Lewati ke konten utama

Media & PR

Brand Mention: Pengertian, Jenis, Cara Memantau, dan Cara Mendapatkannya

Brand mention adalah setiap penyebutan nama merekmu di situs lain, media, atau media sosial. Pelajari jenisnya, kaitannya dengan SEO, cara memantau, dan cara meraihnya.

Tim Redaksi LiputinTerbit 11 menit baca

Ilustrasi garis tiga jendela peramban dan satu ponsel yang masing-masing memuat penanda oranye yang sama

Brand mention adalah setiap penyebutan nama merek, produk, atau perusahaanmu di tempat lain: di berita online, blog, forum, ulasan, podcast, atau media sosial. Penyebutan itu bisa disertai tautan ke situsmu, bisa juga hanya berupa teks nama merek. Dalam bahasa sehari-hari sering disebut mention merek.

Brand mention penting karena memperlihatkan bagaimana merekmu dibicarakan oleh orang yang bukan kamu. Satu sebutan di artikel media bisa membuat calon pelanggan pertama kali mengenal merekmu. Satu keluhan di forum yang tidak ditanggapi bisa menjadi hal pertama yang mereka baca saat mencari namamu.

Panduan ini membahas pengertian brand mention, jenis-jenisnya, kaitannya dengan SEO berdasarkan dokumen Google, cara memantau, cara menindaklanjuti, dan cara mendapatkan brand mention secara wajar.

Brand mention adalah apa?

Secara sederhana, brand mention adalah jejak merekmu di luar saluran milikmu sendiri. Kalau situs, blog perusahaan, dan akun media sosial resmi adalah tempat kamu berbicara tentang dirimu, brand mention adalah tempat orang lain berbicara tentangmu.

Brand mention bisa datang dari berbagai sumber dan alasan:

  • Liputan media. Wartawan menyebut merekmu dalam berita, misalnya setelah menerima press release.
  • Rujukan penulis lain. Blogger atau penulis industri menyebut produkmu sebagai contoh atau rekomendasi.
  • Percakapan pelanggan. Pelanggan membahas pengalamannya di media sosial, forum, atau grup komunitas.
  • Ulasan dan direktori. Merekmu tercantum di situs ulasan, daftar penyedia, atau direktori usaha.
  • Konten bersponsor. Merekmu muncul di artikel atau unggahan yang kamu bayar, yang seharusnya diberi label.

Brand mention dekat dengan konsep earned media. Bedanya, earned media menekankan bahwa ruangnya tidak dibayar, sedangkan brand mention mencakup semua penyebutan, termasuk yang berbayar dan yang negatif.

Jenis brand mention: linked dan unlinked

Cara paling umum membagi brand mention adalah berdasarkan ada tidaknya tautan.

Diagram perbedaan linked mention yang menyebut merek sekaligus menautkan situs dan unlinked mention yang hanya menyebut nama merek tanpa tautan
Brand mention tidak selalu disertai tautan. Keduanya tetap memberi tahu pembaca tentang merekmu.
Aspek Linked mention Unlinked mention
Bentuk Nama merek disertai tautan ke situsmu Nama merek tanpa tautan
Kunjungan rujukan Bisa, lewat klik Tidak langsung, pembaca harus mencari sendiri
Terlihat di alat cek backlink Ya Tidak
Contoh "Data diolah dari laporan [nama merek]" dengan tautan "Menurut [nama merek], permintaan naik" tanpa tautan

Selain berdasarkan tautan, brand mention juga bisa dipilah berdasarkan sentimen (positif, netral, negatif) dan berdasarkan siapa yang menyebut (media, pakar, pelanggan, pesaing). Kombinasi ketiganya membantu menentukan sebutan mana yang perlu ditindaklanjuti lebih dulu.

Linked mention dari situs lain adalah backlink. Karena itu, setiap backlink yang memuat nama merekmu sekaligus brand mention. Sebaliknya, banyak brand mention tidak pernah tercatat sebagai backlink karena tidak memuat tautan.

Di mana brand mention muncul

Tempat munculnya brand mention menentukan cara memantau dan menindaklanjutinya.

Diagram lokasi brand mention: media online, blog dan situs industri, media sosial dan forum, serta ulasan dan direktori
Penyebutan merek bisa muncul di banyak tempat. Tiap tempat butuh cara pemantauan yang berbeda.
  • Media online. Berita, artikel opini, dan liputan acara. Biasanya paling berpengaruh pada reputasi, terutama di media yang dibaca audiensmu.
  • Blog dan situs industri. Ulasan produk, daftar rekomendasi, dan studi kasus. Sering menjadi sumber linked mention yang relevan.
  • Media sosial dan forum. Unggahan, komentar, utas diskusi, dan grup komunitas. Paling cepat menyebar dan paling sulit dipantau tuntas.
  • Ulasan dan direktori. Situs ulasan, peta, marketplace, dan direktori usaha. Sering menjadi hal pertama yang dibaca calon pelanggan.

Jangan lupakan sebutan lisan. Merekmu bisa disebut di podcast, siaran video, atau webinar tanpa pernah ditulis di halaman web. Sebutan semacam ini jarang tertangkap alat pemantau teks, padahal pendengarnya sering kali audiens yang paling tertarik. Cara paling praktis adalah bertanya kepada pelanggan baru dari mana mereka pertama kali mendengar tentang merekmu, lalu mencatat jawabannya bersama catatan pemantauan lain. Dari situ kamu bisa tahu acara atau kanal mana yang ternyata paling sering membuat orang mencari namamu.

Pemantauan percakapan di media sosial dikenal sebagai social listening. Wikipedia menggolongkannya sebagai bagian dari analitik media sosial, yaitu proses mengumpulkan dan menganalisis data dari jejaring sosial (Wikipedia).

Brand mention dan SEO: apa yang benar-benar diketahui

Banyak artikel menyebut brand mention sebagai faktor peringkat. Klaim itu perlu dipilah antara yang terdokumentasi dan yang hanya dugaan.

Yang terdokumentasi. Panduan penilai kualitas Google meminta penilai meneliti reputasi situs dan pembuat konten lewat sumber independen. Panduan itu menyebut artikel berita, artikel Wikipedia, tulisan blog, artikel majalah, diskusi forum, dan penilaian dari organisasi independen sebagai sumber informasi reputasi yang baik. Panduan itu juga menulis bahwa bila sumber independen yang tepercaya berbeda pendapat dengan klaim situs tentang dirinya, sumber independen yang dipercaya. Ini sejalan dengan konsep E-E-A-T.

Yang sering dikutip, tetapi perlu hati-hati. Paten Google US8682892B1, diajukan 2012 dan diberikan 2014, membedakan express link (hyperlink yang bisa diklik) dan implied link, yaitu rujukan ke sebuah sumber tanpa tautan. Paten menunjukkan ide yang pernah dikembangkan, tetapi tidak membuktikan bahwa ide itu dipakai dalam sistem peringkat saat ini.

Catatan

Dengan kata lain, brand mention bernilai karena dibaca orang. Penilai kualitas Google meneliti reputasi dengan cara yang sama seperti calon pelangganmu: mencari tahu apa kata orang lain.

Cara memantau brand mention

Memantau brand mention tidak harus mahal. Yang penting rutin dan tercatat.

Diagram lima langkah memantau brand mention: tentukan kata kunci pantauan, pasang alat pantau, cari manual secara berkala, catat dan nilai tiap penyebutan, lalu periksa laporan rujukan
Pemantauan yang rutin membuat kamu tahu lebih dulu ketika merekmu dibicarakan, baik maupun buruk.
  1. Tentukan kata kunci pantauan. Nama merek, salah ketik yang umum, nama produk, nama pendiri atau juru bicara, dan slogan khas. Tulis nama merek di dalam tanda kutip supaya hasilnya lebih tepat.
  2. Pasang alat pantau. Google Alerts mengirim email setiap kali Google menemukan hasil pencarian baru yang cocok. Kamu bisa mengatur seberapa sering notifikasi dikirim, jenis situs, bahasa, wilayah, dan jumlah hasil.
  3. Lengkapi dengan pencarian manual. Cari nama merek di Google, di kolom pencarian media sosial, dan di forum yang relevan seminggu sekali. Alat otomatis jarang menangkap semua sebutan.
  4. Catat dan nilai. Buat tabel sederhana berisi tanggal, sumber, sentimen, ada tidaknya tautan, dan tindak lanjut. Catatan ini berguna untuk membaca tren dari bulan ke bulan.
  5. Periksa laporan rujukan. Laporan rujukan di alat analitik dan cek backlink memperlihatkan linked mention yang benar-benar mengirim kunjungan.

Tips

Cara menindaklanjuti brand mention

Tidak semua sebutan perlu dibalas. Pilih tindakan berdasarkan sentimen, konteks, dan pengaruh sumbernya.

Diagram cara menindaklanjuti brand mention: berterima kasih untuk sebutan positif, minta tautan untuk sebutan tanpa tautan yang relevan, dan tanggapi sebutan negatif dengan fakta
Tidak semua sebutan perlu dibalas. Pilih tindakan sesuai sentimen dan konteksnya.
Jenis sebutan Tindakan yang disarankan Yang perlu dihindari
Positif dengan tautan Ucapkan terima kasih, bagikan di saluran milikmu dengan menyebut sumbernya Mengubah isi kutipan atau memotongnya sampai maknanya berbeda
Positif tanpa tautan Bila relevan, hubungi penulis dan tawarkan tautan ke halaman yang paling tepat Menuntut tautan atau menawarkan bayaran untuk tautan editorial
Netral, informasi keliru Kirim koreksi dengan data pendukung ke penulis atau redaksi Membalas dengan nada menyerang di media sosial
Negatif dari pelanggan Tanggapi di tempat yang sama dengan fakta dan solusi, lanjutkan lewat jalur pribadi Menghapus jejak, membuat akun palsu untuk membela diri

Saat meminta tautan untuk unlinked mention, ingat bahwa keputusan ada di tangan penulis. Permintaan yang sopan dan relevan bagi pembaca peluangnya lebih besar. Menawarkan uang untuk tautan editorial justru masuk wilayah yang digolongkan Google sebagai link spam, seperti dijelaskan di artikel black hat SEO.

Cara mendapatkan brand mention secara wajar

Brand mention yang bernilai muncul karena ada alasan untuk menyebutmu. Beberapa cara yang terbukti wajar:

  • Terbitkan data atau riset sendiri. Data orisinal yang dijelaskan cara pengumpulannya sering dikutip media dan penulis lain.
  • Jadilah narasumber. Tawarkan keahlian pendiri atau tim ke wartawan yang meliput topikmu. Ini bagian inti dari kerja humas dan digital PR.
  • Hadir di acara dan komunitas. Bicara di seminar, podcast, atau konferensi pers yang relevan membuat namamu dikenal di kalangan yang tepat.
  • Siapkan bahan yang mudah dikutip. Halaman ruang media dan media kit yang rapi memudahkan penulis menyebut merekmu dengan benar.
  • Berikan pengalaman yang layak dibicarakan. Pelanggan yang puas adalah sumber brand mention paling alami.
  • Gunakan artikel bersponsor yang berlabel. Kalau butuh kepastian tayang, artikel bersponsor sah selama labelnya jujur dan tautannya ditandai rel="sponsored" sesuai panduan Google. Penjelasannya ada di artikel advertorial.

Brand mention juga ikut membentuk brand awareness. Semakin sering merekmu disebut di tempat yang dibaca audiensmu, semakin besar peluang mereka mengingatnya saat butuh.

Contoh penerapan untuk usaha kecil

Bayangkan sebuah usaha katering rumahan di Yogyakarta yang mulai menerima pesanan kantor. Pemiliknya memasang Google Alerts untuk nama usahanya dan nama pemiliknya, lalu setiap Jumat mencari nama usahanya di mesin pencari dan di grup komunitas kuliner kota itu.

Dalam satu bulan, ia menemukan tiga sebutan. Pertama, unggahan pelanggan yang memuji menu makan siangnya. Ia membalas dengan terima kasih dan meminta izin untuk memajang unggahan itu di situsnya. Kedua, artikel blog kuliner lokal yang memasukkan usahanya ke daftar rekomendasi tanpa tautan. Ia mengirim pesan singkat, berterima kasih, dan menawarkan tautan ke halaman menu yang memuat harga terbaru, karena pembaca daftar itu pasti mencari menu. Ketiga, keluhan tentang pesanan yang terlambat di sebuah forum. Ia menanggapi di utas yang sama, menjelaskan penyebabnya, dan menawarkan penyelesaian lewat pesan pribadi.

Tidak ada satu pun langkah itu yang membutuhkan alat berbayar. Yang dibutuhkan hanyalah kebiasaan memantau, mencatat, dan menanggapi dengan cara yang tepat.

Mengukur hasil pemantauan brand mention

Catatan pemantauan baru berguna kalau dibaca ulang. Setiap akhir bulan, lihat kembali tabel sebutan dan jawab beberapa pertanyaan:

  1. Berapa sebutan baru bulan ini, dan dari mana saja? Bandingkan dengan bulan sebelumnya untuk melihat arah.
  2. Bagaimana perbandingan sentimennya? Kenaikan sebutan negatif adalah tanda ada masalah layanan yang perlu dibereskan, bukan sekadar masalah komunikasi.
  3. Berapa unlinked mention yang berhasil menjadi linked mention? Angka ini menunjukkan efektivitas permintaan tautan yang kamu kirim.
  4. Sebutan mana yang mengirim kunjungan? Cocokkan dengan laporan rujukan di alat analitik.
  5. Kampanye apa yang memicu sebutan? Rilis, acara, atau riset tertentu biasanya terlihat jelas dari lonjakan sebutan sesudahnya.

Jawaban atas pertanyaan itu membantu menentukan kegiatan mana yang layak diulang dan mana yang perlu diganti.

Kesalahan umum soal brand mention

  • Hanya menghitung backlink. Banyak percakapan penting tentang merekmu tidak memuat tautan dan tidak muncul di alat cek backlink.
  • Mengabaikan sebutan negatif. Keluhan yang dibiarkan bisa terus muncul saat orang mencari nama merekmu.
  • Mengejar jumlah, bukan relevansi. Ratusan sebutan di situs yang tidak dibaca audiensmu tidak banyak artinya.
  • Membeli sebutan tanpa label. Ulasan atau artikel berbayar yang disamarkan merusak kepercayaan pembaca saat ketahuan.
  • Tidak mencatat. Tanpa catatan, kamu tidak bisa membandingkan bulan ini dengan bulan lalu atau mengukur dampak sebuah kampanye.

Ringkasan

Brand mention adalah setiap penyebutan merekmu di luar saluran milikmu sendiri, dengan atau tanpa tautan. Linked mention bisa mengirim kunjungan dan tercatat sebagai backlink, sedangkan unlinked mention tetap membentuk reputasi. Dokumen Google yang terbuka menunjukkan bahwa reputasi dinilai lewat sumber independen seperti berita dan ulasan, tetapi tidak ada pernyataan resmi bahwa sebutan tanpa tautan menaikkan peringkat. Pantau sebutan secara rutin, tindak lanjuti sesuai sentimennya, dan raih sebutan lewat data, keahlian, dan pengalaman pelanggan yang layak dibicarakan.

Kalau kamu ingin merekmu dibahas di media dengan label yang jelas dan data pembaca bersumber, lihat artikel bersponsor di media. Untuk menyebarkan kabar ke beberapa media sekaligus, ada layanan jasa press release.

Pertanyaan yang sering diajukan

Brand mention adalah setiap penyebutan nama merek, produk, atau perusahaanmu di tempat lain, misalnya di berita, blog, forum, ulasan, atau media sosial. Penyebutan itu bisa disertai tautan ke situsmu atau hanya berupa teks nama merek.

Linked mention menyebut merekmu sekaligus menautkan situsmu, sehingga pembaca bisa langsung berkunjung. Unlinked mention hanya menyebut nama merek tanpa tautan. Keduanya membantu orang mengenal merekmu, tetapi hanya linked mention yang mengirim kunjungan lewat klik.

Google tidak pernah menyatakan unlinked mention sebagai faktor peringkat. Yang terdokumentasi adalah panduan penilai kualitas Google yang meminta penilai meneliti reputasi lewat sumber independen seperti berita dan ulasan, serta paten Google yang membahas referensi tanpa tautan. Jadi brand mention lebih tepat dilihat sebagai sinyal reputasi, bukan jaminan peringkat.

Pasang Google Alerts dengan nama merek, nama produk, dan nama pendiri dalam tanda kutip. Lengkapi dengan pencarian manual berkala di Google, pencarian di media sosial, dan laporan rujukan di alat analitik untuk melihat situs yang mengirim kunjungan.

Kalau artikelnya relevan dan tautan akan membantu pembaca, hubungi penulis atau redaksinya dengan sopan, ucapkan terima kasih, lalu tawarkan tautan ke halaman yang paling tepat. Jangan menuntut, dan jangan menawarkan bayaran untuk tautan editorial.

Baca dulu konteksnya. Kalau ada keluhan pelanggan yang nyata, tanggapi dengan fakta dan solusi di tempat yang sama. Kalau ada kesalahan fakta di berita, hubungi redaksi dengan data pendukung dan minta koreksi sesuai mekanisme media itu.

Backlink adalah tautan dari situs lain ke situsmu. Brand mention adalah penyebutan nama merekmu, dengan atau tanpa tautan. Jadi setiap backlink yang memuat nama merek adalah brand mention, tetapi tidak setiap brand mention adalah backlink.

Sah selama labelnya jujur bagi pembaca. Artikel bersponsor adalah paid media, jadi sebaiknya diberi label yang jelas, dan tautannya ditandai rel sponsored sesuai panduan Google tentang tautan berbayar.

Artikel terkait