Backlink & SEO
Spam Score: Arti, Cara Membacanya, dan Batasnya saat Menilai Backlink
Spam Score adalah metrik Moz tentang kemiripan sebuah situs dengan situs yang terkena penalti. Arti angkanya, 27 sinyalnya, dan cara memakainya dengan benar.
Tim Redaksi LiputinTerbit 10 menit baca

Spam Score adalah metrik buatan Moz yang menunjukkan seberapa mirip sebuah situs dengan situs-situs yang terkena penalti atau diblokir Google. Menurut halaman bantuan Moz, angkanya adalah persentase situs dengan ciri serupa yang ditemukan Moz terkena penalti atau diblokir. Skor ini dihitung oleh model machine learning yang mengenali 27 ciri umum dari jutaan situs yang diblokir atau dihukum dalam data mereka.
Kamu akan sering menemukan angka ini di daftar harga backlink, di samping DA dan DR. Masalahnya, Spam Score juga sering disalahpahami. Ada penjual yang menjadikannya satu-satunya tanda "situs aman", ada pembeli yang langsung menolak situs dengan skor 35% tanpa melihat isinya. Keduanya keliru.
Panduan ini menjelaskan arti Spam Score, cara membaca rentangnya, sinyal apa saja yang dihitung, apa yang tidak bisa diceritakan angka ini, dan bagaimana memakainya secara wajar saat menilai situs untuk backlink. Kalau kamu belum akrab dengan istilah backlink, mulai dulu dari panduan backlink adalah.
Spam Score adalah apa? Pengertian dari sumbernya
Definisi paling aman selalu dari pembuat metriknya. Moz menulis bahwa di Link Explorer, Spam Score mewakili persentase situs dengan fitur serupa dengan situs yang sedang kamu riset, yang ditemukan Moz terkena penalti atau diblokir Google. Jadi Spam Score 40% kira-kira berarti: dari situs-situs yang punya ciri mirip dengan situs ini, 40% ditemukan terkena penalti atau diblokir.
Perhatikan kata kuncinya: ciri yang mirip. Spam Score tidak membaca isi artikel, tidak menilai apakah penulisnya manusia, dan tidak tahu apakah situs itu benar-benar pernah dihukum. Ia melihat pola statistik. Moz sendiri menulis bahwa skor tinggi tidak berarti situs itu pasti spam, melainkan tanda bahwa kamu perlu memeriksa kualitas dan relevansi situs itu lebih jauh.
Ada tiga hal lain dari dokumentasi Moz yang perlu kamu ingat:
- Bukan hitungan dari backlink yang masuk. Di bagian FAQ, Moz menegaskan Spam Score bukan kalkulasi Spam Score situs-situs yang menautkan ke kamu. Situs dengan banyak backlink buruk tidak otomatis ber-Spam Score tinggi.
- Diperbarui per kuartal. Skor sebuah situs hanya berubah bila crawler Moz mendeteksi perubahan pada sinyal yang dipakai. Jadi jangan heran kalau perbaikan hari ini belum terlihat bulan depan.
- Tidak ada riwayat. Moz menyatakan belum ada cara menampilkan riwayat Spam Score sebuah situs.
Spam Score tersedia di Link Explorer dan di bagian Links pada Campaign Moz Pro. Untuk menarik banyak skor sekaligus, Moz menyediakan Links API.
Catatan
Spam Score adalah metrik pihak ketiga, sama seperti Domain Authority (DA) dari Moz dan Domain Rating (DR) dari Ahrefs. Moz menegaskan DA bukan faktor peringkat Google. Prinsip yang sama berlaku untuk Spam Score: Google tidak membaca angka ini.
Cara membaca angka Spam Score
Moz membagi Spam Score ke dalam tiga rentang. Pembagian inilah yang biasanya kamu lihat berupa warna di alat mereka.

| Rentang | Label Moz | Cara membacanya | Tindakan yang wajar |
|---|---|---|---|
| 1% sampai 30% | Low (rendah) | Ciri situs jarang dimiliki situs yang terkena penalti | Tetap cek isi dan relevansi seperti biasa |
| 31% sampai 60% | Medium (sedang) | Sebagian ciri mirip situs bermasalah | Periksa manual lebih teliti sebelum memutuskan |
| 61% sampai 100% | High (tinggi) | Banyak ciri mirip situs bermasalah | Anggap sebagai tanda bahaya, butuh bukti kuat untuk tetap memilih |
Tabel ini sengaja tidak berbunyi "di bawah 30% berarti aman". Skor rendah hanya berarti situs itu tidak mirip pola spam yang dikenali Moz. Situs yang baru dibuat dengan rapi, memakai HTTPS, dan mencantumkan email bisa saja ber-Spam Score rendah padahal isinya artikel tipis yang ditulis massal. Sebaliknya, blog pribadi yang jujur tapi kecil bisa mendapat skor sedang karena jumlah halamannya sedikit.
Moz juga menampilkan rincian domain penaut. Di halaman bantuannya, contoh yang diberikan menunjukkan 86,7% domain yang menautkan ke situs contoh punya Spam Score rendah, sementara situs itu sendiri punya skor 4%. Rincian ini berguna untuk melihat komposisi profil link, tapi tetap harus dibaca sebagai pola, bukan vonis per link.
27 sinyal yang dihitung Spam Score
Moz membuka daftar 27 sinyal yang dipakai modelnya. Membaca daftar ini membantu kamu memahami kenapa sebuah situs mendapat skor tertentu, sekaligus kenapa skor itu tidak bisa dijadikan satu-satunya patokan.

Kami kelompokkan contoh sinyal dari daftar resmi Moz sebagai berikut:
| Kelompok | Contoh sinyal di daftar Moz | Kenapa berkorelasi dengan spam menurut Moz |
|---|---|---|
| Nama domain | Jumlah halaman sedikit, TLD tertentu, panjang nama domain, angka di nama domain, tanda hubung, susunan huruf vokal dan konsonan | Banyak situs spam dibuat cepat dengan domain murah atau acak |
| Jejak teknis | Tidak ada Google Tag Manager, tidak ada tag Doubleclick, tidak default ke HTTPS, memakai meta keywords, tanpa font khusus | Situs spam jarang berinvestasi pada alat dan infrastruktur |
| Kontak | Tidak ada nomor telepon, tidak ada alamat email, tidak menaut ke LinkedIn | Situs spam hampir tidak pernah mencantumkan kontak nyata |
| Pola link | Jumlah link keluar tidak wajar, jumlah domain yang ditautkan tidak wajar, rasio link keluar terhadap konten tidak wajar | Situs penjual link cenderung punya pola tautan yang ekstrem |
Kalau kamu membaca kolom terakhir, polanya jelas: semua sinyal ini adalah korelasi. Moz bahkan menulis bahwa jumlah halaman yang sedikit bukan masalah dengan sendirinya, hanya saja banyak situs spam memang punya sedikit halaman. Karena itu blog niche kecil milik penulis serius bisa terkena beberapa sinyal sekaligus.
Satu keterbatasan lain disebut Moz di FAQ: sinyal mana yang terpicu untuk situsmu tidak ditampilkan. Kamu harus mencocokkan sendiri situsmu dengan daftar 27 sinyal itu.
Kenapa satu sinyal bisa menyesatkan
Ambil contoh sinyal TLD. Moz menyebut beberapa TLD tertentu lebih sering dipakai situs spam. Tapi TLD yang sama juga bisa dipakai bisnis yang sah. Sinyal ini masuk akal secara statistik di jutaan situs, tapi tidak adil bila dipakai menilai satu situs tanpa melihat isinya. Inilah alasan Spam Score perlu dibaca bersama pemeriksaan manual.
Batas Spam Score: apa yang tidak bisa diceritakan angka ini
Setelah memahami cara hitungnya, kita bisa jujur soal batasnya. Ada beberapa hal penting yang sama sekali tidak diukur Spam Score.
Label iklan dan atribut link. Spam Score tidak tahu apakah artikel bersponsor di sebuah media diberi label iklan dan atribut rel="sponsored". Padahal menurut kebijakan spam Google, jual beli link untuk iklan dan sponsor tidak melanggar kebijakan selama diberi atribut rel="nofollow" atau rel="sponsored". Yang disebut spam link adalah jual beli link untuk memanipulasi peringkat. Hal ini hanya bisa dicek dengan membuka halamannya.
Status indeks halaman. Situs ber-Spam Score rendah tetap bisa memasang noindex di halaman artikel bersponsor. Menurut Google, halaman dengan aturan noindex dihapus dari hasil Google Penelusuran, apa pun link yang mengarah ke sana.
Pembaca nyata. Spam Score tidak mengukur apakah situs itu punya pengunjung. Situs rapi tanpa pembaca tetap tidak membawa kunjungan, merek, maupun kepercayaan.
Pola penjualan link. Satu sinyal Moz memang melihat rasio link keluar, tapi skornya tidak memberi tahu apakah situs itu menjual link ke topik apa saja, dari kripto sampai resep, dalam satu minggu. Pola seperti ini lebih mudah terlihat dengan membaca arsip artikelnya.
Perhatian
Hati-hati dengan penjual yang hanya menampilkan "DA tinggi, Spam Score 1%" tanpa sumber dan tanggal. Angka pihak ketiga mudah disalin dari tangkapan layar lama. Minta sumbernya, lalu cocokkan sendiri di alat yang bersangkutan.
Kesimpulannya, Spam Score berguna untuk menyaring cepat dari daftar panjang, tapi tidak cukup untuk memutuskan. Pola penilaian lengkapnya pernah kami tulis dalam bentuk daftar cek di panduan backlink adalah, dan risiko jaringan blog buatan kami bahas di artikel PBN adalah.
Cara memakai Spam Score saat memilih situs backlink
Berikut alur yang kami sarankan saat kamu menilai situs untuk artikel bersponsor atau penempatan link.

1. Pakai skor untuk menyaring, bukan memutuskan. Dari daftar panjang, singkirkan dulu situs dengan skor tinggi yang juga gagal di pemeriksaan cepat lain, misalnya topiknya tidak relevan.
2. Buka lima artikel terbaru. Apakah ditulis untuk manusia? Apakah topiknya fokus? Situs yang memuat artikel bersponsor dari segala topik dalam satu minggu patut dicurigai, berapa pun skornya.
3. Cek indeks dan label. Buka sumber halaman artikel bersponsor lama di situs itu, cari kata noindex, lalu periksa atribut rel pada link-nya. Di media berita Indonesia, cari juga label advertorial atau sponsored. Formatnya kami jelaskan di panduan advertorial.
4. Cek relevansi dengan halamanmu. Link dari blog kuliner ke toko alat dapur masuk akal. Link dari situs judi ke toko alat dapur tidak masuk akal, meskipun skornya rendah.
5. Siapkan anchor yang wajar. Situs yang baik pun bisa terlihat buruk bila anchor-nya dipaksakan. Cara memilihnya ada di panduan anchor text adalah.
Di Liputin, metrik pihak ketiga seperti DA, DR, dan spam score yang diisi publisher selalu disertai sumber dan tanggalnya, dan di marketplace kamu bisa membatasi spam score maksimum saat menjelajah situs. Tapi kami tetap menaruh data pembaca 30 hari bersumber sebagai patokan utama, karena angka itulah yang paling dekat dengan manfaat nyata bagi pengiklan. Caranya dijelaskan di halaman beli backlink, dan perbandingan biayanya ada di halaman harga.
| Situasi | Spam Score | Hasil cek manual | Keputusan yang masuk akal |
|---|---|---|---|
| Blog niche kecil, penulis jelas, topik relevan | Sedang | Isi bagus, tidak noindex | Layak dipertimbangkan |
| Situs rapi, HTTPS, kontak lengkap | Rendah | Menjual artikel ke semua topik, tanpa label | Lewati |
| Media berita lokal | Rendah | Label advertorial ada, atribut sesuai deklarasi | Layak dipertimbangkan |
| Situs baru dengan domain berangka | Tinggi | Artikel tipis, banyak link keluar | Lewati |
Tabel di atas contoh cara berpikir. Perhatikan bahwa keputusan di tiap baris ditentukan oleh kolom cek manual, bukan kolom Spam Score.
Spam Score situs sendiri: perlu dikhawatirkan?
Bagi pemilik situs, terutama publisher yang ingin menerima artikel bersponsor, Spam Score sering jadi sumber cemas. Pengiklan melihat angka itu, jadi wajar kalau kamu ingin skornya rendah.
Pertama, ingat bahwa Google tidak memakai skor ini. Mengubah situs hanya demi Spam Score tidak berpengaruh apa pun pada cara Google menilai situsmu. Yang berpengaruh adalah kualitas isi dan kepatuhan pada kebijakan spam Google.
Kedua, sebagian sinyal Moz memang sejalan dengan praktik situs yang sehat. Memakai HTTPS, mencantumkan email dan nomor telepon yang nyata, dan menambah halaman berisi konten yang berguna adalah hal baik untuk pembaca. Kalau perbaikan seperti itu ikut menurunkan skor, anggap saja bonus.
Ketiga, jangan mengejar skor dengan cara yang tidak berguna bagi pembaca, misalnya memasang tag hanya karena tag itu ada di daftar sinyal. Moz tidak memberi tahu sinyal mana yang terpicu, dan skor baru diperbarui per kuartal, jadi eksperimen seperti itu lambat dan tidak jelas hasilnya.
Kalau kamu pemilik blog yang ingin mulai menerima order, fokuslah pada hal yang benar-benar diperiksa pengiklan yang teliti: isi, pembaca, label, dan atribut link. Panduan monetisasinya ada di artikel cara mendapatkan uang dari blog, dan syarat mendaftarkan situs ada di halaman jual backlink.
Spam Score, backlink buruk, dan disavow
Pertanyaan yang paling sering muncul setelah melihat daftar backlink dengan skor tinggi adalah: perlukah semuanya di-disavow? Jawaban Moz dan Google ternyata searah.
Moz menulis bahwa karena Spam Score hanya berdasarkan korelasi dengan penalti, bukan sebab-akibat, solusinya bukan langsung mengabaikan situs atau melakukan disavow pada link dengan skor tinggi. Moz menyarankan skor dipakai untuk memulai pemeriksaan, dengan melihat isi dan relevansi situs penaut lebih dulu.
Google lebih tegas lagi. Di halaman bantuan penolakan link, Google menyatakan sebagian besar situs tidak perlu memakai alat ini. Penolakan link disarankan hanya bila kamu punya cukup banyak link buatan, spam, atau berkualitas rendah, dan link itu menyebabkan atau kemungkinan akan menyebabkan tindakan manual. Google juga menyebut fitur penolakan link tidak mendukung properti domain di Search Console.
Sejak September 2016, Google menyatakan algoritma Penguin bekerja lebih granular dengan menurunkan nilai spam berdasarkan sinyal spam, bukan memengaruhi peringkat seluruh situs. Artinya, link buruk yang tidak kamu buat sendiri umumnya cukup diabaikan oleh Google.
Tips
Simpan daftar backlink ber-Spam Score tinggi sebagai catatan pantauan, bukan daftar disavow. Kalau suatu saat muncul peringatan tindakan manual di Search Console, catatan itu mempercepat pembersihan.
Kesimpulan
Spam Score adalah metrik Moz yang menunjukkan persentase situs berciri serupa yang ditemukan terkena penalti atau diblokir Google. Rentangnya rendah (1% sampai 30%), sedang (31% sampai 60%), dan tinggi (61% sampai 100%), dihitung dari 27 sinyal yang bersifat korelasi. Moz sendiri menyatakan skor tinggi tidak berarti situsnya pasti spam.
Pakai Spam Score untuk menyaring cepat, lalu putuskan dengan pemeriksaan manual: isi dan relevansi, status indeks, label iklan, atribut link, dan pembaca nyata. Jangan menolak situs yang bagus hanya karena angka, dan jangan menerima situs yang buruk hanya karena angkanya rendah. Untuk menjaga link yang sudah kamu beli tetap sehat, lanjutkan dengan kebiasaan audit berkala dan anchor yang wajar.
Pertanyaan yang sering diajukan
Spam Score adalah metrik buatan Moz di Link Explorer. Angkanya menunjukkan persentase situs dengan ciri serupa dengan situs yang kamu periksa yang ditemukan Moz terkena penalti atau diblokir Google.
Moz membagi skor menjadi rendah (1% sampai 30%), sedang (31% sampai 60%), dan tinggi (61% sampai 100%). Tidak ada angka aman resmi, karena Moz sendiri menyatakan skor tinggi tidak otomatis berarti situsnya spam.
Tidak. Spam Score adalah metrik pihak ketiga dari Moz. Google menilai spam lewat sistem dan kebijakannya sendiri, dan tidak memakai skor dari alat SEO mana pun.
Tidak. Menurut FAQ Moz, Spam Score bukan hasil hitung Spam Score situs yang menautkan ke kamu. Skor itu dihitung dari 27 sinyal milik situs itu sendiri.
Moz menyebut Spam Score diperbarui per kuartal. Skor sebuah situs hanya berubah bila crawler Moz mendeteksi perubahan pada sinyal yang dipakai.
Moz tidak menampilkan sinyal mana yang terpicu, jadi kamu perlu mencocokkan situsmu dengan daftar 27 sinyal. Perbaikan yang wajar antara lain memakai HTTPS, mencantumkan kontak nyata, dan menambah konten yang berguna. Jangan mengubah situs hanya demi skor.
Tidak otomatis. Moz menyarankan skor dipakai sebagai awal pemeriksaan, bukan alasan langsung untuk disavow. Google menyarankan alat penolakan link hanya bila ada banyak link buatan atau spam dan link itu menyebabkan atau kemungkinan menyebabkan tindakan manual.
Spam Score tersedia di Link Explorer milik Moz dan di bagian Links pada Campaign Moz Pro. Untuk mengambil banyak skor sekaligus, Moz menyediakan Links API.
Artikel terkait

Backlink & SEO12 menit baca
Google Core Update: Pengertian, Dampak, dan Cara Menghadapinya
Google core update adalah perubahan besar sistem peringkat Google. Pelajari bedanya dengan spam update, riwayat terbaru, dan cara membaca dampaknya.

Backlink & SEO12 menit baca
Domain Authority: Arti, Cara Cek, dan Cara Meningkatkannya
Domain authority adalah skor 1 sampai 100 buatan Moz. Pelajari cara hitungnya, cara cek DA gratis, bedanya dengan DR, dan cara meningkatkannya secara sehat.

Backlink & SEO11 menit baca
Internal Link: Pengertian, Fungsi untuk SEO, dan Cara Membuatnya
Internal link adalah tautan antarhalaman di situs yang sama. Pelajari fungsinya untuk SEO, jenis-jenisnya, cara memilih anchor, dan cara mengauditnya.