Backlink & SEO
Backlink Gratis: Cara Mendapatkannya dan Kapan Perlu Membeli
Backlink gratis masih bisa kamu dapatkan, asal tahu mana yang bernilai. Cara mendapatkannya, hasil pemeriksaan atribut link kami, dan kapan perlu membeli.
Tim Redaksi LiputinTerbit 12 menit baca

Backlink gratis masih bisa kamu dapatkan di 2026, tapi yang gratis hanya uangnya. Waktunya tetap harus kamu bayar, dan banyak daftar "situs backlink gratis" yang beredar ternyata memberi link bertanda nofollow, atau malah berisi taktik yang Google sebut sebagai contoh spam link. Artikel ini membahas mana yang layak dikejar, mana yang sebaiknya dilewati, dan kapan membeli penempatan justru lebih masuk akal.
Kenapa link masih perlu dipikirkan? Dalam studi 2023, Ahrefs meneliti sekitar 14 miliar halaman di database Content Explorer mereka dan menemukan 96,55% di antaranya tidak mendapat trafik sama sekali dari Google. Salah satu alasan yang mereka sebut: halaman itu tidak punya backlink. Kalau kamu belum yakin apa itu backlink dan bagaimana Google memperhitungkannya, baca dulu pengertian backlink dan fungsinya.
Backlink Gratis Itu Apa, dan Kenapa Nilainya Berbeda-beda
Backlink gratis adalah tautan dari situs lain ke situsmu yang tidak kamu bayar dengan uang. Definisinya sederhana, tapi ada dua jenis yang nilainya jauh berbeda:
- Link yang kamu pasang sendiri. Contohnya profil di platform, direktori, kolom komentar, forum, atau tulisan di platform blog terbuka. Kamu yang memutuskan link itu ada.
- Link yang diberikan orang lain. Seseorang menautkan halamanmu karena menurutnya layak dijadikan rujukan: data, panduan, alat, atau opini yang berguna.
Google menulis bahwa mereka memakai link sebagai sinyal untuk menilai relevansi halaman dan untuk menemukan halaman baru. Masalahnya, link jenis pertama paling mudah dibuat, jadi paling mudah juga disalahgunakan. Wajar kalau platform besar menandainya dengan atribut khusus.
Atribut itu tertulis di kode tautan sebagai rel. Menurut panduan Google soal link keluar, rel="ugc" dianjurkan untuk konten buatan pengguna (user-generated content) seperti komentar dan postingan forum, rel="sponsored" untuk iklan atau penempatan berbayar, dan rel="nofollow" untuk kasus lain. Istilah "dofollow" sebenarnya bukan atribut. Itu hanya sebutan untuk link yang tidak memakai ketiga nilai tadi.
Apakah link nofollow berarti tidak berguna? Tidak juga. Pada September 2019, Google mengumumkan bahwa sponsored, ugc, dan nofollow diperlakukan sebagai petunjuk (hint) tentang link mana yang dipertimbangkan, bukan perintah mutlak. Untuk perayapan dan pengindeksan, nofollow menjadi petunjuk mulai 1 Maret 2020. Jadi link nofollow tetap bisa membawa pengunjung, dan Google bisa saja tetap mempertimbangkan link itu. Yang tidak jujur adalah menjualnya sebagai "backlink dofollow DA 90".
| Jenis | Contoh | Siapa yang memutuskan link ada | Yang perlu kamu cek |
|---|---|---|---|
| Dipasang sendiri | Profil platform, direktori, komentar, forum | Kamu | Atribut rel, apakah halaman bisa diindeks, apakah ada orang yang membacanya |
| Diberikan orang lain | Kutipan data, rujukan di artikel media, daftar sumber belajar | Pemilik situs lain | Relevansi situs dan konteks kalimat di sekitar link |
| Relasi yang memang ada | Halaman mitra, daftar anggota asosiasi, pemasok | Kedua pihak | Apakah hubungannya nyata, bukan sekadar tukar link |
Dalam urusan backlink gratis, pembeda paling berguna bukan "dofollow atau nofollow", melainkan satu pertanyaan: apakah ada manusia yang memilih menaruh link itu karena halamanmu memang berguna? Kalau jawabannya ya, satu link seperti itu biasanya lebih bernilai daripada puluhan link profil yang tidak pernah dibuka orang.
Hasil Pemeriksaan Kami: Benarkah Link di Platform Populer Itu Dofollow?
Daftar situs backlink gratis biasanya mencantumkan label dofollow tanpa bukti. Jadi pada 28 September 2026 kami membuka beberapa halaman di platform yang sering muncul di daftar semacam itu, lalu membaca atribut rel langsung dari kode sumbernya. Sampelnya kecil dan platform bisa mengubah aturan kapan saja, tapi hasilnya cukup untuk menunjukkan kenapa label di daftar perlu dicek ulang.
| Platform | Halaman yang kami buka | Tautan keluar yang diperiksa | Atribut yang ditemukan |
|---|---|---|---|
| Medium | Artikel "A Growing List of Free Do-follow Backlinks" | 53 tautan ke situs luar di dalam isi artikel | Semua ugc nofollow |
| GitHub | Halaman profil pengguna | 5 tautan situs pribadi dan media sosial di kolom profil | Semua nofollow me |
| Kompasiana | Artikel tentang backlink natural | 2 tautan penulis ke situs luar | Keduanya nofollow |
Halaman Medium itu sengaja kami pilih karena topiknya justru daftar backlink dofollow gratis. Semua tautan keluar di dalam artikelnya tetap bertanda nofollow. Pola seragam seperti ini biasanya menandakan aturan platform, bukan pilihan penulis. Pelajarannya sederhana: menulis di platform besar tidak otomatis memberi link dofollow, sekalipun tulisannya membahas backlink dofollow.

Mengeceknya tidak butuh alat berbayar. Buka halaman tempat linkmu berada, klik kanan pada link, pilih Inspect (Periksa), lalu lihat apakah tag <a> memuat rel="nofollow", rel="ugc", atau rel="sponsored". Periksa juga apakah halaman itu punya meta robots noindex. Halaman yang tidak diindeks Google hampir tidak membantu apa pun, seberapa pun bagus atribut linknya.
Catatan
Laporan Link di Google Search Console gratis dan menunjukkan situs yang paling sering menautkan ke situsmu. Tapi Google menulis bahwa laporan ini hanya berisi contoh link dan tidak mencantumkan apakah sebuah link bertanda nofollow. Ahrefs Webmaster Tools juga gratis dan bisa dipakai melihat profil backlink situsmu. Untuk memastikan atribut, kamu tetap perlu membuka halamannya.
Cara Mendapatkan Backlink Gratis yang Masih Masuk Akal
Banyak panduan cara membuat backlink berhenti di daftar situs profil dan direktori. Kalau yang kamu cari adalah cara mendapatkan backlink berkualitas tanpa biaya, fokuslah pada link yang diberikan orang lain. Hasilnya lebih lambat daripada membuat 50 profil dalam sehari, tapi inilah jenis link yang tidak perlu kamu khawatirkan setiap kali Google memperbarui sistemnya. Berikut enam cara mendapatkan backlink gratis yang paling layak dicoba, diurutkan dari yang biasanya paling cepat memberi hasil.
1. Minta link dari sebutan merek yang belum ditautkan
Media, blog, atau forum kadang menyebut nama bisnismu tanpa menautkannya. Cari namamu di Google dengan operator penelusuran: tanda petik untuk frasa persis, tanda minus untuk mengecualikan, dan site: untuk situs tertentu. Contohnya "nama bisnis" -site:domainkamu.com. Kalau ketemu, kirim pesan singkat ke penulisnya: terima kasih sudah menyebut, dan apakah berkenan menambahkan tautan supaya pembaca mudah menemukan sumbernya. Ini cara paling ringan karena penulisnya sudah mengenal bisnismu. Supaya tidak perlu mencari manual setiap minggu, pasang Google Alerts untuk nama bisnismu.
2. Tawarkan pengganti untuk link yang rusak
Banyak situs punya halaman "tautan berguna" atau daftar referensi yang sebagian linknya sudah mati. Temukan link yang rusak tanpa alat berbayar: buka halaman itu, klik tautannya satu per satu atau lihat kode status di tab Network DevTools, lalu catat yang membalas 404. Pastikan kamu punya halaman yang isinya setara atau lebih baik, lalu tawarkan sebagai pengganti. Kamu membantu pemilik situs merapikan halamannya, jadi permintaanmu tidak terasa seperti meminta-minta.
3. Buat halaman yang layak dikutip
Orang menautkan halaman yang memudahkan pekerjaan mereka: data yang belum ada di tempat lain, kalkulator, templat, atau daftar harga yang rajin diperbarui. Studi Backlinko terhadap 11,8 juta hasil pencarian Google (terbit 2016, diperbarui 2025) menemukan hasil peringkat pertama rata-rata punya 3,8 kali lebih banyak backlink dibanding posisi 2 sampai 10. Studi yang sama menyebut jumlah domain perujuk (situs berbeda yang menautkan) tampak berpengaruh pada peringkat. Korelasi bukan sebab-akibat, tapi polanya masuk akal: halaman yang sering dijadikan rujukan cenderung berada di atas.
Untuk bisnis lokal, data orisinal tidak harus survei besar. Rekap harga bahan baku bulanan dari catatanmu sendiri, atau hasil uji produk yang kamu lakukan, sudah cukup jadi alasan orang menautkan. Dari semua sumber backlink gratis, jenis inilah yang biasanya paling awet.
4. Jadi narasumber lewat digital PR
Wartawan dan penulis konten butuh narasumber yang paham topiknya. Tawarkan komentar ahli, data, atau studi kasus ke media di niche-mu. Pendekatan ini kami bahas lebih lengkap di artikel tentang strategi digital PR. Kalau kamu menyiapkan rilis, pahami dulu struktur press release yang benar, dan jangan menjejalkan anchor berisi kata kunci. Google memasukkan link dengan teks yang dioptimalkan di rilis pers dan postingan tamu sebagai contoh spam link.
5. Tulis artikel tamu tanpa mengejar anchor
Guest post (artikel tamu di situs orang lain) masih berguna untuk menjangkau pembaca baru. Yang berubah adalah caranya: pakai nama merek atau URL sebagai teks link, tulis untuk pembaca situs itu, dan terima kalau editornya memberi atribut nofollow. Kalau tujuan utamamu hanya menanam anchor "jasa X murah", itu persis pola yang disebut dalam kebijakan Google.
6. Manfaatkan relasi yang memang ada
Pemasok, mitra distribusi, asosiasi usaha, komunitas, atau acara yang kamu ikuti sering punya halaman daftar anggota atau mitra. Minta dicantumkan kalau hubungannya nyata. Bedanya dengan tukar link ada pada alasannya: link muncul karena kerja samanya ada, bukan karena kalian sepakat saling menautkan.
Tips
Saat menghubungi pemilik situs, sebutkan halaman spesifik yang kamu maksud dan alasan linkmu membantu pembacanya. Pesan generik "mohon backlink" hampir pasti diabaikan.
Soal ekspektasi, ada angka pembanding. Studi Backlinko bersama Pitchbox pada 2019 atas 12 juta email outreach menemukan hanya 8,5% yang dibalas. Angkanya sudah lama, tapi cukup untuk menakar ekspektasi. Artinya dari 100 email, bersiaplah hanya menerima sekitar 8 sampai 9 balasan, dan balasan belum tentu berarti link terpasang. Kabar baiknya, studi yang sama menemukan email tindak lanjut (follow-up) tampak menaikkan tingkat balasan secara signifikan.
Taktik yang Justru Masuk Daftar Spam Link Google
Bagian ini paling penting. Banyak taktik backlink gratis yang populer justru disebut satu per satu dalam kebijakan spam Google. Google mendefinisikan spam link sebagai praktik membuat link ke atau dari situs terutama untuk memanipulasi peringkat penelusuran, lalu memberi contoh yang terasa sangat familier:
- Menggunakan program atau layanan otomatis untuk membuat link ke situsmu.
- Tukar link berlebihan ("Tautkan ke situs saya lalu saya akan menautkan ke situs Anda").
- Link dari situs bookmark atau direktori berkualitas rendah.
- Komentar forum dengan link yang dioptimalkan di postingan atau tanda tangan.
- Link yang disebar luas di footer atau template berbagai situs.
Menurut kami, "backlink generator" yang menjanjikan ratusan link dalam hitungan menit masuk contoh pertama. Istilah itu tafsiran kami, bukan kata-kata Google.
Konsekuensinya juga tertulis. Google mendeteksi pelanggaran lewat sistem otomatis dan, bila perlu, peninjauan manual yang bisa berujung tindakan manual. Situs yang melanggar mungkin turun peringkat atau tidak muncul sama sekali di hasil penelusuran.
Perhatian
"Gratis" di sini hanya soal uang. Membersihkan profil link dari ratusan link spam jauh lebih mahal waktunya daripada tidak membuatnya sejak awal. Jaringan blog yang dibuat khusus untuk menaruh link juga masuk kategori berisiko. Penjelasan lengkapnya ada di artikel PBN adalah.
Bukan berarti semua profil dan direktori backlink gratis itu buruk. Profil bisnis di platform yang benar-benar dipakai calon pelanggan tetap berguna supaya kamu mudah ditemukan. Yang bermasalah adalah membuatnya secara massal di situs yang tidak dikunjungi siapa pun, hanya demi menaikkan angka backlink di alat SEO.
Kapan Perlu Membeli Backlink, dan Apa yang Sebenarnya Kamu Beli
Sebelum membandingkan harga, hitung dulu biaya jalur backlink gratis. Setelah itu baru jelas apakah membeli penempatan masuk akal untuk situasimu.
Hitung dulu biaya waktunya
Setiap cara mendapatkan backlink gratis di bagian sebelumnya punya harga, hanya saja dibayar dengan jam kerja. Menulis artikel tamu yang layak butuh riset dan penyuntingan. Outreach butuh daftar kontak, pesan yang dipersonalisasi, dan tindak lanjut. Aset data butuh pengumpulan dan pembaruan rutin.

Cara menghitungnya sederhana. Catat berapa menit yang kamu habiskan untuk satu email outreach yang dipersonalisasi, kalikan 100, lalu ingat bahwa tingkat balasan di studi tadi hanya 8,5%. Hasilnya perkiraan jam kerja untuk mendapat segelintir balasan, belum termasuk menulis kontennya. Bandingkan dengan nilai jam kerjamu atau timmu.
Hitungan ini bukan untuk membuatmu berhenti mengejar backlink gratis. Link yang diperoleh lewat jalur ini justru yang paling awet. Tapi kalau target, tenggat, atau kapasitas timmu tidak memungkinkan, menunggu link datang sendiri bisa berarti kehilangan momentum.
Situasi yang masuk akal untuk membeli
Membeli penempatan masuk akal kalau kamu meluncurkan produk dan butuh eksposur di media dalam waktu dekat, kalau kamu ingin menjangkau pembaca spesifik di media atau blog tertentu, atau kalau bisnismu bergerak di niche yang jarang dikutip orang sehingga link alami datang sangat lambat.
Pahami aturannya supaya ekspektasimu tepat. Google menyatakan bahwa jual beli link adalah hal wajar dalam ekonomi web untuk tujuan iklan dan sponsor, dan tidak melanggar kebijakannya selama link itu diberi atribut rel="nofollow" atau rel="sponsored". Di sisi media, Pedoman Pemberitaan Media Siber mewajibkan setiap isi berbayar mencantumkan keterangan seperti "advertorial", "iklan", "ads", atau "sponsored". Jadi yang paling bisa dipertanggungjawabkan saat membeli adalah eksposur, trafik rujukan, dan kredibilitas di depan pembaca, bukan janji ranking. Formatnya kami bahas di artikel advertorial adalah.
| Aspek | Backlink yang diberikan orang lain | Penempatan berbayar |
|---|---|---|
| Biaya uang | Nol | Sesuai harga situs |
| Biaya waktu | Tinggi: riset, konten, outreach | Lebih rendah: memilih situs dan menyiapkan artikel |
| Kendali atas waktu tayang | Hampir tidak ada | Ada tenggat yang disepakati |
| Atribut link | Ditentukan pemilik situs | Menurut Google seharusnya sponsored atau nofollow; cek yang benar-benar terpasang |
| Label di halaman | Tidak ada | Wajib berlabel iklan di media siber |
| Risiko utama | Tidak ada link yang didapat | Membayar untuk metrik yang tidak bisa dibuktikan atau link yang hilang |
Risiko terbesar saat membeli bukan soal Google, melainkan soal bukti. Sebelum membayar, pastikan kamu bisa menjawab empat pertanyaan: dari mana angka trafik situs itu dan kapan diukur, atribut apa yang benar-benar terpasang setelah tayang, apakah label iklannya sesuai, dan apa yang terjadi kalau linknya hilang bulan depan.
Kalau kamu memutuskan untuk beli backlink, di Liputin setiap listing menampilkan angka pembaca beserta sumber dan tanggal ceknya, dan atribut link serta label iklan dicek otomatis saat URL tayang dikirim. Setelah order Media atau Blog selesai, link dipantau tiap 7 hari selama 90 hari. Kalau link hilang atau halaman tidak bisa dibuka pada 3 cek berturut, publisher diminta memperbaikinya dalam 7 hari, dan hasil setiap cek tampil di halaman order. Cara harga dihitung dijelaskan di halaman harga backlink.
Kesimpulan: Kejar yang Gratis, Bayar Hanya yang Bisa Dicek
Backlink gratis tetap layak dikejar, asal kamu mengejar jenis yang tepat: link yang diberikan orang lain karena halamanmu berguna. Klaim sebutan merek yang belum ditautkan, tawarkan pengganti link rusak, buat halaman yang layak dikutip, dan jadilah narasumber. Lewati program pembuat link otomatis (termasuk backlink generator), komentar forum berisi anchor, dan tukar link massal, karena semuanya masuk contoh spam link di kebijakan Google.
Anggap label "dofollow" di daftar mana pun sebagai klaim, bukan fakta, lalu buka halamannya dan periksa atributnya. Kalau waktu dan tenggat membuat jalur gratis tidak realistis, membeli penempatan adalah pilihan yang sah, asal yang kamu beli adalah eksposur yang bisa dibuktikan. Untuk melihat seperti apa penempatan berbayar dengan hasil cek link per order, mulai dari halaman jasa backlink kami.
Sumber
- Ahrefs: 96.55% of Content Gets No Traffic From Google (2023)
- Google Search Central: Praktik terbaik link untuk Google
- Google Search Central: Mengualifikasi link keluar ke Google
- Google Search Central Blog: Evolving nofollow, new ways to identify the nature of links (2019)
- Google Search Central: Kebijakan spam untuk Google Penelusuran Web
- Bantuan Search Console: Laporan link
- Bantuan Google Penelusuran: Menyaring penelusuran Google
- Backlinko: We Analyzed 11.8 Million Google Search Results (terbit 2016, diperbarui 2025)
- Backlinko: We Analyzed 12 Million Outreach Emails (2019)
- Antaranews: Pedoman Pemberitaan Media Siber
- Ahrefs Webmaster Tools
- Sampel cek atribut (dibuka 28 September 2026): artikel Medium, profil GitHub, artikel Kompasiana
Pertanyaan yang sering diajukan
Bisa, terutama link yang diberikan orang lain karena halamanmu layak dijadikan rujukan. Google menyebut link sebagai salah satu sinyal untuk menilai relevansi halaman dan menemukan halaman baru. Link profil atau direktori yang dibuat massal nilainya kecil, dan sebagian malah termasuk contoh spam link dalam kebijakan spam Google.
Tidak begitu. Sejak 2019 Google memperlakukan atribut nofollow, ugc, dan sponsored sebagai petunjuk, bukan perintah mutlak. Link nofollow juga tetap bisa mendatangkan pengunjung dari halaman tempatnya berada. Yang perlu dihindari adalah membayar atau membuang waktu untuk link yang diklaim dofollow padahal tidak.
Buka halaman tempat linkmu berada, klik kanan pada link, pilih Inspect atau Periksa, lalu lihat tag a-nya. Kalau ada atribut rel berisi nofollow, ugc, atau sponsored, link itu tidak dofollow. Cek juga apakah halamannya memuat meta robots noindex, karena halaman yang tidak diindeks nilainya kecil.
Profil di platform yang benar-benar dipakai calon pelangganmu tidak masalah dan membantu kamu ditemukan. Yang berisiko adalah membuatnya massal di situs bookmark atau direktori berkualitas rendah, apalagi memakai alat otomatis. Keduanya disebut sebagai contoh spam link dalam kebijakan spam Google.
Google menyebut jual beli link untuk memanipulasi peringkat sebagai spam link. Namun Google juga menyatakan jual beli link untuk tujuan iklan dan sponsor adalah hal wajar dan tidak melanggar kebijakannya selama linknya diberi atribut rel nofollow atau sponsored. Di media siber Indonesia, isi berbayar juga wajib diberi label seperti advertorial, iklan, ads, atau sponsored.
Laporan Link di Google Search Console gratis dan menampilkan contoh situs yang menautkan ke situsmu, tapi tidak mencantumkan apakah link itu nofollow. Ahrefs Webmaster Tools adalah paket alat gratis dari Ahrefs yang memuat Site Explorer untuk melihat profil backlink situsmu sendiri.
Artikel terkait

Backlink & SEO12 menit baca
Backlink Adalah: Fungsi, Jenis, dan Cara Menilai Kualitasnya
Backlink adalah link dari situs lain ke situsmu. Pahami fungsi dan jenisnya, aturan Google soal link berbayar, dan cara menilai kualitasnya sendiri.

Backlink & SEO12 menit baca
PBN Adalah: Cara Kerja, Risiko, dan Alternatif Backlink
PBN adalah jaringan blog yang dibuat untuk menyalurkan backlink. Pahami cara kerjanya, risikonya menurut kebijakan spam Google, dan cara mengenalinya.

Backlink & SEO11 menit baca
Internal Link: Pengertian, Fungsi untuk SEO, dan Cara Membuatnya
Internal link adalah tautan antarhalaman di situs yang sama. Pelajari fungsinya untuk SEO, jenis-jenisnya, cara memilih anchor, dan cara mengauditnya.