikel bersponsor berlabel. Caranya ada di halaman jual backlink dan panduan cara mendapatkan uang dari blog.
Kesimpulan
Guest post adalah artikel yang kamu tulis untuk diterbitkan di situs orang lain. Google tidak melarangnya selama tujuannya memberi informasi, mengedukasi pembaca, atau membangun kesadaran tentang bisnismu. Masalah muncul saat guest post dipakai sebagai kampanye link skala besar: anchor keyword yang dijejalkan, artikel yang disebar ke sangat banyak situs, penulis yang tidak paham topik, dan isi yang diulang.
Ukurannya sederhana. Kalau tulisan itu tetap layak ditulis walaupun link-nya diberi nofollow, kamu sedang melakukan guest post yang sehat. Kalau ada bayaran, sebut sebagai artikel bersponsor, pasang label, dan beri atribut yang sesuai.
Pertanyaan yang sering diajukan
Guest post adalah artikel yang ditulis oleh atau atas nama satu situs, lalu diterbitkan di situs lain. Penulisnya berstatus tamu di situs tujuan, dan biasanya mencantumkan profil singkat serta link ke situsnya sendiri.
Tidak. Dalam Search Central Blog 25 Mei 2017, Google menulis tidak melarang artikel semacam ini bila memberi informasi, mengedukasi pembaca situs lain, atau membangun kesadaran tentang bisnismu. Yang melanggar adalah kampanye yang tujuan utamanya membangun link dalam skala besar.
Guest post umumnya ditukar dengan tulisan yang berguna, bukan uang. Artikel bersponsor tayang karena dibayar dan wajib diberi label iklan. Begitu ada uang, barang, atau jasa sebagai imbalan link, link itu harus diberi atribut sponsored atau nofollow.
Kebijakan spam Google menyebut link dengan anchor yang dioptimalkan di postingan tamu yang disebar ke situs lain sebagai contoh spam link. Link berbayar harus sponsored atau nofollow. Untuk guest post tanpa imbalan, keputusan atribut ada di editor situs tujuan.
Google tidak memberi angka. Yang disebut sebagai tanda masalah adalah artikel yang tayang di sangat banyak situs, atau sangat banyak artikel di beberapa situs besar. Fokus pada sedikit situs yang benar-benar relevan dengan pembacamu.
Mulai dari situs yang sudah dibaca calon pelangganmu. Banyak situs memasang halaman seperti kirim tulisan, kontributor, atau write for us. Baca pedoman kontributornya dan beberapa artikel tamu yang sudah tayang sebelum mengirim ide.
Tidak ada jaminan. Guest post bisa mendatangkan pembaca, membangun nama penulis, dan menghasilkan link, tetapi posisi di hasil pencarian ditentukan Google. Hindari penyedia yang menjanjikan ranking dari guest post.
Google menyebut menyalin konten lengkap dari situs sendiri sebagai salah satu tanda kampanye bermasalah. Kalau memang disindikasi, Google menyarankan rel canonical ke versi asli ditambah rel nofollow pada link. Lebih baik tulis artikel baru untuk pembaca situs tujuan.
Artikel terkait

Backlink & SEO12 menit baca
Local SEO: Pengertian, Faktor Peringkat, dan Cara Optimasinya
Local SEO adalah cara membuat bisnis mudah ditemukan di Google Maps dan pencarian lokal. Pelajari faktor peringkatnya, Google Business Profile, NAP, dan ulasan.

Backlink & SEO12 menit baca
Domain Authority: Arti, Cara Cek, dan Cara Meningkatkannya
Domain authority adalah skor 1 sampai 100 buatan Moz. Pelajari cara hitungnya, cara cek DA gratis, bedanya dengan DR, dan cara meningkatkannya secara sehat.

Backlink & SEO11 menit baca
Internal Link: Pengertian, Fungsi untuk SEO, dan Cara Membuatnya
Internal link adalah tautan antarhalaman di situs yang sama. Pelajari fungsinya untuk SEO, jenis-jenisnya, cara memilih anchor, dan cara mengauditnya.