Media & PR
Press Release Adalah: Pengertian, Struktur, dan Contohnya
Press release adalah dokumen resmi yang dikirim ke media agar diolah jadi berita. Pelajari struktur, contoh siap pakai, cara membuat, dan cara distribusinya.
Tim Redaksi LiputinTerbit 14 menit baca

Press release adalah dokumen resmi berisi kabar bernilai berita yang disusun perusahaan, lembaga, atau perorangan, lalu dikirim ke media agar diolah menjadi berita. Dalam bahasa Indonesia namanya siaran pers. Kata kuncinya ada di "diolah": rilis belum menjadi berita sampai redaksi memutuskan memuatnya.
Formatnya sudah berumur lebih dari seabad. Setelah kecelakaan kereta di Atlantic City pada 28 Oktober 1906, Ivy Lee meyakinkan Pennsylvania Railroad untuk memberikan pernyataan resmi kepada wartawan di lokasi. The New York Times memuat pernyataan itu kata per kata pada 30 Oktober 1906 (Wikipedia). Sampai sekarang formatnya masih dipakai. Dalam laporan State of the Media 2025 dari Cision, 72% jurnalis menyebut press release sebagai bahan paling berguna yang bisa diberikan tim PR. Survei itu melibatkan lebih dari 3.000 jurnalis di 19 pasar global.
Saat menyiapkan artikel ini, kami membuka sepuluh artikel teratas tentang press release di hasil pencarian. Tidak satu pun membahas embargo, kewajiban label untuk rilis yang tayang berbayar, atau sikap Google terhadap link di dalam rilis. Padahal tiga hal itu menentukan apakah rilismu aman ditayangkan. Jadi selain pengertian, struktur, dan contoh, kita bahas juga ketiganya.
Apa itu press release, bedanya dengan berita dan advertorial
Singkatnya, press release adalah bahan mentah untuk berita. Perusahaan menulisnya dari sudut pandangnya sendiri. Begitu rilis terkirim, keputusan pindah ke redaksi. Wikipedia bahasa Indonesia mencatat empat perlakuan yang umum: dipublikasikan sebagaimana adanya, ditulis ulang agar sesuai format berita, dipadatkan bila isinya bertele-tele, atau informasinya dilacak lebih lanjut untuk melengkapi berita. Kemungkinan kelima tidak perlu ditulis siapa pun: tidak dimuat sama sekali.
Fakultas Bisnis Hukum dan Ilmu Sosial Umsida merangkum bedanya dengan berita secara rapi. Press release berasal dari perusahaan atau organisasi dan ditujukan ke media massa agar diolah lebih lanjut. Berita ditulis jurnalis dan langsung diterbitkan untuk khalayak. Gaya rilis cenderung formal dan promosi, sedangkan berita lebih netral dan faktual.
Di Indonesia ada bentuk ketiga yang sering disamakan dengan rilis, yaitu advertorial atau artikel bersponsor. Isinya bisa persis sama dengan press release, tetapi tayang karena dibayar. Untuk bentuk ini, Pedoman Pemberitaan Media Siber tegas. Media siber wajib membedakan produk berita dan iklan. Setiap isi berbayar wajib mencantumkan keterangan "advertorial", "iklan", "ads", "sponsored", atau kata lain yang menjelaskan bahwa isinya iklan. Pedoman ini disusun Dewan Pers bersama organisasi pers, pengelola media siber, dan masyarakat, lalu ditetapkan pada 3 Februari 2012.
| Aspek | Press release | Berita | Advertorial (artikel bersponsor) |
|---|---|---|---|
| Siapa yang menulis | Perusahaan atau humasnya | Jurnalis | Pengiklan, atau media atas pesanan pengiklan |
| Siapa yang memutuskan tayang | Redaksi | Redaksi | Kesepakatan komersial dengan media |
| Ada pembayaran ke media | Tidak | Tidak | Ya |
| Kendali atas isi setelah dikirim | Rendah, redaksi bebas mengubah | Tidak ada | Tinggi, sesuai kesepakatan dan pedoman media |
| Label konten berbayar | Tidak perlu bila dimuat sebagai berita | Tidak perlu | Wajib ("advertorial", "iklan", "ads", "sponsored", atau sejenisnya) |
| Kepastian tayang | Tidak pasti | Tidak berlaku | Sesuai kesepakatan |
Menurut kami, di sinilah kebingungan terbesar pemilik bisnis. Kalau kamu membayar supaya rilis pasti tayang, yang kamu beli sebenarnya advertorial. Label di atas artikel itu tanda media yang patuh aturan, bukan cacat. Penjelasan lengkap soal format ini ada di artikel advertorial adalah.
Fungsi dan jenis press release untuk bisnis
Karena press release adalah pernyataan resmi, setiap kalimatnya ikut dipertanggungjawabkan oleh pengirimnya. Fungsi paling dasarnya memberi tahu publik lewat media bahwa ada kabar resmi. Dalam praktik, rilis punya tiga peran lain yang sering terlupa.
- Rujukan tunggal saat ada masalah. Rilis pertama versi Ivy Lee tadi adalah rilis krisis. Perusahaan bicara lebih dulu dengan versi fakta yang bisa dipertanggungjawabkan, sebelum kabar liar beredar.
- Bahan kutipan untuk jurnalis. Rilis yang baik menyediakan angka, kutipan narasumber, dan kontak. Jurnalis yang dikejar tenggat butuh ketiganya di satu tempat.
- Arsip resmi. Bank Indonesia, misalnya, mengumpulkan rilisnya di menu Berita Terkini (Siaran Pers) di situsnya. Arsip seperti ini jadi jejak yang bisa dicek siapa saja, termasuk calon mitra dan investor.
Yang jarang dibahas: press release bukan alat promosi harian. Kalau tidak ada yang baru, jangan kirim. Dalam survei Cision yang sama, 86% jurnalis mengaku langsung menolak pitch yang tidak sesuai bidang liputan atau audiens mereka. Rilis tanpa kabar nyata berisiko membuat redaksi berhenti membuka email berikutnya darimu.
Jenis press release yang paling sering dipakai
Beberapa artikel populer membagi rilis menjadi basic publicity release, product release, dan financial release. Kami lebih suka membaginya berdasarkan pemicu. Pada dasarnya press release adalah kabar, jadi pembagian ini langsung menjawab pertanyaan "apakah kabar saya layak dirilis?".
| Jenis | Kapan dipakai | Contoh pemicu |
|---|---|---|
| Peluncuran produk atau layanan | Ada produk atau layanan baru yang bisa dicoba publik | Aplikasi baru, menu baru, layanan antar |
| Acara | Sebelum acara (undangan liputan) atau sesudahnya (hasil acara) | Seminar, pameran, pembukaan cabang |
| Kerja sama | Dua pihak resmi bekerja sama | Nota kesepahaman, kemitraan distribusi |
| Pencapaian atau keuangan | Ada angka atau penghargaan yang bisa diverifikasi | Laporan kinerja, pendanaan, penghargaan |
| Pergantian pimpinan | Posisi kunci berganti | Direktur atau kepala cabang baru |
| Klarifikasi atau krisis | Ada isu yang perlu diluruskan | Gangguan layanan, penarikan produk |
Rilis Bank Indonesia yang kita bedah di bagian berikutnya termasuk jenis acara, yaitu laporan hasil setelah sebuah festival ditutup.
Struktur press release yang dipakai rilis resmi
Karena press release adalah dokumen yang akan dikutip dan dipotong, strukturnya dibuat supaya redaksi bisa memangkas dari bawah tanpa kehilangan inti. Pola ini disebut piramida terbalik: informasi terpenting di atas, detail makin ke bawah.

Urutan bagiannya:
- Keterangan rilis. Tulisan "Untuk segera dipublikasikan" atau baris embargo, ditambah nomor rilis bila organisasimu memakainya.
- Judul. Satu kalimat faktual berisi subjek, kata kerja aktif, dan inti kabar.
- Dateline dan teras (lead). Kota dan tanggal, lalu paragraf pertama yang menjawab siapa, apa, kapan, di mana, mengapa, dan bagaimana (5W+1H).
- Isi. Detail, konteks, dan data pendukung beserta sumbernya.
- Kutipan. Satu atau dua kutipan dari orang yang berwenang bicara.
- Boilerplate. Paragraf pendek "Tentang [nama usaha]" yang isinya sama di setiap rilis.
- Kontak media. Nama, jabatan, email, dan nomor telepon yang benar-benar aktif.
- Lampiran. Foto resolusi tinggi, dokumen pendukung, atau tautan unduhan.
Tips
Tes 30 detik untuk teras: tutup semua bagian kecuali judul dan paragraf pertama, lalu minta rekanmu membacanya. Kalau dia belum bisa menjawab siapa, apa, kapan, dan di mana, terasnya belum selesai.
Bedah rilis nyata: Bank Indonesia, 26 September 2026
Teori mudah dilupakan, jadi mari lihat contoh sungguhan. Buka siaran pers Bank Indonesia No. 28/205/DKom tentang penutupan FEKDI x IFSE 2026. Ini yang kami temukan saat membacanya:
- Nomor rilis tercantum di bagian atas, sebelum paragraf pertama.
- Paragraf pertama langsung menjawab siapa (Deputi Gubernur Bank Indonesia), apa (menutup FEKDI x IFSE 2026), di mana (Jakarta International Convention Center), dan kapan (26/9).
- Paragraf kedua membawa angka: sekitar 30.000 pengunjung daring dan luring, serta lebih dari 30 seminar dan talkshow.
- Kutipan langsung narasumber baru muncul setelah angka dan konteks, kira-kira di dua pertiga naskah.
- Penutupnya berisi kota dan tanggal, lalu nama serta jabatan penanggung jawab dari Departemen Komunikasi, diikuti daftar lampiran.
Satu bagian yang tidak ada di rilis itu: boilerplate. Lembaga sebesar bank sentral bisa melewatkannya karena jurnalis ekonomi sudah mengenalnya. Usaha yang baru berdiri tidak punya kemewahan itu, jadi jangan ikut melewatkan boilerplate.
Embargo: kapan rilis boleh tayang
Kadang kamu perlu membagikan rilis lebih awal supaya jurnalis sempat menyiapkan liputan, tetapi kabarnya belum boleh keluar. Di sinilah embargo berguna. Pasal 7 Kode Etik Jurnalistik menyebut wartawan Indonesia menghargai ketentuan embargo sesuai dengan kesepakatan. Penafsirannya berbunyi: embargo adalah penundaan pemuatan atau penyiaran berita sesuai dengan permintaan narasumber. Kode etik ini dikukuhkan lewat Peraturan Dewan Pers Nomor 6/Peraturan-DP/V/2008.
Perhatikan frasa "sesuai dengan kesepakatan". Embargo bekerja karena ada kesepakatan, jadi kirim rilis berembargo hanya ke jurnalis yang sudah setuju, bukan ke daftar email massal.
Tips
Tulis embargo selengkapnya: tanggal, jam, dan zona waktu, misalnya "EMBARGO sampai Selasa, 29 September 2026, pukul 10.00 WIB". Tanpa jam dan zona waktu, "embargo sampai besok" bisa ditafsirkan berbeda oleh tiap redaksi.
Contoh press release siap pakai
Berikut contoh press release untuk usaha kecil yang membuka layanan baru. Kamu bisa menyalinnya, lalu mengganti setiap isian di dalam kurung siku dengan fakta yang bisa kamu buktikan. Urutan pengisiannya ada di bagian cara membuat press release setelah ini.
UNTUK SEGERA DIPUBLIKASIKAN
[Nama Usaha] Buka Layanan Antar di Hari yang Sama untuk Pelanggan di [Kota]
[KOTA], [tanggal bulan tahun] - [Nama Usaha], [bidang usaha] asal [kota], mulai [tanggal] membuka layanan antar di hari yang sama untuk pesanan yang masuk sebelum pukul [jam] WIB. Layanan ini mencakup [wilayah] dan bisa dipesan lewat [kanal pemesanan].
Layanan ini dibuka karena [alasan yang bisa dibuktikan, misalnya jumlah permintaan pelanggan pada periode tertentu beserta sumber datanya]. Sebelumnya, [Nama Usaha] menguji layanan ini selama [periode uji coba] di [wilayah uji coba].
"[Kutipan satu sampai dua kalimat tentang alasan dan manfaat bagi pelanggan, bukan pujian untuk diri sendiri]," kata [nama], [jabatan] [Nama Usaha].
Pelanggan dapat [cara mencoba layanan, syarat, dan biaya bila ada]. Informasi lengkap tersedia di [URL halaman resmi].
Tentang [Nama Usaha]: [Nama Usaha] adalah [bidang usaha] yang berdiri sejak [tahun] di [kota]. [Satu kalimat tentang produk utama dan jangkauan pelanggan].
Kontak media: [nama], [jabatan], [email], [nomor telepon].
Kenapa kami memakai kurung siku, bukan angka contoh? Angka rekaan di sebuah templat mudah ikut tersalin ke rilis sungguhan. Jurnalis yang teliti akan menanyakan sumber setiap angka, dan satu angka tanpa sumber cukup untuk membuat seluruh rilis diragukan.
Judul yang lemah dan judul yang bisa dipakai
Judul adalah bagian yang paling sering gagal di contoh press release yang beredar. Masalahnya hampir selalu sama: judul menjual, bukan mengabarkan.
| Judul lemah | Judul yang bisa dipakai | Kenapa lebih baik |
|---|---|---|
| "Inovasi Luar Biasa dari Kami!" | "[Nama Usaha] Buka Layanan Antar Hari yang Sama di [Kota]" | Subjek dan kabarnya jelas, tanpa superlatif |
| "Promo Besar-besaran Akhir Tahun" | "[Nama Usaha] Salurkan [jumlah] Paket Bantuan ke [lembaga] Bersama Pelanggan" | Promo bukan berita, kegiatan dengan dampak bisa jadi berita |
| "Kami Hadir untuk Anda" | "[Nama Usaha] Tunjuk [nama] sebagai Direktur Operasional" | Ada peristiwa yang bisa dicek |
Cara membuat press release langkah demi langkah
Cara membuat press release yang dilirik redaksi dimulai sebelum kamu mengetik judul. Ingat bahwa press release adalah naskah untuk jurnalis, bukan untuk pelanggan. Pembaca pertamamu orang yang sibuk dan sedang memilah banyak email. Urutan kerja di bawah ini dibuat untuk pembaca seperti itu.
- Pastikan ada kabarnya. Tanyakan tiga hal: apa yang baru, siapa yang terdampak, dan kenapa sekarang. Kalau salah satunya tidak terjawab, tunda rilisnya.
- Pilih media dan rubrik yang tepat. Rilis peluncuran aplikasi kasir lebih cocok untuk rubrik teknologi atau UMKM daripada rubrik gaya hidup. Ingat angka 86% dari Cision tadi: pitch yang meleset dari bidang liputan langsung ditolak.
- Tulis judul dan teras lebih dulu. Kalau dua bagian ini belum kuat, bagian lain tidak akan sempat terbaca.
- Susun isi dengan piramida terbalik. Detail paling penting di atas, latar belakang dan sejarah perusahaan di bawah.
- Tambahkan kutipan dan data bersumber. Kutipan yang baik berisi alasan atau sikap, bukan pujian. Setiap angka sertakan asalnya.
- Lengkapi boilerplate, kontak, dan lampiran. Foto produk atau suasana acara layak disertakan. Laporan Cision menyebut dampak press release meningkat signifikan saat dipadukan dengan multimedia.
- Kirim lewat email yang personal. Dalam survei yang sama, 85% jurnalis menyebut cara terbaik membangun hubungan adalah memperkenalkan diri lewat email. Tempel isi rilis di badan email, dan jadikan lampiran sebagai pelengkap.
- Tindak lanjuti sekali, dengan sopan. Satu email susulan beberapa hari kemudian sudah cukup. Menelepon redaksi berkali-kali untuk menanyakan kapan tayang berisiko merusak hubungan yang baru kamu bangun.
Perhatian
AI boleh dipakai untuk menyusun draf, tapi cek ulang setiap fakta sebelum rilis dikirim. Survei Cision yang sama mencatat 72% jurnalis khawatir soal kesalahan fakta di konten PR buatan AI. Satu nama jabatan atau tanggal yang keliru cukup untuk membuat rilismu dicurigai.
Kesalahan yang membuat rilis diabaikan
Kesalahan pertama di daftar ini paling sulit disadari, karena penulisnya bangga pada produknya sendiri.
- Judul penuh kata seperti "terbaik", "terdepan", atau "revolusioner" tanpa bukti.
- Inti kabar baru muncul di paragraf ketiga.
- Kontak media tidak aktif, atau hanya berupa alamat email umum yang jarang dibuka.
- Satu rilis memuat tiga kabar sekaligus.
- Badan email kosong, isi rilis hanya ada di lampiran.
- Link bertebaran dengan anchor berisi keyword. Bagian berikutnya menjelaskan kenapa ini berisiko.
Distribusi press release: ke redaksi atau tayang berbayar
Menulis baru separuh pekerjaan. Setelah rilis jadi, ada dua jalur distribusi. Keduanya sah, asal kamu tahu aturan mainnya sebelum melangkah, termasuk soal label dan link yang tidak kami temukan di artikel contoh press release teratas.

Jalur 1: kirim ke redaksi
Jalur ini gratis, tapi tidak ada kepastian tayang. Di jalur ini press release adalah tawaran, bukan pesanan: redaksi memuat rilismu kalau menilainya layak berita. Sebelum menyusun daftar kirim, cek status medianya di halaman data perusahaan pers Dewan Pers. Kamu bisa menyaring berdasarkan jenis media, provinsi, dan status verifikasi. Menurut laporan kinerja Dewan Pers semester pertama 2026, hingga akhir Mei 2026 tercatat 1.277 perusahaan pers berstatus Terverifikasi Faktual dan 198 berstatus Terverifikasi Administratif.
Sepuluh media yang relevan dan terverifikasi lebih berharga daripada seratus alamat email hasil daftar massal. Rilismu dibaca orang yang memang meliput bidangmu, dan kamu bisa menindaklanjuti satu per satu.
Jalur 2: penempatan berbayar
Kalau rilis harus tayang di tanggal tertentu, misalnya bersamaan dengan peluncuran, jalurnya penempatan berbayar. Di jalur ini press release adalah isi berbayar, jadi ada dua konsekuensi.
Pertama, artikelnya wajib berlabel iklan sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber yang dibahas di awal. Kedua, link di dalamnya punya aturan sendiri. Kebijakan spam Google memasukkan pola berikut ke dalam contoh link spam (terjemahan bebas):
- advertorial atau native advertising yang dibayar untuk artikel berisi link yang meneruskan kredit peringkat;
- link dengan anchor text yang dioptimalkan di artikel, guest post, atau press release yang didistribusikan di situs lain.
Di halaman yang sama, Google menyatakan jual beli link untuk iklan dan sponsor adalah bagian normal dari ekonomi web, selama link-nya diberi atribut rel="nofollow" atau rel="sponsored". Panduan atribut link Google meminta link iklan dan penempatan berbayar ditandai dengan sponsored.
Jadi, kalau tujuan utama menyebar rilis adalah mengumpulkan link ber-anchor keyword, kamu sedang berjalan di wilayah yang Google sebut link spam. Nilai utama rilis berbayar ada di pembaca media itu dan jejak publikasi yang bisa kamu tunjukkan ke calon mitra. Apa pun pilihanmu soal link, ketahui atribut dan labelnya sebelum membayar, bukan sesudah artikel tayang. Kalau ingin memahami dasarnya lebih dulu, baca cara kerja backlink dan kenapa jaringan PBN berisiko.
| Aspek | Kirim ke redaksi | Penempatan berbayar |
|---|---|---|
| Biaya ke media | Tidak ada | Ada, sesuai harga media |
| Kepastian tayang | Tidak pasti | Sesuai kesepakatan |
| Kendali isi | Redaksi bebas mengubah | Mengikuti naskahmu, dengan penyesuaian sesuai pedoman media |
| Label | Tanpa label bila dimuat sebagai berita | Wajib label iklan, advertorial, atau sponsored |
| Atribut link | Keputusan redaksi | Perlu kamu ketahui sebelum bayar; Google meminta sponsored atau nofollow untuk link berbayar |
| Paling cocok untuk | Kabar yang benar-benar punya nilai berita | Pengumuman yang harus tayang di tanggal tertentu |
Untuk jalur kedua, Liputin menyediakan jasa press release berbasis marketplace. Kamu menulis satu rilis, memilih beberapa media dari inventori, lalu mengirim naskahnya sebagai artikel dari kamu sendiri. Setiap listing menampilkan angka pembaca beserta sumber dan tanggal ceknya, dan label konten berbayar yang dideklarasikan media tampil sebelum kamu memesan. Atribut link dan label iklan dicek otomatis saat URL tayang dikirim. Setelah order selesai, link dipantau tiap 7 hari selama 90 hari; kalau link hilang atau halaman tidak bisa dibuka pada 3 cek berturut, publisher diminta memperbaikinya dalam 7 hari. Yang tidak kami janjikan: ranking atau indeks Google. Kalau yang kamu butuhkan penempatan artikel biasa, bukan rilis, lihat penempatan artikel di media nasional.
Kalau targetmu audiens media sosial, rilis bisa dilengkapi dengan homeless media atau KOL. Keduanya bekerja dengan logika konten berbayar, bukan keputusan redaksi, jadi rencanakan sebagai kampanye tersendiri. Dan kalau kamu ingin liputan serta backlink yang datang karena cerita, bukan karena bayaran, lanjutkan ke panduan digital PR adalah.
Catatan
Cek sebelum kirim: judul faktual tanpa superlatif, 5W+1H di paragraf pertama, minimal satu kutipan, setiap angka punya sumber, boilerplate dan kontak aktif, keterangan embargo lengkap bila ada. Untuk penempatan berbayar, pastikan kamu sudah tahu label dan atribut link yang akan dipakai media.
Ringkasnya, press release adalah alat untuk memberi redaksi bahan berita yang rapi, bukan tiket tayang. Tulis satu kabar yang benar-benar baru, taruh intinya di paragraf pertama, dan sertakan kutipan serta data bersumber. Setelah itu pilih jalur distribusi dengan sadar: gratis tanpa kepastian, atau berbayar dengan label dan atribut link yang jelas sejak awal.
Sumber
- 1906 Atlantic City train wreck, Wikipedia. Dipakai untuk tanggal kecelakaan, peran Ivy Lee, dan pemuatan kata per kata oleh The New York Times.
- Cision's 2025 State of the Media Report, Cision, 7 Mei 2025. Dipakai untuk angka 72%, 86%, 85%, dan kekhawatiran soal konten PR buatan AI.
- Siaran pers, Wikipedia bahasa Indonesia. Dipakai untuk cara media memperlakukan rilis.
- Mengenal Perbedaan Press Release dan Berita, FBHIS Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, 11 Desember 2024.
- Pedoman Pemberitaan Media Siber, dimuat ANTARA News. Dipakai untuk kewajiban label isi berbayar.
- Siaran Pers Bank Indonesia No. 28/205/DKom, 26 September 2026. Dipakai sebagai contoh rilis nyata.
- Kode Etik Jurnalistik, Lembaga Pers Dr. Soetomo. Dipakai untuk Pasal 7 dan penafsiran embargo.
- Dewan Pers Laporkan Kinerjanya di Semester Pertama 2026, Dewan Pers, 16 Juni 2026, dan Data Perusahaan Pers.
- Kebijakan spam Google dan panduan atribut link keluar, Google Search Central.
Pertanyaan yang sering diajukan
Press release ditulis perusahaan atau organisasi dari sudut pandangnya sendiri, lalu dikirim ke media untuk diolah. Berita ditulis jurnalis dan diterbitkan redaksi untuk publik. Setelah rilis dikirim, redaksi bebas memuatnya, menulis ulang, meringkas, menjadikannya bahan liputan lanjutan, atau tidak memuatnya.
Tidak. Rilis yang dikirim ke redaksi tanpa bayaran hanya dimuat bila redaksi menilainya layak berita. Kalau kamu butuh kepastian tayang, jalurnya penempatan berbayar, dan artikelnya wajib diberi keterangan seperti advertorial, iklan, ads, atau sponsored sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber.
Menurut penafsiran Pasal 7 Kode Etik Jurnalistik, embargo adalah penundaan pemuatan atau penyiaran berita sesuai dengan permintaan narasumber. Tulis tanggal, jam, dan zona waktu embargo dengan lengkap di bagian atas rilis, dan kirim rilis berembargo hanya ke jurnalis yang sudah sepakat.
Tidak ada angka baku. Patokan praktisnya: satu kabar, inti selesai di paragraf pertama, lalu detail, kutipan, boilerplate, dan kontak. Kalau rilis akan kamu tayangkan sebagai artikel bersponsor lewat Liputin, editor order menerima naskah 300 sampai 7.000 kata.
Hati-hati. Kebijakan spam Google memasukkan link dengan anchor text yang dioptimalkan di press release yang didistribusikan di situs lain ke dalam contoh link spam. Link berbayar dianggap wajar selama diberi atribut nofollow atau sponsored. Jadikan jangkauan pembaca sebagai tujuan utama, dan cek atribut link sebelum membayar penempatan.
Buka halaman data perusahaan pers di dewanpers.or.id/data, lalu saring berdasarkan jenis media, provinsi, dan status verifikasi. Per akhir Mei 2026, Dewan Pers mencatat 1.277 perusahaan pers berstatus Terverifikasi Faktual dan 198 berstatus Terverifikasi Administratif.
Artikel terkait

Media & PR15 menit baca
Advertorial Adalah: Beda dengan Iklan Biasa dan Contohnya
Advertorial adalah iklan berbentuk artikel yang wajib berlabel. Pahami bedanya dengan iklan biasa dan press release, aturan Dewan Pers, dan contohnya.

Media & PR13 menit baca
Digital PR Adalah: Cara Meraih Liputan Media dan Backlink
Digital PR adalah cara membangun reputasi lewat liputan media online, kreator, dan backlink. Pahami bedanya dengan media relations dan cara mengukurnya.

Media & PR12 menit baca
Homeless Media: Pengertian, Cara Kerja, dan Cara Beriklan
Homeless media adalah akun berita yang hidup di Instagram dan TikTok tanpa situs sendiri. Pahami cara kerjanya, risikonya, dan cara brand beriklan di sana.