Lewati ke konten utama

Backlink & SEO

Google Disavow: Kapan Perlu, Cara Membuat File, dan Cara Mengunggahnya

Google disavow adalah alat Search Console untuk meminta Google mengabaikan backlink tertentu. Pelajari kapan perlu, format file, dan cara mengunggahnya.

Tim Redaksi LiputinTerbit 11 menit baca

Ilustrasi garis satu halaman situs yang menerima beberapa tautan, satu tautan oranye diputus dengan tanda silang

Google disavow adalah fitur di Google Search Console untuk meminta Google mengabaikan link tertentu yang mengarah ke situsmu. Caranya dengan mengunggah berkas teks berisi daftar URL atau domain yang ingin kamu tolak. Dalam istilah SEO, proses ini sering disebut disavow links atau disavow backlink.

Fitur ini sering disalahpahami. Ada yang menganggapnya sebagai rutinitas bulanan untuk "membersihkan" backlink, ada juga yang menganggapnya obat untuk setiap penurunan trafik. Padahal Google sendiri menyebut disavow sebagai fitur lanjutan yang harus dipakai dengan hati-hati, dan menulis bahwa kebanyakan situs tidak memerlukannya.

Panduan ini membahas apa itu disavow, kapan benar-benar perlu, cara memilah link yang bermasalah, format berkas disavow, langkah mengunggahnya, dan kesalahan yang paling sering terjadi. Semua aturan teknis di bawah diambil dari Pusat Bantuan Search Console.

Google disavow adalah apa?

Setiap situs menerima backlink dari situs lain, baik yang diminta maupun tidak. Sebagian besar wajar: artikel yang mengutip datamu, direktori usaha, atau forum yang membahas produkmu. Sebagian kecil bisa bermasalah, misalnya link dari jaringan situs spam atau link berbayar yang tidak diberi label.

Alat disavow memberi kamu cara untuk berkata kepada Google, "tolong jangan perhitungkan link-link ini saat menilai situs saya." Google tidak menghapus link tersebut dari internet. Link tetap ada di situs asalnya dan tetap tampil di laporan Link Search Console. Yang berubah hanyalah cara Google memperlakukannya.

Menurut Google, disavow ditujukan untuk situs yang terkena tindakan manual karena unnatural links, atau yang khawatir akan terkena, karena ada link berbayar atau skema link lain yang melanggar kebijakan spam Google. Langkah pertama yang Google sarankan bukan disavow, melainkan berusaha menghapus link itu dari situs asalnya. Disavow dipakai ketika penghapusan tidak berhasil.

Perhatian

Kapan disavow benar-benar perlu?

Pertanyaan ini lebih penting daripada cara teknisnya. Pusat Bantuan Search Console menulis bahwa dalam sebagian besar kasus Google bisa menilai sendiri link mana yang layak dipercaya, sehingga kebanyakan situs tidak perlu memakai alat ini.

Diagram dua syarat kapan disavow perlu dipakai menurut Google: banyak link spam atau buatan, dan link itu sudah atau kemungkinan besar memicu tindakan manual
Google menyebut kedua syarat harus terpenuhi sekaligus. Kalau hanya salah satu, disavow biasanya tidak perlu.

Google memberi dua syarat yang harus terpenuhi bersamaan:

  1. Ada cukup banyak link spam, buatan, atau berkualitas rendah yang mengarah ke situsmu.
  2. Link itu sudah memicu tindakan manual, atau kemungkinan besar akan memicunya.

Tindakan manual bisa dicek di laporan Manual Actions di Search Console. Kalau laporan itu bersih dan kamu tidak pernah membeli link yang meneruskan nilai peringkat, kemungkinan besar kamu tidak perlu disavow.

Situasi yang sering membuat orang tergoda melakukan disavow padahal belum tentu perlu:

Situasi Perlu disavow? Alasannya
Ada beberapa link dari situs asing yang tidak dikenal Biasanya tidak Google menyebut sebagian besar link semacam ini sudah bisa dinilai sendiri
Skor spam di alat pihak ketiga terlihat tinggi Belum tentu Spam score adalah metrik alat, bukan penilaian Google
Ada tindakan manual "unnatural links to your site" Ya, setelah usaha penghapusan Ini kasus yang secara eksplisit disebut Google
Pernah membeli banyak link tanpa label dari jaringan blog Layak dipertimbangkan Termasuk skema link dalam kebijakan spam Google
Trafik turun tanpa tindakan manual Cari penyebab lain dulu Penurunan bisa karena konten, teknis, atau pembaruan sistem

Kalau ragu, perlakukan disavow seperti operasi: dilakukan ketika ada diagnosis yang jelas, bukan sebagai pencegahan rutin.

Sebelum menyusun berkas, kamu perlu daftar link yang benar-benar bermasalah. Sumber utamanya adalah laporan Link di Search Console. Laporan itu bisa diekspor, lalu dilengkapi dengan data dari alat lain seperti yang kami bahas di panduan cara cek backlink.

Saat memeriksa daftar, buka situs perujuknya satu per satu dan nilai dengan pertanyaan sederhana: apakah ada pembaca nyata yang akan menemukan link ini berguna? Tanda-tanda link yang layak dicurigai:

  • Berasal dari jaringan blog buatan. Banyak situs dengan tampilan serupa, isi tipis, dan tautan keluar ke berbagai topik yang tidak berhubungan. Pola ini dijelaskan di artikel PBN adalah.
  • Link berbayar tanpa label. Artikel berbayar yang tautannya meneruskan nilai peringkat, padahal Google meminta link semacam ini ditandai rel="sponsored" atau nofollow sesuai panduan atribut link.
  • Anchor teks yang dipaksakan. Banyak link dengan anchor kata kunci komersial yang sama persis. Penjelasan pola sehatnya ada di artikel anchor text.
  • Halaman yang hanya berisi daftar link. Halaman komentar spam, profil kosong, atau direktori otomatis.
  • Situs yang membalas berbeda untuk mesin pencari. Misalnya mengalihkan pengunjung biasa ke tempat lain.

Hal yang bukan alasan menolak link: domainnya baru, domain rating rendah, atau situsnya kecil. Blog kecil yang relevan dan ditulis manusia justru sering memberi link yang wajar.

Tips

Format file disavow

Berkas disavow sangat sederhana, tetapi aturannya ketat. Kalau ada kesalahan, Search Console langsung menampilkan daftar galat dan daftar lama tidak diganti.

Diagram empat aturan format file disavow: satu URL atau domain per baris, awalan domain untuk seluruh domain, berkas teks UTF-8 berakhiran txt, dan komentar diawali tanda pagar
File disavow hanyalah berkas teks biasa. Kesalahan format membuat unggahan ditolak dan daftar lama tetap berlaku.
Aturan Ketentuan dari Google
Isi per baris Satu URL atau satu domain per baris
Menolak seluruh domain Awali dengan domain:, misalnya domain:contoh-spam.com
Subfolder Tidak bisa menolak seluruh subjalur seperti contoh.com/en/
Jenis berkas Teks UTF-8 atau ASCII 7-bit, nama berakhiran .txt
Panjang URL Maksimal 2.048 karakter
Ukuran berkas Maksimal 100.000 baris (termasuk baris kosong dan komentar) dan 2 MB
Komentar Baris yang diawali # diabaikan Google

Contoh isi berkas yang benar:

# Jaringan blog buatan, permintaan hapus 2 Okt tidak dibalas
domain:contoh-jaringan-spam.com
domain:contoh-direktori-otomatis.net

# Dua halaman komentar spam, situs lain di domain ini wajar
https://forum-contoh.com/thread/123
https://forum-contoh.com/thread/456

Untuk link dari situs yang seluruhnya bermasalah, menolak per domain hampir selalu lebih aman daripada per URL. Situs spam sering membuat halaman baru dengan link yang sama, sehingga daftar per URL cepat usang.

Cara mengunggah file disavow di Search Console

Diagram lima langkah disavow: unduh data link, pilah link yang bermasalah, minta penghapusan ke pemilik situs, susun file disavow, lalu unggah di properti awalan URL
Disavow adalah langkah terakhir. Google meminta kamu menghapus sebanyak mungkin link bermasalah lebih dulu.
  1. Unduh data link. Buka laporan Link di Search Console, ekspor daftar situs perujuk. Hapus dari berkas ekspor semua URL yang tidak ingin kamu tolak.
  2. Pilah dan catat. Tandai domain atau URL yang memenuhi ciri link bermasalah di bagian sebelumnya.
  3. Minta penghapusan lebih dulu. Hubungi pemilik situs dengan sopan dan minta link dihapus atau diberi atribut yang sesuai. Simpan bukti permintaan, terutama bila kamu sedang menangani tindakan manual.
  4. Susun berkas disavow. Ikuti format di atas, beri komentar untuk tiap kelompok.
  5. Unggah di properti yang tepat. Buka halaman alat disavow, pilih properti, lalu klik tombol unggah dan pilih berkasnya.

Beberapa aturan unggah yang sering terlewat:

  • Properti Domain tidak didukung. Alat disavow hanya bekerja untuk properti awalan URL. Kalau kamu baru punya properti Domain, tambahkan dan verifikasi properti awalan URL seperti https://contoh.com/ lebih dulu.
  • Satu daftar per properti. Mengunggah berkas baru akan menggantikan daftar lama untuk properti itu. Jadi berkas baru harus memuat semua entri lama yang masih ingin dipertahankan.
  • Hanya pemilik properti yang bisa mengunggah daftar.
  • http dan https terpisah. Daftar berlaku untuk properti tempat ia diunggah dan properti turunannya. Kalau situsmu punya properti http dan https, unggah untuk masing-masing.

Sesudah unggahan berhasil, Google menyebut perlu beberapa minggu sampai daftar itu diproses, karena Google harus merayapi ulang web dan memproses ulang halaman yang memuat link tersebut.

Kalau Search Console sudah menampilkan tindakan manual unnatural links to your site, disavow hanyalah satu bagian dari pemulihan. Urutan kerja yang kami sarankan:

  1. Baca detail tindakan manualnya. Laporan Manual Actions menjelaskan jenis masalah dan apakah dampaknya untuk seluruh situs atau sebagian halaman.
  2. Hentikan sumber masalah. Kalau link bermasalah lahir dari layanan yang masih berjalan, misalnya paket link otomatis atau pembelian link tanpa label, hentikan dulu. Disavow tidak berguna kalau link baru yang serupa terus bertambah.
  3. Kumpulkan dan pilah data link seperti dijelaskan di bagian sebelumnya.
  4. Minta penghapusan, dan dokumentasikan. Catat tanggal, alamat yang dihubungi, dan balasannya. Dokumentasi ini membantu saat menjelaskan usahamu.
  5. Unggah berkas disavow untuk link yang tidak berhasil dihapus.
  6. Ajukan peninjauan ulang dari laporan Manual Actions. Jelaskan apa masalahnya, apa yang sudah kamu lakukan, dan hasilnya. Penjelasan yang jujur dan rinci lebih meyakinkan daripada kalimat umum.

Sesudah itu, pantau laporan Manual Actions dan email dari Search Console. Kalau peninjauan ditolak, biasanya ada link bermasalah yang belum tertangani atau penjelasan yang kurang rinci. Ulangi pemilahan dengan lebih teliti, perbarui berkas disavow, lalu ajukan lagi.

Kesalahan umum saat melakukan disavow

Diagram tiga kesalahan disavow yang umum: menolak link bagus, menolak per URL padahal seluruh domain bermasalah, dan mengunggah di properti yang salah
Disavow yang keliru bisa ikut membuang link yang justru membantu situsmu.
  • Menolak link bagus. Ini kesalahan paling mahal. Menolak semua link dengan metrik rendah bisa ikut membuang link dari blog kecil yang relevan, media lokal, atau komunitas. Ingat peringatan Google bahwa penggunaan keliru bisa merugikan kinerja situs.
  • Menolak per URL untuk situs yang seluruhnya spam. Halaman baru dengan link yang sama tidak ikut tertolak.
  • Lupa menyertakan daftar lama. Karena unggahan baru menggantikan yang lama, entri lama hilang bila tidak disalin ke berkas baru.
  • Mengunggah di properti yang salah. Misalnya di properti http padahal situs aktif di https, atau mencari menu disavow di properti Domain.
  • Menganggap disavow sebagai pengganti perbaikan. Kalau penyebab link bermasalah masih berjalan, misalnya masih membeli link tanpa label, disavow hanya menunda masalah.
  • Panik karena link negatif dari pihak lain. Google menulis bahwa mereka berusaha keras agar tindakan situs pihak ketiga tidak merugikan situs lain. Pantau dulu, jangan langsung menolak semua link asing.

Disavow adalah alat untuk membereskan masa lalu. Cara terbaik agar tidak perlu memakainya adalah membangun link dengan cara yang tidak melanggar kebijakan spam sejak awal.

Beberapa prinsip yang membantu:

  • Bedakan link editorial dan link berbayar. Link yang kamu dapat karena layak dikutip, misalnya dari brand mention di media, tidak perlu label. Link yang kamu bayar, misalnya lewat advertorial atau artikel bersponsor, sebaiknya diberi label untuk pembaca dan atribut rel="sponsored" atau rel nofollow.
  • Hindari pola yang dijelaskan di artikel black hat SEO. Jaringan blog buatan, pertukaran link berlebihan, dan link otomatis adalah sumber utama masalah yang kemudian berujung disavow.
  • Pilih situs yang punya pembaca nyata. Link dari situs yang dibaca orang bisa mengirim kunjungan, terlepas dari atributnya.
  • Pantau link yang sudah kamu dapat. Link yang kamu bayar sebaiknya dicek atributnya saat tayang dan dipantau sesudahnya, supaya kamu tahu jika ada yang berubah atau rusak. Masalah link yang mati kami bahas di artikel broken link.

Kalau kamu sedang membangun link baru, panduan backlink gratis dan guest post membahas cara yang wajar sebelum memutuskan membeli.

Ringkasan

Google disavow adalah alat untuk meminta Google mengabaikan link tertentu ke situsmu. Google menegaskan kebanyakan situs tidak memerlukannya. Alat ini disarankan hanya bila ada banyak link spam atau buatan yang sudah atau kemungkinan besar memicu tindakan manual, dan setelah kamu berusaha menghapus link tersebut. Berkasnya berupa teks UTF-8 berakhiran .txt dengan satu URL atau domain: per baris, maksimal 100.000 baris dan 2 MB, diunggah di properti awalan URL, bukan properti Domain. Unggahan baru menggantikan daftar lama, dan prosesnya butuh beberapa minggu.

Kalau kamu ingin membeli artikel bersponsor dengan atribut link yang dideklarasikan publisher dan dicek saat tayang, lihat cara kerja order dan pemantauan link di Liputin, atau langsung jelajahi pilihan situs di halaman beli backlink.

Pertanyaan yang sering diajukan

Google disavow adalah fitur di Google Search Console untuk meminta Google mengabaikan link tertentu yang mengarah ke situsmu saat menilai situs tersebut. Daftarnya diunggah dalam bentuk berkas teks berisi URL atau domain yang ingin ditolak.

Tidak. Google menulis bahwa dalam sebagian besar kasus Google bisa menilai link mana yang layak dipercaya tanpa bantuan, sehingga kebanyakan situs tidak perlu memakai alat ini. Disavow disarankan hanya bila ada banyak link spam atau buatan dan link itu sudah atau kemungkinan besar memicu tindakan manual.

Berkas teks berakhiran .txt dengan encoding UTF-8 atau ASCII 7-bit. Tulis satu URL atau satu domain per baris. Untuk menolak seluruh domain, beri awalan domain: misalnya domain:contoh.com. Baris yang diawali tanda pagar dianggap komentar dan diabaikan.

Menurut Pusat Bantuan Search Console, maksimal 100.000 baris termasuk baris kosong dan komentar, dengan ukuran berkas maksimal 2 MB. Panjang tiap URL maksimal 2.048 karakter.

Alat disavow tidak mendukung properti Domain. Kamu perlu menambahkan dan memverifikasi properti awalan URL, misalnya https://contoh.com/, lalu mengunggah daftar di properti itu. Kalau situsmu masih bisa diakses lewat http dan https, unggah daftar untuk masing-masing properti.

Google menyebut perlu beberapa minggu sampai daftar disavow diproses, karena Google harus merayapi ulang web dan memproses ulang halaman yang memuat link tersebut. Link yang ditolak tetap terlihat di laporan Link Search Console.

Untuk mengganti daftar, cukup unggah berkas baru karena berkas baru menggantikan daftar lama untuk properti itu. Untuk menghapus semua penolakan, buka halaman alat disavow, pilih propertinya, lalu klik Cancel Disavowals.

Tidak ada jaminan. Disavow hanya meminta Google mengabaikan link tertentu. Kalau link yang ditolak ternyata bagus, kinerja situs malah bisa turun, seperti diperingatkan Google sendiri.

Artikel terkait