Lewati ke konten utama

Backlink & SEO

Anchor Text Adalah: Jenis, Contoh, dan Cara Memilihnya untuk Backlink

Anchor text adalah teks yang bisa diklik pada sebuah link. Kenali enam jenisnya, contoh yang baik dan buruk, risikonya, dan cara memilih anchor saat order backlink.

Tim Redaksi LiputinTerbit 10 menit baca

Ilustrasi jangkar kapal yang tergantung dari satu link bergaris bawah oranye di halaman web

Anchor text adalah teks yang terlihat dan bisa diklik pada sebuah link. Di halaman web, teks ini biasanya tampil bergaris bawah atau berwarna lain. Google menyebutnya teks link, dan dalam panduan memulai SEO Google menjelaskan bahwa teks ini memberi tahu pengguna dan Google sesuatu tentang halaman yang ditautkan. Padanan bahasa Indonesia yang sering dipakai adalah teks jangkar.

Kelihatannya sepele, cuma beberapa kata. Tapi anchor text adalah salah satu bagian backlink yang paling sering disalahgunakan. Banyak pemilik situs mengisi anchor dengan keyword yang sama persis di puluhan artikel berbayar, lalu heran kenapa profil link mereka terlihat tidak wajar. Sebaliknya, banyak juga yang menulis "klik di sini" dan kehilangan kesempatan menjelaskan halamannya.

Panduan ini membahas pengertian anchor text, enam jenisnya, contoh yang baik dan buruk, apa kata kebijakan Google tentang anchor yang dioptimalkan, dan cara memilih anchor saat kamu memesan backlink. Kalau kamu baru mulai, baca dulu dasar-dasarnya di panduan backlink adalah, karena anchor text adalah satu dari tiga bagian yang membentuk sebuah backlink.

Anchor text adalah apa? Pengertian dan letaknya di kode HTML

Setiap link di web ditulis dengan tag HTML a. Bentuk paling sederhananya seperti ini:

<a href="https://tokokopi.example/biji-arabika">biji kopi arabika Gayo</a>

Ada dua bagian yang perlu kamu bedakan. Atribut href berisi URL tujuan, yaitu halaman yang dibuka saat link diklik. Teks di antara tag pembuka dan penutup, di contoh ini "biji kopi arabika Gayo", itulah anchor text. Pembaca tidak melihat URL-nya, mereka hanya melihat teks tersebut. Karena itu teks inilah yang menentukan apakah pembaca mau mengklik atau tidak.

Bagi mesin pencari, anchor text adalah petunjuk konteks. Dokumen praktik terbaik link dari Google menyebut teks link yang baik bersifat deskriptif, cukup ringkas, dan relevan dengan halaman yang memuatnya serta halaman yang ditautkannya. Semakin baik teks link, semakin mudah pengguna menjelajah dan semakin mudah Google memahami isi halaman tujuan.

Ada satu kasus khusus yang sering terlupa: link berupa gambar. Kalau yang diklik adalah gambar, tidak ada teks di antara tag a. Menurut dokumen yang sama, untuk link berupa gambar Google memakai atribut alt dari elemen img sebagai teks link. Jadi banner atau logo yang ditautkan tanpa alt pada dasarnya adalah link tanpa anchor.

Anchor text juga berlaku untuk internal link, yaitu link antarhalaman di situsmu sendiri. Google menyarankan kamu memberi perhatian lebih pada teks link internal, dan di sini kamu memegang kendali penuh. Untuk backlink, kamu tidak selalu bisa memilih anchor, kecuali saat kamu membuat artikel bersponsor, press release, atau postingan tamu. Di situasi itulah pilihan anchor jadi tanggung jawabmu.

Enam jenis anchor text dan contohnya

Para praktisi SEO biasanya membagi anchor text berdasarkan hubungannya dengan keyword target. Pembagian ini bukan istilah resmi Google, tapi berguna untuk membaca profil link dan merencanakan variasi. Anggap halaman yang ditautkan menarget keyword "jasa backlink".

Diagram enam jenis anchor text: exact match, partial match, branded, naked URL, generik, dan gambar
Enam jenis anchor text beserta contohnya. Hanya exact match yang memuat keyword persis, dan justru jenis itu yang paling perlu dijatah.
Jenis Contoh anchor Kapan wajar muncul Catatan risiko
Exact match jasa backlink Penulis mengutip halamanmu dengan istilah persis Paling rawan terlihat dibuat-buat bila berulang
Partial match memilih jasa backlink untuk toko online Kalimat yang membahas topik halamanmu Aman selama tetap terbaca alami
Branded Liputin Media menyebut nama merek Paling alami untuk situs yang dikenal
Naked URL liputin.com/blog Kutipan sumber, daftar referensi Wajar, tapi tidak menjelaskan isi halaman
Generik baca selengkapnya, klik di sini Tombol atau kalimat penutup Google menyebutnya terlalu umum
Gambar alt pada gambar yang ditautkan Banner, logo, infografik Tanpa alt, link tidak punya teks sama sekali

Dari tabel ini, perhatikan satu hal. Link yang datang secara alami, misalnya saat seorang jurnalis mengutip datamu, jarang memakai exact match. Orang yang menaut tanpa dibayar cenderung menulis nama merek, judul artikel, atau frasa yang sesuai dengan kalimatnya sendiri. Karena itu profil link yang sehat umumnya didominasi anchor bermerek dan anchor deskriptif, dengan exact match sebagai porsi kecil.

Kami sengaja tidak memberi persentase "ideal" untuk tiap jenis. Google tidak pernah menerbitkan angka seperti itu, dan persentase yang beredar di blog SEO umumnya hasil pengamatan satu alat pada sampel tertentu. Patokan yang lebih jujur adalah membandingkan profil anchor situsmu dengan kebiasaan penaut alami di industrimu.

Anchor text bermerek adalah fondasi

Kalau harus memilih satu jenis yang paling aman, anchor bermerek adalah jawabannya. Nama merek tidak menjanjikan apa pun soal keyword, jadi hampir mustahil terlihat sebagai manipulasi. Anchor bermerek juga membantu pembaca mengenali siapa yang sedang dirujuk. Gabungan merek dan deskripsi, misalnya "panduan harga dari Liputin", sering menjadi jalan tengah yang baik.

Contoh anchor text yang baik dan yang perlu dihindari

Google memberi contoh konkret di dokumen praktik terbaik link. Teks seperti "klik di sini", "baca selengkapnya", "situs", atau "artikel" disebut terlalu umum. Teks yang berisi satu kalimat pengumuman panjang disebut terlalu panjang. Google juga menyarankan satu tes sederhana: baca teks link saja, di luar konteks, lalu tanyakan apakah kamu sudah bisa menebak isi halaman tujuannya.

Diagram perbandingan teks link terlalu umum, terlalu panjang, dijejali keyword, dan teks link yang deskriptif
Tiga pola teks link yang sebaiknya dihindari dan satu pola yang lebih baik, mengikuti prinsip deskriptif, ringkas, dan relevan dari Google.

Berikut contoh dalam konteks bisnis Indonesia. Anggap kamu menaut ke halaman daftar harga artikel bersponsor.

Pola Contoh kalimat dengan anchor Masalahnya
Terlalu umum Untuk info harga, klik di sini. Tidak menjelaskan halaman tujuan
Terlalu panjang Lihat daftar harga semua paket artikel bersponsor bulan ini. Seluruh kalimat jadi link, konteksnya kabur
Dijejali keyword Beli jasa backlink murah jasa backlink terbaik. Tidak terbaca manusia, jelas ditujukan ke mesin
Deskriptif Bandingkan dulu daftar harga artikel bersponsor. Ringkas, jelas, dan sesuai isi halaman

Pola ketiga perlu perhatian khusus. Menjejalkan keyword ke dalam anchor adalah bentuk lain dari keyword stuffing. Saat Google mengumumkan pembaruan algoritma webspam pada 24 April 2012, keyword stuffing dan skema link disebut sebagai contoh teknik yang mencari jalan pintas untuk menaikkan peringkat. Pembaruan itu kemudian dikenal sebagai Penguin.

Tips

Anchor text yang dioptimalkan dan kebijakan spam Google

Di sinilah anchor text berhubungan langsung dengan risiko. Kebijakan spam Google mendefinisikan spam link sebagai praktik membuat link ke atau dari situs terutama untuk memanipulasi peringkat. Salah satu contoh yang disebut secara eksplisit adalah advertorial atau iklan native yang menerima pembayaran untuk artikel berisi link yang lolos kredit peringkat, atau link dengan teks link yang dioptimalkan dalam artikel, postingan tamu, atau rilis pers yang didistribusikan di situs lain.

Contoh yang diberikan Google di halaman itu kira-kira begini: satu paragraf pendek berisi tiga link, masing-masing dengan anchor keyword komersial yang semuanya mengarah ke situs yang sama. Pola tersebut mudah dikenali karena tidak ada penulis yang menaut seperti itu tanpa dibayar.

Apa artinya bagi kamu yang membeli penempatan artikel? Ada tiga pelajaran praktis:

  • Jangan menyeragamkan anchor. Mengisi anchor exact match yang sama di banyak artikel bersponsor adalah pola yang disebut di kebijakan itu.
  • Jangan menumpuk link dalam satu paragraf. Satu atau dua link yang relevan di dalam isi artikel lebih masuk akal daripada tiga link beruntun.
  • Ikuti atribut dan label yang berlaku. Google menyatakan link iklan dan sponsor tidak melanggar kebijakan selama diberi atribut rel="sponsored" atau rel="nofollow". Di media Indonesia, isi berbayar juga wajib diberi label. Penjelasan lengkapnya ada di panduan advertorial.

Sejak 23 September 2016, Google menyatakan Penguin menjadi bagian dari algoritma inti. Google juga menyebut Penguin kini lebih granular: sinyal spam diperlakukan dengan menurunkan nilai (devalue) dan menyesuaikan peringkat berdasarkan sinyal itu, bukan memengaruhi peringkat seluruh situs. Artinya, link dengan anchor manipulatif bisa saja sekadar tidak dihitung. Kamu tetap membayar, tapi nilainya hilang.

Perhatian

Pola yang sama berlaku untuk jaringan blog buatan. Banyak PBN dikenali justru dari anchor yang terlalu rapi dan seragam. Risikonya kami bahas di artikel PBN adalah.

Kalau kamu memesan artikel bersponsor atau press release, kolom anchor adalah bagian yang paling menentukan. Berikut langkah yang kami sarankan, dirangkum juga di diagram.

Diagram empat langkah memilih anchor text sebelum memesan backlink
Empat langkah sebelum mengisi kolom anchor di order backlink: baca halaman tujuan, cek profil yang ada, pilih variasi, lalu tulis kalimatnya.

1. Mulai dari halaman tujuan, bukan dari keyword. Tanyakan: halaman apa yang paling membantu pembaca artikel ini? Kalau artikel bersponsormu membahas tips memilih kopi, halaman kategori biji kopi lebih relevan daripada halaman beranda. Anchor kemudian dipilih untuk menjelaskan halaman itu.

2. Lihat profil anchor yang sudah ada. Buka laporan Link di Search Console. Menurut bantuan Search Console, tabel Teks tertaut teratas menampilkan teks link yang dipakai dalam backlink ke situsmu, hanya dari luar propertimu. Teks yang sama persis digabung tanpa membedakan huruf besar dan kecil, dan link tanpa teks tampil sebagai "(kosong)". Kalau satu keyword komersial sudah mendominasi, jangan tambah lagi.

3. Pilih variasi yang masuk akal. Untuk satu kampanye berisi beberapa artikel, campurkan anchor bermerek, anchor deskriptif, dan partial match. Exact match cukup sesekali, dan hanya kalau kalimatnya memang wajar.

4. Tulis kalimat di sekitar anchor. Anchor tidak berdiri sendiri. Kalimat pembuka dan penutupnya ikut memberi konteks. Kalau kamu menulis artikel sendiri, pastikan link ada di dalam isi, bukan ditempel di paragraf terakhir.

Di Liputin, setiap baris order di keranjang punya pasangan anchor dan URL tujuan sendiri, jadi variasi bisa diatur per situs. Anchor paling panjang 100 karakter, dan situs bertipe dua link menerima pasangan kedua. Aturan lengkapnya ada di halaman bantuan anchor text, URL tujuan, dan double link. Kalau kamu belum pernah memesan, alurnya dijelaskan di halaman cara kerja.

Jumlah artikel dalam kampanye Contoh susunan anchor yang wajar
1 artikel Satu anchor deskriptif atau partial match ke halaman paling relevan
3 artikel Satu bermerek, satu deskriptif, satu partial match, ke dua atau tiga halaman berbeda
5 artikel atau lebih Mayoritas bermerek dan deskriptif, sesekali partial match, exact match hanya bila kalimatnya alami

Tabel ini contoh cara berpikir, bukan rumus. Yang penting, anchor di setiap artikel terdengar seperti ditulis oleh orang yang berbeda, karena memang begitulah link alami terjadi.

Anchor untuk artikel yang ditulis publisher

Kalau kamu memilih opsi artikel ditulis publisher, berikan anchor sebagai usulan, lalu biarkan penulis menempatkannya di kalimat yang pas. Penulis yang paham medianya biasanya tahu cara membuat link terdengar wajar. Periksa hasilnya saat URL tayang dikirim: anchor sesuai, URL tujuan benar, dan atribut rel sesuai tipe link yang dideklarasikan.

Cara mengaudit anchor text situs sendiri

Memilih anchor untuk link baru hanya separuh pekerjaan. Separuh lainnya adalah memeriksa anchor yang sudah terlanjur ada, terutama kalau situsmu pernah memakai jasa link murah di masa lalu.

Langkah paling sederhana tetap laporan Link di Search Console. Ekspor tabel teks tertaut teratas, lalu kelompokkan secara manual ke enam jenis di atas. Kamu akan cepat melihat polanya. Situs yang sehat biasanya punya banyak variasi. Situs yang pernah "dikerjakan" dengan jasa murah biasanya punya satu dua keyword komersial yang muncul berulang dari domain yang tidak kamu kenal.

Kalau kamu menemukan banyak anchor spam dari situs yang tidak jelas, jangan panik dan jangan langsung memakai alat penolakan link. Google menyatakan sebagian besar situs tidak perlu memakai alat itu. Penolakan link disarankan hanya bila kamu punya cukup banyak link buatan, spam, atau berkualitas rendah, dan link itu menyebabkan atau kemungkinan akan menyebabkan tindakan manual. Langkah pertama yang disarankan Google adalah menghapus sebanyak mungkin link seperti itu dari web.

Untuk ke depan, biasakan mencatat setiap link berbayar yang kamu beli dalam satu lembar kerja: situs, URL artikel, anchor, URL tujuan, atribut rel, dan tanggal tayang. Catatan ini memudahkan kamu menjaga variasi anchor dari kampanye ke kampanye.

Catatan

Tiap jalur backlink punya kebiasaan anchor sendiri. Memahaminya membantu kamu menilai apakah anchor yang kamu minta masih masuk akal di jalur itu.

  • Artikel bersponsor di media. Editor media umumnya menjaga gaya bahasa. Anchor deskriptif dan bermerek paling mudah diterima. Pilihan medianya bisa kamu mulai dari halaman jasa backlink media nasional.
  • Press release. Rilis biasanya memuat nama perusahaan dan satu link ke situs resmi. Anchor bermerek adalah pilihan paling wajar. Dasarnya ada di panduan press release adalah, dan distribusinya lewat jasa press release.
  • Digital PR. Link datang karena jurnalis mengutip data atau ceritamu, jadi anchor ditentukan jurnalis. Strateginya kami bahas di artikel digital PR.
  • Profil, direktori, dan forum. Anchor biasanya nama merek atau URL. Beberapa caranya ada di panduan backlink gratis.
  • Blog niche. Blogger lebih luwes dalam menaut. Di sini partial match dan deskriptif paling mudah dibuat alami. Kalau kamu pemilik blog yang menerima artikel bersponsor, baca juga cara mendapatkan uang dari blog agar tahu apa yang diharapkan pengiklan.

Setelah anchor siap, langkah berikutnya adalah memilih situs. Di halaman beli backlink kamu bisa menyaring situs per kategori dan pembaca 30 hari yang bersumber, lalu mengisi anchor per baris. Biaya per situs bisa kamu bandingkan dulu di halaman harga.

Kesimpulan

Anchor text adalah teks yang bisa diklik pada link, dan fungsinya menjelaskan halaman tujuan kepada pembaca dan Google. Prinsip resminya sederhana: deskriptif, cukup ringkas, dan relevan. Masalah muncul saat anchor dipakai sebagai alat manipulasi, terutama exact match yang diulang di banyak link berbayar, karena pola itu disebut langsung dalam kebijakan spam Google.

Pilih anchor mulai dari halaman tujuan, cek profil yang sudah ada di Search Console, variasikan jenisnya, lalu pastikan anchor menyatu dengan kalimat. Kebiasaan kecil ini membuat setiap link yang kamu bayar lebih berguna bagi pembaca, dan lebih kecil kemungkinannya kehilangan nilai.

Pertanyaan yang sering diajukan

Anchor text adalah teks yang terlihat dan bisa diklik pada sebuah link. Google menyebutnya teks link dan menjelaskan bahwa teks ini memberi tahu pengguna dan Google tentang halaman yang ditautkan.

Padanan yang sering dipakai adalah teks jangkar. Dokumentasi Google berbahasa Indonesia memakai istilah teks link atau teks tertaut, misalnya di laporan Link Search Console ada tabel Teks tertaut teratas.

Exact match memakai keyword target persis, misalnya jasa backlink. Partial match memuat keyword itu di dalam frasa yang lebih panjang, misalnya memilih jasa backlink untuk toko online. Partial match lebih mudah dibuat wajar di dalam kalimat.

Tidak dilarang sebagai teks link. Yang disebut spam link dalam kebijakan Google adalah link dengan teks link yang dioptimalkan dalam artikel, postingan tamu, atau rilis pers yang didistribusikan di situs lain untuk memanipulasi peringkat. Risikonya muncul saat pola itu diulang di banyak link berbayar atau tukar link.

Tidak ada angka resmi. Google hanya meminta teks link cukup ringkas dan deskriptif, lalu memberi contoh teks link yang terlalu panjang sebagai contoh buruk. Dalam praktik, dua sampai enam kata biasanya cukup untuk menjelaskan halaman tujuan.

Untuk link berupa gambar, Google memakai atribut alt dari elemen img sebagai teks link. Karena itu alt pada gambar yang ditautkan sebaiknya menjelaskan halaman tujuan, bukan dikosongkan.

Buka Search Console, masuk ke laporan Link, lalu lihat tabel Teks tertaut teratas di bagian Link eksternal. Laporan ini menggabungkan teks yang sama persis tanpa membedakan huruf besar dan kecil, dan link tanpa teks tampil sebagai (kosong).

Tergantung kebijakan publisher dan masa revisi order. Karena itu lebih aman memilih anchor dengan matang sebelum order dikirim, lalu memeriksa hasilnya saat URL tayang diterima.

Artikel terkait