Lewati ke konten utama

Backlink & SEO

Internal Link: Pengertian, Fungsi untuk SEO, dan Cara Membuatnya

Internal link adalah tautan antarhalaman di situs yang sama. Pelajari fungsinya untuk SEO, jenis-jenisnya, cara memilih anchor, dan cara mengauditnya.

Tim Redaksi LiputinTerbit 11 menit baca

Ilustrasi garis enam halaman situs yang saling terhubung, satu halaman inti berwarna oranye di tengah

Internal link adalah tautan dari satu halaman ke halaman lain di situs yang sama. Contohnya tautan dari artikel blog ke halaman produk, dari halaman kategori ke artikel, atau dari satu artikel ke artikel lain yang membahas topik terkait. Praktik merancang tautan semacam ini disebut internal linking.

Internal link sering dianggap sepele karena sepenuhnya ada di tanganmu. Padahal justru karena itulah ia penting: kamu tidak bisa memaksa situs lain menautkan halamanmu, tetapi kamu selalu bisa memastikan halaman terpentingmu mudah ditemukan dari halaman lain di situsmu sendiri.

Panduan ini membahas pengertian internal link, bedanya dengan backlink, fungsinya untuk pembaca dan SEO, jenis-jenisnya, cara memilih anchor, struktur yang rapi, dan cara mengaudit internal link di situsmu. Rujukan teknisnya diambil dari panduan tautan Google Search Central.

Setiap tautan yang mengarah ke alamat di domain yang sama adalah internal link. Di HTML, wujudnya tetap elemen <a> dengan atribut href, sama seperti tautan ke situs lain. Yang membedakan hanyalah tujuannya.

Diagram perbedaan internal link yang menaut ke halaman lain di situs yang sama dan external link yang menaut ke situs lain
Internal link menghubungkan halamanmu sendiri. External link dan backlink melibatkan situs lain.
Jenis tautan Dari mana Ke mana Siapa yang mengendalikan
Internal link Halaman di situsmu Halaman lain di situsmu Kamu sepenuhnya
External link (outbound) Halaman di situsmu Situs lain Kamu, termasuk atributnya
Backlink Situs lain Halaman di situsmu Pemilik situs lain

Ketiganya saling melengkapi. Backlink membawa pembaca dan sinyal dari luar ke halaman tertentu. Internal link meneruskan pembaca itu ke halaman lain yang relevan di situsmu. Tanpa internal link yang baik, pengunjung yang datang lewat satu artikel sering pergi tanpa pernah melihat halaman lain.

Diagram tiga fungsi internal link: membantu pembaca berpindah, membantu mesin pencari menemukan halaman, dan memberi konteks lewat anchor
Satu tautan internal yang tepat melayani pembaca dan mesin pencari sekaligus.

1. Membantu pembaca berpindah. Pembaca yang sedang memahami satu konsep sering butuh penjelasan konsep lain. Tautan ke artikel yang tepat di kalimat yang tepat menghemat waktu mereka. Misalnya, artikel tentang anchor text wajar menaut ke penjelasan rel nofollow, karena keduanya sering ditanyakan bersama.

2. Membantu mesin pencari menemukan halaman. Google umumnya menemukan halaman baru dengan mengikuti tautan. Panduan Google menulis bahwa setiap halaman yang kamu anggap penting sebaiknya mendapat tautan dari setidaknya satu halaman lain di situsmu. Google juga menjelaskan bahwa tautan yang bisa dirayapi umumnya adalah elemen <a> dengan atribut href; tautan yang hanya dijalankan lewat skrip tidak bisa diandalkan.

3. Memberi konteks lewat anchor. Teks yang bisa diklik, atau anchor, memberi tahu pembaca dan Google apa isi halaman tujuan. Google menyebut anchor yang baik bersifat deskriptif, cukup ringkas, dan relevan dengan halaman asal maupun tujuan.

Catatan

Internal link tidak menjamin peringkat. Ia membantu halaman ditemukan dan dipahami. Apakah halaman itu layak tampil tinggi tetap bergantung pada isinya, pengalaman pengguna, dan sinyal lain yang dibahas di artikel E-E-A-T.

Internal link bisa dikelompokkan berdasarkan letaknya di halaman. Masing-masing punya peran yang berbeda.

Jenis Letak Fungsi utama Contoh
Navigasi utama Menu atas Menunjukkan bagian terpenting situs Beranda, Layanan, Blog, Kontak
Footer Bagian bawah setiap halaman Halaman pendukung yang perlu selalu terjangkau Syarat dan ketentuan, kebijakan privasi
Kontekstual Di dalam isi tulisan Mengarahkan ke penjelasan terkait Tautan di kalimat seperti contoh di artikel ini
Breadcrumb Di atas judul Menunjukkan posisi halaman dalam struktur Beranda, Blog, nama artikel
Artikel terkait Di akhir artikel Menawarkan bacaan lanjutan Kotak "Baca juga"

Dari kelimanya, tautan kontekstual paling berguna untuk pembaca karena muncul tepat ketika mereka butuh. Tautan navigasi dan footer penting untuk struktur, tetapi isinya sama di setiap halaman sehingga tidak banyak menambah konteks per topik.

Anchor adalah bagian internal link yang paling sering dikerjakan asal-asalan. Prinsip dari Google sederhana: coba baca anchor itu tanpa kalimat di sekitarnya. Kalau kamu tidak bisa menebak isi halaman tujuannya, anchor itu kurang deskriptif.

Contoh perbandingan:

  • Kurang baik: "Untuk tahu lebih lanjut, klik di sini."
  • Lebih baik: "Langkahnya ada di panduan cara cek backlink."
  • Terlalu panjang: anchor yang memuat seluruh kalimat panjang sehingga pembaca tidak tahu bagian mana yang penting.

Beberapa kebiasaan yang membantu:

  1. Gunakan frasa yang menjelaskan isi halaman tujuan, bukan kata umum seperti "di sini", "baca selengkapnya", atau "artikel ini".
  2. Variasikan anchor secara wajar. Tidak perlu memakai kata kunci yang sama persis di setiap tautan ke halaman yang sama. Bahasa alami lebih mudah dibaca.
  3. Satu halaman, satu topik utama. Kalau dua halaman ditautkan dengan anchor yang sama, pembaca dan mesin pencari sulit membedakan mana yang membahas apa.
  4. Jangan tautkan kata yang sama ke banyak halaman berbeda dalam satu artikel.

Penjelasan lebih dalam tentang jenis anchor dan pola yang sehat ada di artikel anchor text adalah.

Situs yang tumbuh tanpa rencana biasanya berakhir dengan artikel yang berdiri sendiri-sendiri. Salah satu cara merapikannya adalah struktur pilar dan pendukung.

Diagram struktur topik: satu halaman pilar di tengah terhubung ke beberapa artikel pendukung yang juga saling menaut
Struktur pilar dan pendukung membuat hubungan antartopik terlihat jelas, bagi pembaca maupun mesin pencari.
  • Halaman pilar membahas topik besar secara menyeluruh, misalnya pengertian backlink.
  • Artikel pendukung membahas satu bagian secara mendalam, misalnya domain rating, spam score, broken link, atau Google disavow.
  • Pilar menaut ke setiap pendukung, dan setiap pendukung menaut kembali ke pilar.
  • Pendukung yang saling berkaitan juga saling menaut, tetapi hanya bila memang relevan bagi pembaca.

Struktur ini juga membantu menghindari kanibalisasi, yaitu dua halaman di situsmu bersaing untuk topik yang sama. Kalau sejak awal jelas halaman mana yang menjadi pilar, tautan dari artikel lain bisa diarahkan ke sana.

Untuk situs bisnis, jangan lupa menautkan artikel edukasi ke halaman produk atau layanan yang relevan. Pembaca yang sudah paham masalahnya sering ingin tahu solusi apa yang tersedia. Tautan itu sebaiknya kontekstual dan jujur, bukan disisipkan di setiap paragraf.

Tips

Diagram empat langkah audit internal link: daftar halaman penting, cek halaman yatim, cek tautan rusak, lalu tambah tautan kontekstual
Audit internal link tidak perlu rumit. Mulai dari halaman yang paling penting bagi bisnismu.
  1. Daftar halaman penting. Halaman layanan, produk unggulan, dan artikel pilar. Inilah halaman yang paling perlu tautan internal.
  2. Cek halaman yatim. Halaman yang tidak ditautkan dari halaman lain di situsmu. Alat perayap situs bisa membandingkan daftar URL di sitemap dengan URL yang ditemukan lewat tautan.
  3. Cek tautan rusak. Tautan internal ke halaman yang sudah dihapus atau dipindah membuat pembaca menemui halaman 404. Perbaiki tujuannya atau pasang pengalihan yang tepat, seperti dijelaskan di artikel broken link.
  4. Tambah tautan kontekstual. Untuk halaman penting yang tautannya sedikit, cari artikel yang relevan dan tambahkan tautan di kalimat yang wajar.

Untuk gambaran cepat, buka laporan Link di Google Search Console. Laporan itu memuat bagian halaman yang paling banyak ditautkan secara internal. Kalau halaman layanan utamamu tidak muncul di daftar atas, itu tanda halaman tersebut perlu lebih banyak tautan dari artikel yang relevan.

Contoh internal linking untuk blog bisnis kecil

Bayangkan sebuah toko perlengkapan kopi rumahan yang punya halaman produk penggiling kopi dan sepuluh artikel blog. Artikelnya membahas cara menyeduh kopi tubruk, perbedaan biji arabika dan robusta, cara menyimpan biji kopi, tingkat kehalusan gilingan untuk berbagai alat seduh, dan beberapa topik lain.

Tanpa rencana, setiap artikel hanya menaut ke beranda lewat menu. Pembaca yang datang dari mesin pencari ke artikel tentang tingkat kehalusan gilingan membaca sampai habis, lalu pergi. Mereka tidak pernah tahu bahwa toko itu menjual penggiling kopi.

Dengan rencana sederhana, pemilik toko melakukan tiga hal:

  1. Menetapkan halaman pilar. Artikel tentang tingkat kehalusan gilingan dijadikan pilar, karena paling dekat dengan produk yang ingin dijual.
  2. Menautkan artikel pendukung ke pilar. Artikel tentang cara menyeduh kopi tubruk, V60, dan french press masing-masing menyebut tingkat gilingan yang cocok, lalu menaut ke pilar dengan anchor seperti "panduan tingkat kehalusan gilingan kopi".
  3. Menautkan pilar ke halaman produk secara jujur. Di bagian yang membahas konsistensi gilingan, pilar menjelaskan bahwa penggiling dengan pengaturan bertingkat memudahkan hasil yang konsisten, lalu menaut ke halaman produk dengan anchor yang menjelaskan isinya.

Hasilnya, pembaca yang masuk dari artikel mana pun punya jalan yang jelas menuju pilar, lalu menuju produk bila memang membutuhkannya. Mesin pencari juga melihat hubungan antarhalaman dengan lebih jelas, karena anchor-nya konsisten menjelaskan topik halaman tujuan.

Perhatikan juga apa yang tidak dilakukan. Pemilik toko tidak menautkan setiap paragraf ke halaman produk, tidak memakai anchor "beli sekarang" di artikel edukasi, dan tidak menaut ke artikel yang tidak berhubungan hanya untuk menambah jumlah tautan. Tautan yang dipaksakan membuat pembaca merasa digiring, dan itu justru menurunkan kepercayaan.

Pola yang sama bisa dipakai situs jasa. Artikel yang menjelaskan sebuah masalah menaut ke artikel lain yang menjelaskan langkah penyelesaiannya, lalu ke halaman layanan yang relevan. Setiap tautan menjawab pertanyaan berikutnya yang wajar muncul di kepala pembaca.

Cara paling mudah mengujinya adalah membaca artikelmu sendiri sebagai orang yang baru pertama kali datang. Di setiap bagian, tanyakan: apa yang kemungkinan ingin diketahui pembaca setelah paragraf ini? Kalau jawabannya sudah dibahas di halaman lain di situsmu, di situlah tempat yang wajar untuk sebuah internal link.

Kesalahan umum dalam internal linking

  • Anchor umum seperti "klik di sini". Tidak memberi konteks bagi pembaca maupun mesin pencari.
  • Tautan yang tidak bisa dirayapi. Tombol yang hanya bekerja lewat skrip tanpa elemen <a href> sulit diikuti mesin pencari.
  • Memasang nofollow di tautan internal. Atribut seperti nofollow, sponsored, dan ugc dirancang untuk menandai jenis tautan tertentu, seperti dijelaskan di panduan atribut tautan Google. Untuk tautan antarhalamanmu sendiri, biarkan tautan biasa.
  • Terlalu banyak tautan di satu paragraf. Pembaca bingung harus mengklik yang mana.
  • Menaut ke halaman yang belum terbit atau sudah dihapus. Hasilnya halaman 404 bagi pembaca.
  • Semua tautan mengarah ke beranda. Beranda biasanya sudah ditautkan dari menu. Tautan kontekstual lebih berguna bila mengarah ke halaman yang spesifik.

Internal link dan backlink sering dibahas terpisah, padahal keduanya bekerja bersama. Backlink dari situs lain biasanya mengarah ke satu halaman tertentu, misalnya artikel yang dikutip media. Internal link dari artikel itu kemudian menentukan apakah pembaca yang datang akan melanjutkan ke halaman lain yang penting bagimu.

Karena itu, sebelum mencari backlink baru, pastikan halaman yang akan menerima tautan sudah punya jalur internal yang jelas ke halaman layanan atau produkmu. Cara mendapatkan backlink secara wajar dibahas di artikel backlink gratis dan guest post, sedangkan risiko jalan pintasnya ada di artikel black hat SEO.

Ringkasan

Internal link adalah tautan antarhalaman di situs yang sama. Fungsinya membantu pembaca berpindah, membantu mesin pencari menemukan halaman, dan memberi konteks lewat anchor. Google menyarankan setiap halaman penting mendapat tautan dari setidaknya satu halaman lain, memakai elemen <a href> yang bisa dirayapi, dan anchor yang deskriptif serta ringkas. Rapikan dengan struktur pilar dan pendukung, audit halaman yatim dan tautan rusak secara berkala, dan hindari anchor umum seperti "klik di sini".

Kalau halaman pentingmu sudah rapi secara internal dan kamu ingin menambah tautan dari situs lain yang punya pembaca nyata, lihat pilihan situs di halaman beli backlink Liputin, atau pelajari dulu cara kerja order dan pemantauan link.

Pertanyaan yang sering diajukan

Internal link adalah tautan dari satu halaman ke halaman lain di situs yang sama, misalnya dari artikel blog ke halaman produk atau ke artikel lain. Tautan ini membantu pembaca berpindah antarhalaman dan membantu mesin pencari menemukan serta memahami halaman.

Internal link menaut antarhalaman di situs yang sama dan sepenuhnya kamu kendalikan. Backlink adalah tautan dari situs lain ke situsmu, dan keputusannya ada di pemilik situs lain.

Google umumnya menemukan halaman lewat tautan. Panduan Google menyebut setiap halaman yang penting sebaiknya mendapat tautan dari setidaknya satu halaman lain di situsmu. Anchor yang deskriptif juga membantu Google memahami isi halaman tujuan.

Google menulis bahwa tidak ada angka ideal yang ajaib. Patokannya adalah kegunaan bagi pembaca: tautkan halaman yang benar-benar membantu memahami topik. Kalau kamu merasa tautannya terlalu banyak, kemungkinan memang terlalu banyak.

Anchor yang deskriptif, cukup ringkas, dan relevan dengan halaman tujuan. Hindari anchor umum seperti klik di sini atau baca selengkapnya, karena tidak memberi tahu pembaca maupun mesin pencari apa isi halaman tujuan.

Halaman yatim adalah halaman yang tidak mendapat tautan dari halaman lain di situsmu. Pembaca sulit menemukannya, dan mesin pencari hanya bisa menemukannya lewat sitemap atau tautan dari luar.

Umumnya tidak. Atribut nofollow, sponsored, dan ugc dirancang untuk menandai tautan keluar tertentu. Untuk tautan antarhalaman di situs sendiri, biarkan tautan biasa supaya halaman tujuan mudah ditemukan.

Laporan Link di Google Search Console memuat bagian halaman yang paling banyak ditautkan secara internal. Kamu juga bisa memakai alat perayap situs untuk menemukan halaman yatim dan tautan rusak, lalu memperbaikinya satu per satu.

Artikel terkait