Backlink & SEO
Backlink Adalah: Fungsi, Jenis, dan Cara Menilai Kualitasnya
Backlink adalah link dari situs lain ke situsmu. Pahami fungsi dan jenisnya, aturan Google soal link berbayar, dan cara menilai kualitasnya sendiri.
Tim Redaksi LiputinTerbit 12 menit baca

Backlink adalah link dari halaman di situs lain yang mengarah ke halaman di situs kamu. Google memakai definisi yang hampir sama di bantuan Search Console: link di suatu halaman dari situs lain yang ditautkan ke halaman di situsmu. Wikipedia bahasa Indonesia menyebutnya pranala balik.
Kenapa orang begitu ribut soal link? Google menjelaskannya di halaman cara Google menentukan peringkat hasil. Salah satu faktor untuk menilai kualitas adalah mencari tahu apakah situs terkemuka lain tertaut atau merujuk ke konten tersebut. Tapi "link itu penting" baru separuh cerita. Separuh lainnya jarang dibahas: tidak semua link dihitung sama, sebagian malah berisiko, dan banyak link diam-diam hilang setelah dibayar.
Panduan ini menjawab pertanyaan backlink adalah apa, lalu membahas fungsi, jenis, aturan link berbayar, sampai cara menilai kualitas backlink dengan daftar cek yang bisa diulang. Tujuannya satu: kamu tidak perlu lagi sekadar percaya pada angka dari penjual.
Backlink adalah apa? Pengertian dan cara kerjanya
Bayangkan kamu menulis panduan menyeduh kopi di blog. Lalu sebuah media kuliner mengutip panduanmu dan memasang link ke sana. Dari sudut pandang media itu, link tersebut adalah link keluar (outbound link). Dari sudut pandangmu, itu backlink. Link yang sama, dilihat dari dua arah. Karena arahnya masuk ke situsmu, backlink adalah nama lain untuk inbound link atau link masuk.
Secara teknis, backlink hanyalah tag HTML biasa. Bentuknya kira-kira seperti ini:
<a href="https://kopimu.example/panduan-v60">panduan menyeduh V60</a>
Ada tiga bagian yang perlu kamu kenali:
- URL tujuan (
href): halaman di situsmu yang menerima link. - Anchor text (teks jangkar): teks yang bisa diklik, di contoh ini "panduan menyeduh V60". Menurut panduan praktik terbaik link dari Google, teks ini memberi tahu pengguna dan Google tentang halaman yang ditautkan.
- Atribut rel (opsional): label yang menjelaskan hubungan dua situs. Contoh di atas tidak memakainya karena media itu mengutip tanpa dibayar, dan link tanpa atribut rel diperlakukan sebagai link biasa. Kalau link itu dipasang karena bayaran, atributnya seharusnya
rel="sponsored".

Jadi, kalau diringkas dalam satu kalimat, backlink adalah rekomendasi yang ditulis dalam bentuk kode. Situs lain "menunjuk" ke halamanmu, dan cara menunjuknya bisa kamu baca langsung di HTML.
Backlink berbeda dengan internal link
Internal link menghubungkan dua halaman di situs yang sama, misalnya dari artikel blogmu ke halaman produkmu. Kamu mengendalikan internal link sepenuhnya. Backlink datang dari domain lain, jadi kamu tidak bisa mengaturnya sendiri. Dengan kata lain, backlink adalah sinyal dari pihak luar yang tidak bisa kamu tulis untuk dirimu sendiri.
Satu hal yang sering terlewat: nilai backlink melekat pada halaman, bukan hanya pada nama situs. Link dari artikel yang ramai dibaca dan link dari artikel lama yang terkubur di arsip bisa sangat berbeda nilainya, walaupun domainnya sama. Karena itu, jangan menilai backlink hanya dari nama besar medianya.
Fungsi backlink untuk SEO, dan batasnya
Kalau disederhanakan, fungsi backlink ada empat:
- Membantu Google menemukan halamanmu. Google menyatakan bahwa ia memakai link sebagai sinyal saat menentukan relevansi halaman dan untuk menemukan halaman baru yang akan di-crawl (dijelajahi oleh mesin pencari).
- Memberi konteks relevansi. Anchor text dan topik halaman asal membantu Google memahami halaman tujuan membahas apa.
- Menjadi sinyal kualitas. Link dari situs yang dihormati di bidangnya bekerja seperti rekomendasi dari orang yang kredibel.
- Mengirim pengunjung langsung. Pembaca yang mengklik link di artikel media datang ke situsmu tanpa lewat Google sama sekali. Fungsi ini paling sering diremehkan, padahal paling mudah diukur.
Data korelasinya cukup kuat. Studi Ahrefs (2023) terhadap sekitar 14 miliar halaman menemukan 96,55% halaman tidak mendapat traffic sama sekali dari Google. Halaman tanpa backlink disebut sebagai salah satu penyebabnya. Sementara itu, analisis Backlinko atas 11,8 juta hasil pencarian mencatat pola serupa. Hasil peringkat pertama rata-rata punya 3,8 kali lebih banyak backlink dibanding posisi 2 sampai 10.
Catatan
Ahrefs sendiri mengingatkan di studinya bahwa korelasi bukan sebab-akibat. Halaman yang bagus cenderung mendapat banyak link sekaligus banyak traffic. Link tidak otomatis mengubah halaman biasa menjadi juara.
Nah, ada sisi lain yang perlu kamu tahu. Google justru makin sering mengecilkan peran link. Menurut laporan Search Engine Journal (April 2024), Gary Illyes dari Google menyatakan di PubCon 2023 bahwa link tidak termasuk tiga faktor peringkat teratas. Pada 2024 ia juga dilaporkan menyebut Google hanya butuh sangat sedikit link untuk memeringkat halaman. Di artikel yang sama, John Mueller dari Google mengingatkan bahwa terlalu fokus pada link sering berujung membuang waktu.
Dua sisi ini sebenarnya tidak saling membantah. Ahrefs pun menulis bahwa kata kuncinya adalah "kompetitif": banyak halaman tetap mendapat traffic tanpa backlink, umumnya untuk topik yang persaingannya rendah. Untuk keyword komersial yang diperebutkan banyak situs, backlink berkualitas masih sering menjadi pembeda. Kesimpulan praktisnya, backlink adalah penguat, bukan pengganti konten yang menjawab pencarian.
Jenis backlink: dofollow, nofollow, sponsored, dan UGC
Pertanyaan berikutnya biasanya: apakah semua link dihitung sama? Jawabannya tidak. Cara paling berguna untuk membagi jenis backlink adalah berdasarkan atribut rel, karena atribut inilah yang memberi tahu Google cara memperlakukan sebuah link. Google merinci nilainya di dokumen mengualifikasi link keluar.
| Jenis | Tampilan di HTML | Arti menurut dokumentasi Google | Contoh umum |
|---|---|---|---|
| Dofollow (link biasa) | Tanpa atribut rel | Link reguler yang diambil dan diurai Google tanpa kualifikasi | Kutipan editorial di artikel |
| Nofollow | rel="nofollow" |
Dipakai bila nilai lain tidak berlaku dan pemilik situs tidak ingin Google mengaitkan situsnya dengan halaman tujuan | Link yang tidak ingin "dijamin" pemilik situs |
| Sponsored | rel="sponsored" |
Link iklan atau penempatan berbayar | Artikel bersponsor, advertorial |
| UGC | rel="ugc" |
Link di konten buatan pengguna | Komentar blog, postingan forum |
Backlink dofollow adalah istilah dari komunitas SEO, bukan istilah resmi Google. Artinya sederhana: link tanpa atribut pembatas. Google sendiri menyebutnya link reguler.
Yang belum banyak diketahui orang: sejak 2019 atribut-atribut ini bukan lagi perintah mutlak. Dalam pengumuman resminya, Google menyatakan sponsored, ugc, dan nofollow diperlakukan sebagai petunjuk (hint) untuk keperluan peringkat. Untuk crawling dan pengindeksan, nofollow menjadi petunjuk mulai 1 Maret 2020. Karena itu, anggapan "nofollow sama sekali tidak berguna" terlalu hitam-putih. Link nofollow dari media yang dibaca calon pembelimu tetap bisa membawa pengunjung, pencarian nama merek, dan kepercayaan.
Jenis backlink berdasarkan asalnya
Selain atribut, asal link juga menentukan nilai dan risikonya:
- Editorial alami. Penulis menautkan kontenmu karena berguna, tanpa diminta. Paling bernilai, paling sulit didapat.
- Artikel bersponsor atau advertorial. Kamu membayar penempatan artikel yang memuat link. Seluk-beluk formatnya ada di panduan advertorial.
- Press release dan digital PR. Rilis atau cerita yang dimuat media. Bedanya kami bahas di artikel press release dan strategi digital PR.
- Profil, direktori, dan forum. Mudah dibuat sendiri, umumnya nofollow atau ugc. Beberapa caranya ada di panduan backlink gratis.
- Media sosial, Homeless Media, dan KOL. Link di bio atau unggahan jarang membawa nilai SEO langsung, tetapi bisa mendatangkan pengunjung. Baca penjelasan homeless media dan KOL.
- PBN (private blog network). Jaringan blog yang dibangun khusus untuk menanam link. Risikonya kami urai di artikel PBN.
- Link hasil peretasan. Link yang disusupkan ke situs orang lain tanpa izin. Ini bukan strategi SEO, ini tindak pidana. Pada Oktober 2021 Bareskrim Polri meringkus 19 orang dari sindikat yang memasukkan backlink judi online tanpa izin ke situs resmi pemerintah dan lembaga pendidikan.
Jadi, bagaimana cara mendapatkannya? Ada empat jalur yang masuk akal. Pertama, buat konten yang layak dikutip, misalnya data orisinal atau panduan yang belum ditulis orang lain. Kedua, tawarkan cerita ke media lewat press release atau digital PR. Ketiga, isi profil dan direktori yang memang relevan dengan bisnismu. Keempat, beli penempatan berlabel bila kamu butuh kepastian tayang. Tiga jalur pertama kami rinci di panduan cara mendapatkan backlink gratis, sedangkan jalur berbayar bisa dimulai dari halaman beli backlink.
Backlink berbayar: apa kata Google dan aturan media di Indonesia
Topik ini biasanya dihindari penjual backlink, jadi kami bahas terang-terangan saja. Titik awalnya begini: bagi Google, backlink adalah sinyal yang idealnya muncul secara alami. Begitu ada uang yang terlibat, Google meminta hubungan itu diberi tanda.
Kebijakan spam Google memasukkan "pembelian atau penjualan link untuk tujuan memanipulasi peringkat" ke dalam kategori spam link. Contoh yang disebut termasuk bertukar uang demi link, serta advertorial yang menerima pembayaran untuk artikel berisi link yang lolos kredit peringkat. Tapi di halaman yang sama Google juga menulis bahwa jual beli link adalah hal wajar dalam ekonomi web untuk iklan dan sponsor. Link semacam itu tidak melanggar kebijakan selama diberi atribut rel="nofollow" atau rel="sponsored".
Di Indonesia ada lapisan aturan kedua. Pedoman Pemberitaan Media Siber yang disusun Dewan Pers bersama organisasi pers mewajibkan media siber membedakan dengan tegas antara berita dan iklan. Setiap isi berbayar wajib mencantumkan keterangan seperti "advertorial", "iklan", "ads", atau "sponsored".
Perhatian
Kalau ada penjual yang menjanjikan "artikel di media nasional, dofollow, tanpa label iklan", tanyakan dua hal. Pertama, apakah media itu sedang melanggar pedoman labelnya sendiri? Kedua, apa yang terjadi kalau redaksi belakangan menambah label atau mengubah atribut link? Janji yang terlalu mulus biasanya menyimpan risiko yang ditanggung pembeli.
Lalu, apakah membeli penempatan di media berarti buang uang? Tidak juga. Nilai artikel bersponsor tidak cuma soal PageRank (sistem penilaian link milik Google). Artikel di media yang dibaca target pasarmu bisa membawa pengunjung dan menambah orang yang mencari nama merekmu. Artikel itu juga bisa dipakai sebagai bukti kredibilitas di halaman penjualan.
Yang penting, kamu memutuskan dengan sadar. Kamu tahu atribut link yang kamu beli, tahu label yang akan dipasang media, dan tahu risikonya terhadap kebijakan Google. Keputusan memilih link dofollow atau sponsored ada di tanganmu, begitu juga konsekuensinya. Yang tidak boleh terjadi adalah kamu membayar untuk sesuatu yang atributnya tidak pernah kamu periksa.
Cara menilai kualitas backlink dengan langkah yang bisa diperiksa
Banyak artikel berhenti di saran "cari backlink dari situs berkualitas". Masalahnya, kualitas itu diukur dengan apa? Karena backlink dibayar dengan uang atau waktu, perlakukan seperti aset: periksa sebelum membeli, lalu audit sesudahnya. Berikut daftar cek yang bisa kamu jalankan sendiri.

| Yang dicek | Cara mengecek | Tanda bahaya |
|---|---|---|
| Relevansi topik | Baca lima artikel terbaru di situs itu | Situs membahas apa saja tanpa fokus, dari kripto sampai resep |
| Halaman bisa diindeks | Buka sumber halaman (Ctrl+U), cari kata noindex, lalu cek header X-Robots-Tag di tab Network DevTools |
Ada meta robots atau header berisi noindex |
| Atribut rel | Klik kanan link, pilih Inspect, lihat atribut rel |
Atribut berbeda dari yang dijanjikan |
| Posisi link | Lihat di bagian mana link muncul | Link di footer, sidebar, atau halaman khusus "partner" |
| Anchor text | Baca kalimat di sekitar link | Keyword persis yang dipaksakan dan tidak nyambung dengan kalimat |
| Label iklan | Cari kata advertorial, sponsored, atau iklan di halaman | Artikel berbayar di media tanpa label apa pun |
| Metrik situs | Tanyakan sumber dan tanggal setiap angka | Angka tanpa sumber, atau screenshot tanpa tanggal |
Beberapa poin di tabel perlu penjelasan tambahan.
Noindex. Menurut dokumentasi Google tentang noindex, halaman yang memuat aturan ini akan dihapus sepenuhnya dari hasil Google Penelusuran, terlepas apakah ada situs lain yang menautkannya. Artinya, link yang ditaruh di halaman seperti itu tidak akan dijumpai pembaca lewat Google.
Posisi dan pola link. Kebijakan spam Google menyebut link yang didistribusikan luas di footer atau template berbagai situs sebagai salah satu contoh spam link. Link di dalam isi artikel, dikelilingi kalimat yang relevan, jauh lebih masuk akal di mata pembaca maupun mesin pencari.
DA dan DR. Domain Authority (DA) buatan Moz dan Domain Rating (DR) buatan Ahrefs adalah metrik pihak ketiga, bukan skor dari Google. Moz menegaskan DA bukan faktor peringkat Google dan tidak berpengaruh pada hasil pencarian. Ahrefs menjelaskan DR sebagai kekuatan profil backlink sebuah situs dibanding situs lain di database mereka, dalam skala 100. Keduanya berguna untuk membandingkan. Tapi menurut kami, data klik dari Google Search Console milik publisher lebih jujur daripada DA 50 yang tidak jelas asal-usulnya.
Tips
Setiap kali penjual menyebut angka (DA, DR, atau traffic), minta dua hal: dari mana angka itu dan kapan diambil. Screenshot laporan Performa Google Search Console tiga bulan terakhir yang memperlihatkan nama domain jauh lebih meyakinkan daripada angka di daftar harga.
Setelah tayang: backlink bisa hilang, jadi pantau
Banyak orang menganggap backlink sebagai aset permanen. Kenyataannya tidak. Link bisa hilang karena artikel dihapus, situs pindah domain, redaksi mengubah atribut rel, atau domain tidak diperpanjang pemiliknya.
Skalanya tidak kecil. Riset Pew Research Center (2024) menemukan 38% halaman web yang ada pada 2013 sudah tidak bisa diakses satu dekade kemudian. Dari sampel 500.000 halaman di 2.063 situs berita dan informasi, 23% halaman memuat setidaknya satu link rusak. Pew juga mencatat situs berita dengan traffic besar sama rawannya dengan situs kecil.
Pelajarannya sederhana. Backlink yang tidak pernah dicek ulang hanyalah backlink yang kamu kira masih ada. Ini tiga cara memantaunya:
- Google Search Console. Buka laporan Link untuk melihat situs mana yang menautkan ke situsmu, gratis. Catatannya, Google menyebut laporan ini hanya berisi contoh link, bukan daftar lengkap, dan tabelnya dibatasi 1.000 baris.
- Daftar pantau sendiri. Simpan spreadsheet berisi URL halaman, URL tujuan, anchor, atribut rel, dan tanggal tayang. Cek ulang secara berkala, misalnya sebulan sekali, dan catat tanggal setiap pengecekan.
- Tools backlink pihak ketiga. Ahrefs, Semrush, atau Moz bisa memberi tahu link yang baru muncul dan yang hilang. Ingat, datanya adalah hasil crawler masing-masing, jadi angkanya bisa berbeda satu sama lain.
Soal "toxic backlink", jangan buru-buru panik. Google menulis di halaman alat disavow bahwa sebagian besar situs tidak perlu menggunakan alat itu. Disavow hanya disarankan kalau kamu punya cukup banyak link buatan, spam, atau berkualitas rendah, dan link itu menyebabkan (atau kemungkinan akan menyebabkan) tindakan manual.
Pemantauan inilah yang kami jadikan standar di Liputin. Saat URL tayang dikirim, Liputin mencatat apakah link ada, anchor, atribut rel sesuai deklarasi saat tayang, noindex, dan label konten berbayar. Setelah order Media atau Blog selesai, link dipantau tiap 7 hari selama 90 hari. Kalau link hilang atau halaman tidak bisa dibuka pada 3 cek berturut, publisher diminta memperbaikinya dalam 7 hari, dan hasil setiap cek (ada, hilang, atau tidak bisa dicek) tampil di halaman order.
Kesimpulan: backlink adalah rekomendasi, bukan angka koleksi
Kalau harus diringkas, backlink adalah link dari situs lain yang mengarah ke situsmu. Google memakainya sebagai salah satu sinyal untuk menemukan halaman serta menilai relevansi dan kualitas. Perannya nyata, tetapi tidak sebesar yang sering dijual. Perwakilan Google sendiri beberapa kali mengingatkan agar tidak terlalu terpaku pada link.
Tiga hal yang paling layak diingat:
- Atribut menentukan cara link diperlakukan. Dofollow, nofollow, sponsored, dan ugc punya arti berbeda, dan semuanya sekarang berstatus petunjuk bagi Google.
- Link berbayar punya aturan. Google meminta link iklan diberi atribut sponsored atau nofollow, dan media di Indonesia wajib memberi label pada isi berbayar.
- Kualitas harus bisa dibuktikan. Cek indeks, atribut, posisi, label, dan sumber setiap metrik, lalu pantau link setelah tayang.
Sedang membandingkan jasa backlink atau ingin beli backlink di media dan blog Indonesia? Pakai daftar cek di atas di mana pun kamu membeli, termasuk di Liputin. Di Liputin, setiap listing menampilkan angka pembaca beserta sumber dan tanggal ceknya, dan cara harga dihitung dijelaskan di halaman harga backlink. Liputin tidak menjual peringkat Google. Kamu pemilik blog yang ingin menjual penempatan? Baca dulu cara mendapatkan uang dari blog, lalu pastikan setiap artikel bersponsormu berlabel jelas.
Sumber
- Google, Laporan link, Bantuan Search Console
- Google, Cara Google Menentukan Peringkat Hasil
- Google Search Central, Praktik Terbaik Link SEO untuk Google
- Google Search Central, Mengualifikasi Link Keluar untuk SEO
- Google Search Central Blog, Evolving nofollow: new ways to identify the nature of links (10 September 2019)
- Google Search Central, Kebijakan spam untuk Google Penelusuran
- Google Search Central, Memblokir Pengindeksan Penelusuran dengan noindex
- Google, Menolak link ke situs Anda
- Ahrefs, 96.55% of Content Gets No Traffic From Google (1 Desember 2023)
- Backlinko, We Analyzed 11.8 Million Google Search Results (diperbarui 14 April 2025)
- Search Engine Journal, Google Confirms Links Are Not That Important (22 April 2024)
- Pew Research Center, When Online Content Disappears (17 Mei 2024)
- Moz, What is Domain Authority?
- Ahrefs Help Center, What is Domain Rating (DR)?
- Dewan Pers, Pedoman Pemberitaan Media Siber (dimuat di Kompas)
- Tribratanews Polri, Polri Berhasil Ungkap Sindikat Ilegal Akses dan Backlink Judi Online di Situs Resmi Pemerintah (14 Oktober 2021)
- Wikipedia bahasa Indonesia, Pranala balik
Pertanyaan yang sering diajukan
Backlink berasal dari domain lain dan mengarah ke situsmu, sedangkan internal link menghubungkan dua halaman di situs yang sama. Internal link sepenuhnya kamu kendalikan, backlink tidak. Karena itulah backlink dianggap sinyal dari pihak luar.
Tidak begitu. Sejak 2019 Google memperlakukan atribut nofollow, sponsored, dan ugc sebagai petunjuk, bukan perintah mutlak. Selain itu, link nofollow dari media yang dibaca target pasarmu tetap bisa mendatangkan pengunjung dan memperkuat nama merek.
Tidak ada angka pasti. Kebutuhannya bergantung pada persaingan keyword dan kekuatan halaman pesaing. Perwakilan Google pernah dilaporkan menyatakan Google hanya butuh sangat sedikit link untuk memeringkat halaman, jadi mulailah dari konten yang menjawab pencarian, lalu bandingkan profil backlink halaman yang sudah ada di halaman pertama.
Kebijakan spam Google menggolongkan jual beli link untuk memanipulasi peringkat sebagai spam link. Di halaman yang sama Google menyatakan link berbayar untuk iklan dan sponsor tidak melanggar kebijakan selama diberi atribut rel nofollow atau sponsored. Pastikan kamu tahu atribut link yang kamu beli beserta risikonya.
Gunakan laporan Link di Google Search Console. Laporan ini menampilkan situs yang paling sering menautkan ke situsmu dan halaman yang paling banyak ditautkan. Google menyebut laporan ini berisi contoh link, bukan daftar lengkap, dan tabelnya dibatasi 1.000 baris.
Tidak. DA adalah metrik buatan Moz dan DR metrik buatan Ahrefs. Moz sendiri menegaskan DA bukan faktor peringkat Google. Keduanya berguna untuk membandingkan profil backlink antarsitus, tetapi selalu tanyakan sumber dan tanggal pengambilan angkanya.
Artikel terkait

Backlink & SEO12 menit baca
Backlink Gratis: Cara Mendapatkannya dan Kapan Perlu Membeli
Backlink gratis masih bisa kamu dapatkan, asal tahu mana yang bernilai. Cara mendapatkannya, hasil pemeriksaan atribut link kami, dan kapan perlu membeli.

Backlink & SEO12 menit baca
PBN Adalah: Cara Kerja, Risiko, dan Alternatif Backlink
PBN adalah jaringan blog yang dibuat untuk menyalurkan backlink. Pahami cara kerjanya, risikonya menurut kebijakan spam Google, dan cara mengenalinya.

Backlink & SEO12 menit baca
Local SEO: Pengertian, Faktor Peringkat, dan Cara Optimasinya
Local SEO adalah cara membuat bisnis mudah ditemukan di Google Maps dan pencarian lokal. Pelajari faktor peringkatnya, Google Business Profile, NAP, dan ulasan.