Lewati ke konten utama

Backlink & SEO

Black Hat SEO: Pengertian, Contoh Teknik, dan Risikonya bagi Situs

Black hat SEO adalah teknik memanipulasi peringkat yang melanggar kebijakan spam Google. Kenali contohnya, risikonya, bedanya dengan white hat, dan cara pulih.

Tim Redaksi LiputinTerbit 11 menit baca

Ilustrasi garis topi hitam di samping grafik peringkat yang naik sampai titik oranye lalu jatuh

Black hat SEO adalah kumpulan teknik untuk menaikkan peringkat situs di mesin pencari dengan cara yang melanggar pedoman mesin pencari itu sendiri. Alih-alih membuat halaman yang lebih berguna bagi pembaca, black hat SEO berusaha mengelabui algoritma: menyembunyikan teks, menumpuk keyword, membuat ribuan halaman tipis, atau mengumpulkan tautan buatan.

Istilah "black hat" dipinjam dari film koboi lama, ketika tokoh jahat digambarkan memakai topi hitam. Wikipedia mencatat bahwa cara tidak etis untuk membuat situs berperingkat lebih tinggi dari yang semestinya umum disebut black hat SEO di industri ini, dan praktik semacam itu mulai marak sejak pertengahan 1990-an (Wikipedia).

Panduan ini membahas pengertian black hat SEO, bedanya dengan white hat dan grey hat, contoh tekniknya berdasarkan kebijakan spam Google, bagaimana Google mendeteksinya, risikonya bagi bisnis, dan cara memulihkan situs yang terlanjur terkena tindakan.

Black hat SEO adalah apa?

Inti black hat SEO ada pada tujuannya. Google tidak melarang sebuah teknik karena namanya, tetapi karena maksudnya. Dalam kebijakan spam Google, hampir setiap definisi memakai frasa yang sama: praktik itu dilakukan untuk memanipulasi peringkat dan menyesatkan pengguna.

Ciri-ciri black hat SEO:

  • Menipu mesin pencari atau pengguna. Yang dilihat Googlebot berbeda dengan yang dilihat pembaca, atau halaman menjanjikan sesuatu yang tidak ada.
  • Mengejar volume, bukan nilai. Ribuan halaman dibuat untuk menjaring kata kunci, padahal isinya hampir sama atau tidak berguna.
  • Membuat sinyal palsu. Tautan, ulasan, atau keterlibatan dibuat seolah-olah alami, padahal dibeli atau direkayasa.
  • Mengandalkan celah. Strategi bergantung pada kelemahan algoritma yang suatu saat ditutup.

Black hat SEO berbeda dari kesalahan SEO biasa. Situs yang lambat atau judul yang kurang menarik adalah masalah kualitas. Black hat adalah pilihan sadar untuk melanggar aturan demi peringkat.

White hat, grey hat, dan black hat SEO

Praktik SEO sering digambarkan sebagai spektrum. Di satu ujung ada white hat yang mengikuti panduan, di ujung lain black hat yang melanggar kebijakan spam. Di tengahnya ada wilayah yang sering disebut grey hat.

Diagram spektrum praktik SEO dari white hat yang mengikuti panduan, grey hat yang berisiko, sampai black hat yang melanggar kebijakan spam Google
Batasnya tidak ditentukan nama tekniknya, tetapi tujuannya: membantu pengguna atau memanipulasi peringkat.
Aspek White hat SEO Grey hat SEO Black hat SEO
Fokus Pengguna dan kualitas halaman Hasil cepat dengan risiko sedang Mengelabui algoritma
Hubungan dengan panduan Google Sesuai Abu-abu, bisa dinilai melanggar bila tujuannya manipulasi Melanggar kebijakan spam
Contoh Konten mendalam, struktur internal link rapi, liputan media yang diraih Pertukaran tautan berlebihan, artikel tamu yang dibuat terutama demi tautan Cloaking, teks tersembunyi, konten massal, tautan jual beli tanpa atribut
Daya tahan hasil Bertahan lama Tidak pasti Rentan hilang saat sistem diperbarui atau ditinjau

Istilah grey hat tidak dipakai Google. Penting dipahami bahwa teknik di wilayah abu-abu tetap bisa dinilai sebagai spam bila tujuannya memanipulasi peringkat. Contohnya, Google memasukkan "pertukaran tautan berlebihan" ke dalam daftar link spam, jadi pertukaran tautan dalam jumlah besar bukan wilayah abu-abu lagi.

Contoh teknik black hat SEO

Kebijakan spam Google memuat daftar praktik yang dilarang. Berikut yang paling sering ditemui, dikelompokkan berdasarkan caranya.

Diagram empat kelompok teknik black hat SEO: menipu tampilan, konten massal tanpa nilai, manipulasi tautan, dan menumpang reputasi situs lain
Kebijakan spam Google bisa dikelompokkan menjadi empat cara memanipulasi peringkat.

Menipu tampilan

  • Cloaking. Menampilkan konten berbeda kepada mesin pencari dan kepada pengguna. Google mencontohkan halaman tentang destinasi wisata yang ditampilkan ke mesin pencari, sementara pengguna melihat halaman obat diskon.
  • Teks dan tautan tersembunyi. Teks putih di latar putih, teks di balik gambar, atau ukuran huruf nol supaya keyword hanya terbaca mesin.
  • Redirect yang menipu (sneaky redirects). Pengunjung dialihkan ke halaman lain yang tidak sesuai dengan yang mereka klik.

Konten massal tanpa nilai

  • Keyword stuffing. Mengisi halaman dengan keyword atau angka secara tidak wajar, misalnya daftar nama kota yang diulang-ulang.
  • Doorway abuse. Membuat banyak halaman atau situs yang hampir sama hanya untuk menjaring variasi pencarian, lalu mengarahkan pengguna ke satu tujuan.
  • Scaled content abuse. Menghasilkan banyak halaman terutama untuk memanipulasi peringkat, bukan membantu pengguna, apa pun cara pembuatannya.
  • Konten curian (scraping) dan afiliasi tipis, yaitu halaman yang menyalin deskripsi produk tanpa nilai tambah.

Manipulasi tautan

  • Link spam. Membeli atau menjual tautan untuk peringkat, pertukaran tautan berlebihan, tautan otomatis, atau jaringan blog seperti PBN.
  • Anchor yang dipaksakan. Tautan dengan anchor text persis sama dalam jumlah tidak wajar sering menjadi tanda kampanye tautan buatan.

Menumpang reputasi

  • Site reputation abuse. Menitipkan halaman pihak ketiga di situs yang punya reputasi baik supaya ikut terangkat, tanpa pengawasan pemilik situs.
  • Expired domain abuse. Membeli domain kedaluwarsa lalu memakainya untuk konten bernilai rendah demi memanfaatkan reputasi lamanya.

Contoh kasus: BMW dan doorway page

Black hat SEO tidak hanya dilakukan situs kecil. Wikipedia mencatat bahwa pada 2006 Google mengeluarkan situs Jerman produsen mobil BMW, BMW.de, dari indeksnya karena memakai doorway page. Google lalu menegaskan akan memberi penalti pada taktik doorway.

Kasus ini menunjukkan dua hal. Pertama, nama besar tidak melindungi dari penegakan kebijakan. Kedua, teknik yang terlihat menguntungkan dalam jangka pendek bisa berujung pada kerugian yang jauh lebih besar, yaitu hilang dari hasil pencarian untuk nama merek sendiri.

Catatan

Bagaimana Google mendeteksi black hat SEO

Menurut kebijakan spam Google, pelanggaran dideteksi lewat sistem otomatis dan, bila perlu, peninjauan manusia yang bisa berujung pada tindakan manual. Google menulis bahwa situs yang melanggar kebijakan bisa berperingkat lebih rendah atau tidak muncul di hasil pencarian sama sekali.

Diagram dua jalur penurunan peringkat akibat black hat SEO: sistem otomatis seperti SpamBrain dan tindakan manual oleh peninjau Google
Pelanggaran bisa ditindak sistem otomatis atau peninjau manusia. Hanya tindakan manual yang muncul di Search Console.

Sistem otomatis utama Google untuk spam bernama SpamBrain. Dalam laporan webspam 2022, Google menyebut SpamBrain mendeteksi situs spam lima kali lebih banyak dibanding 2021 dan 200 kali lebih banyak dibanding saat pertama diluncurkan. Laporan yang sama menyebut lebih dari 99% kunjungan dari Search bebas spam berkat sistem itu.

Jalur Siapa yang menindak Terlihat di Search Console? Cara pulih
Sistem otomatis (misalnya SpamBrain) Algoritma Tidak ada notifikasi khusus Hentikan praktiknya, perbaiki situs, tunggu diproses ulang
Tindakan manual Peninjau manusia di Google Ya, di laporan Tindakan manual Perbaiki, lalu ajukan permintaan peninjauan ulang

Satu hal yang sering disalahpahami: tidak semua penurunan peringkat adalah penalti. Pembaruan inti Google bisa menggeser peringkat tanpa ada pelanggaran apa pun. Karena itu, periksa laporan Tindakan manual lebih dulu sebelum menyimpulkan situsmu terkena hukuman.

Risiko black hat SEO bagi bisnis

Bagi bisnis, risiko black hat SEO jauh melebihi keuntungan sementaranya.

  • Kehilangan trafik organik. Halaman atau seluruh situs bisa turun jauh atau hilang dari hasil pencarian.
  • Biaya pemulihan. Membersihkan ribuan halaman tipis atau tautan buatan memakan waktu berbulan-bulan.
  • Kerusakan reputasi. Pengguna yang mendarat di halaman menipu tidak akan kembali, dan media enggan menautkan situs yang dikenal bermasalah.
  • Risiko warisan. Pembeli domain atau situs bekas bisa mewarisi masalah pemilik lama. Halaman bantuan Search Console bahkan menyediakan panduan khusus untuk pemilik yang baru membeli situs yang dulu melanggar.
  • Ketergantungan pada celah. Strategi yang bertumpu pada celah algoritma harus terus dicari ulang setiap kali celah ditutup.

Kalau kamu memakai jasa SEO, tanyakan secara spesifik dari mana tautan dan konten mereka berasal. Janji peringkat tertentu dalam waktu singkat patut dicurigai, karena tidak ada pihak yang bisa menjamin peringkat di Google.

Tanda jasa SEO memakai cara black hat

Banyak pemilik bisnis tidak sadar situsnya dikerjakan dengan cara black hat sampai trafiknya anjlok. Beberapa tanda yang perlu diwaspadai saat memilih atau mengevaluasi jasa SEO:

  1. Menjanjikan posisi tertentu di Google dalam hitungan hari atau minggu. Peringkat ditentukan Google, bukan oleh penyedia jasa.
  2. Menjual paket ratusan atau ribuan backlink dengan harga sangat murah. Tautan sebanyak itu hampir pasti berasal dari situs otomatis, jaringan blog, atau komentar spam.
  3. Menolak menunjukkan daftar situs tempat tautan dipasang. Kalau kamu tidak boleh melihat sumbernya, kamu juga tidak bisa menilai risikonya.
  4. Membuat banyak halaman yang hampir sama untuk tiap kota atau variasi keyword. Pola ini dekat dengan doorway abuse.
  5. Meminta akses untuk memasang skrip atau redirect yang tidak dijelaskan. Redirect tersembunyi dan cloaking sering dipasang lewat cara ini.

Kalau menemukan tanda-tanda itu, minta laporan tertulis tentang semua tautan dan perubahan yang sudah dibuat, lalu periksa satu per satu sebelum melanjutkan kerja sama.

Tautan berbayar: kapan menjadi black hat?

Ini pertanyaan penting bagi siapa pun yang memesan artikel bersponsor. Google menggolongkan jual beli tautan untuk tujuan peringkat sebagai link spam. Namun Google juga menjelaskan cara yang benar untuk tautan berbayar: tandai tautan iklan atau penempatan berbayar dengan atribut rel="sponsored", atau nofollow (Google Search Central).

Jadi, yang membuat tautan berbayar menjadi masalah bukan pembayarannya, tetapi upaya menyamarkannya sebagai tautan editorial supaya dihitung sebagai sinyal peringkat. Artikel bersponsor yang berlabel jelas bagi pembaca dan bertanda sponsored adalah iklan yang sah. Detailnya ada di panduan rel nofollow, sponsored, dan ugc dan advertorial.

Tips

Nilai artikel bersponsor yang jujur ada pada pembaca media itu: jangkauan, kunjungan rujukan, dan kepercayaan merek. Ini sejalan dengan prinsip earned media dan digital PR, yang sama-sama bertumpu pada audiens nyata, bukan sinyal buatan.

Cara pulih dari tindakan manual

Kalau laporan Tindakan manual di Search Console menunjukkan pelanggaran, ikuti langkah dari halaman bantuan Google:

Diagram empat langkah pulih dari tindakan manual: baca laporan, perbaiki semua halaman terdampak, pastikan halaman bisa diakses, lalu ajukan permintaan peninjauan ulang
Pemulihan dari tindakan manual dimulai dari laporan di Search Console dan diakhiri permintaan peninjauan ulang.
  1. Baca laporan dengan teliti. Buka deskripsi tindakan manual untuk melihat jenis pelanggaran dan pola halaman yang terdampak. Daftar itu bisa hanya sebagian dari halaman yang bermasalah.
  2. Perbaiki semua halaman terdampak. Memperbaiki sebagian saja tidak cukup. Untuk masalah tautan, hapus atau tandai tautan bermasalah, dan pertimbangkan alat disavow Google hanya untuk tautan yang tidak bisa dihapus. Ukuran seperti spam score bisa membantu menandai domain yang perlu diperiksa lebih dulu.
  3. Pastikan Google bisa mengakses halaman. Halaman yang diblokir login atau robots.txt tidak bisa diperiksa ulang.
  4. Ajukan permintaan peninjauan ulang. Jelaskan masalahnya, langkah yang sudah dilakukan, dan hasilnya. Bila kamu baru membeli situs itu, sebutkan bahwa pelanggaran terjadi sebelum kamu memilikinya.

Untuk tautan masuk, mulai dengan cek backlink untuk memetakan siapa saja yang menautkan situsmu. Ukuran pihak ketiga seperti domain rating dan spam score bisa membantu memilah, tetapi keputusan akhirnya tetap berdasarkan pemeriksaan manual.

Alternatif white hat yang lebih tahan lama

Kalau tujuannya peringkat dan trafik yang bertahan, praktik white hat berikut lebih aman dan hasilnya menumpuk dari waktu ke waktu:

  • Konten yang benar-benar menjawab pertanyaan. Tulis berdasarkan pengalaman nyata dan sumber yang bisa diperiksa, sejalan dengan prinsip E-E-A-T.
  • Struktur situs dan tautan internal yang rapi. Bantu pembaca dan crawler menemukan halaman penting, serta perbaiki broken link.
  • Tautan yang diraih. Data orisinal, panduan rujukan, dan liputan media menghasilkan backlink yang wajar.
  • Kemitraan konten yang transparan. Guest post dan artikel bersponsor berlabel boleh dilakukan selama tujuan utamanya menjangkau pembaca, bukan sekadar menanam tautan.

Ringkasan

Black hat SEO adalah teknik memanipulasi peringkat yang melanggar kebijakan spam mesin pencari, seperti cloaking, keyword stuffing, doorway page, konten massal tanpa nilai, dan jual beli tautan untuk peringkat. Google mendeteksinya lewat sistem otomatis seperti SpamBrain dan lewat tindakan manual, dan situs yang melanggar bisa turun atau hilang dari hasil pencarian. Tautan berbayar tetap sah bila ditandai sponsored dan berlabel jelas. Untuk hasil yang bertahan, pilih praktik white hat yang berfokus pada pembaca.

Kalau kamu ingin memesan artikel bersponsor dengan atribut tautan yang dideklarasikan publisher sebelum memesan, lihat halaman beli backlink dan cara kerja order dan pemantauan link.

Pertanyaan yang sering diajukan

Black hat SEO adalah teknik untuk menaikkan peringkat situs di mesin pencari dengan cara yang melanggar pedoman mesin pencari, misalnya cloaking, keyword stuffing, atau jual beli tautan untuk peringkat. Fokusnya mengelabui algoritma, bukan membantu pembaca.

White hat SEO mengikuti panduan mesin pencari dan berfokus pada konten yang membantu pengguna, struktur situs yang rapi, dan tautan yang diperoleh secara wajar. Black hat SEO memakai cara pintas yang melanggar kebijakan spam dan berisiko membuat situs turun atau hilang dari hasil pencarian.

Contohnya cloaking, teks atau tautan tersembunyi, keyword stuffing, doorway page, konten massal tanpa nilai (scaled content abuse), membeli tautan untuk peringkat tanpa atribut yang sesuai, menyalahgunakan domain kedaluwarsa, dan redirect yang menipu.

Kadang hasilnya terlihat sementara, tetapi risikonya besar. Google menyebut situs yang melanggar kebijakan spam bisa turun peringkat atau tidak muncul sama sekali, dan pelanggaran dideteksi lewat sistem otomatis maupun peninjauan manusia.

Grey hat SEO adalah sebutan tidak resmi untuk teknik di wilayah abu-abu, misalnya pertukaran tautan dalam jumlah kecil atau artikel tamu yang dibuat terutama demi tautan. Istilah ini tidak dipakai Google. Yang dinilai Google adalah tujuannya, apakah untuk memanipulasi peringkat.

Buka laporan Tindakan manual di Google Search Console. Bila ada tindakan manual, laporan itu menjelaskan jenis pelanggaran dan contoh pola halaman yang terdampak. Penurunan karena sistem otomatis tidak muncul di laporan ini.

Google menggolongkan jual beli tautan untuk tujuan peringkat sebagai link spam. Tautan berbayar seperti iklan atau artikel bersponsor tetap boleh, asalkan ditandai dengan atribut rel sponsored atau nofollow sehingga tidak dipakai untuk memanipulasi peringkat.

Untuk tindakan manual, perbaiki semua masalah yang disebut di laporan pada semua halaman terdampak, lalu ajukan permintaan peninjauan ulang di Search Console dengan penjelasan perbaikannya. Untuk penurunan otomatis, hentikan praktiknya dan perbaiki kualitas situs, lalu tunggu sistem memproses ulang.

Artikel terkait