Media & PR
Brand Awareness Adalah: Tingkatan, Cara Mengukur, dan Cara Meningkatkannya
Brand awareness adalah sejauh mana orang mengenali atau mengingat merekmu. Pelajari tingkatannya, cara mengukur dengan alat gratis, dan cara meningkatkannya.
Tim Redaksi LiputinTerbit 10 menit baca

Brand awareness adalah sejauh mana orang mampu mengenali atau mengingat sebuah merek dalam berbagai kondisi. Dalam bahasa Indonesia istilah ini disebut kesadaran merek. Definisi ini mengikuti rumusan umum yang dirangkum di artikel Wikipedia tentang brand awareness, yang menempatkan kesadaran merek sebagai salah satu dari dua komponen utama pengetahuan merek.
Alasannya penting sederhana saja. Orang tidak bisa membeli dari merek yang tidak mereka ketahui. Sebelum seseorang membandingkan harga, membaca ulasan, atau menghubungi penjual, merekmu harus lebih dulu masuk ke daftar pilihannya. Untuk bisnis kecil dan menengah yang bersaing dengan nama besar, masuk ke daftar itu sering menjadi pekerjaan terberat.
Panduan ini menjelaskan tingkatan brand awareness, bedanya dengan brand image, cara mengukurnya dengan alat gratis, dan strategi meningkatkannya, termasuk lewat media, konten, dan PR. Semua contoh ditulis untuk UMKM dan tim pemasaran kecil.
Brand awareness adalah apa? Pengertian dan contohnya
Coba jawab pertanyaan ini: kalau kamu butuh jasa pengiriman barang hari ini, merek apa yang pertama terlintas? Merek yang kamu sebut tanpa berpikir lama memiliki brand awareness yang tinggi di benakmu. Merek yang baru kamu ingat setelah melihat logonya di jalan punya awareness yang lebih rendah, tetapi tetap ada.
Kesadaran merek tidak menuntut orang hafal nama merek. Menurut rangkuman Wikipedia, cukup bila orang bisa mengingat ciri pembeda yang cukup, misalnya warna kemasan, bentuk logo, atau letak toko, sehingga mereka tahu merek itu ada dalam satu kategori.
Beberapa contoh brand awareness di kehidupan sehari-hari:
- Kamu mengenali warung kopi langganan dari warna papan namanya, walaupun lupa namanya.
- Saat teman bertanya soal aplikasi kasir, kamu langsung menyebut satu nama karena sering melihatnya dibahas.
- Kamu memilih satu merek sambal di rak minimarket karena pernah melihatnya disebut di artikel kuliner.
Ketiganya menggambarkan tingkatan yang berbeda. Memahami tingkatan ini membantu kamu memilih cara mengukur dan cara meningkatkannya.
Tingkatan brand awareness: recognition, recall, dan top of mind
Brand awareness biasanya dibagi menjadi dua komponen, brand recognition dan brand recall, ditambah satu puncak yang disebut top of mind. Keduanya bekerja dengan cara yang sangat berbeda dan membawa konsekuensi berbeda untuk strategi pemasaran.

| Tingkatan | Arti | Contoh situasi | Paling penting untuk |
|---|---|---|---|
| Belum kenal | Orang belum pernah melihat atau mendengar merekmu | Calon pembeli di kota lain yang belum pernah terpapar | Semua bisnis baru |
| Brand recognition | Orang mengenali merek saat melihat nama, logo, atau kemasannya | Memilih produk di rak toko atau di hasil pencarian | Produk yang dibeli di titik penjualan |
| Brand recall | Orang bisa menyebut merekmu tanpa bantuan saat kategori disebut | Menyebut nama jasa saat teman minta rekomendasi | Jasa dan pembelian yang direncanakan |
| Top of mind | Merekmu yang pertama disebut untuk satu kategori | Merek yang langsung terucap saat ditanya | Pembelian cepat dan impulsif |
Beberapa catatan dari literatur yang dirangkum Wikipedia:
- Brand recognition disebut juga aided recall atau ingatan berbantuan. Orang tidak perlu menyebut nama merek, cukup mengenalinya saat ditunjukkan.
- Brand recall disebut juga unaided recall. Orang diberi kategori produk lalu diminta menyebut merek tanpa petunjuk apa pun. Mengingat tanpa bantuan jauh lebih sulit daripada mengenali.
- Top of mind didefinisikan sebagai merek pertama yang muncul di benak saat pelanggan ditanya tentang satu kategori tanpa petunjuk. Artikel Wikipedia tentang top-of-mind awareness menjelaskan bahwa posisi ini paling berpengaruh saat orang memilih cepat di antara merek yang bersaing.
Untuk UMKM, target yang realistis biasanya bertahap. Mulai dari recognition di wilayah atau komunitas tertentu, lalu naik ke recall di antara pelanggan yang paling cocok.
Brand awareness, brand image, dan brand equity
Tiga istilah ini sering dipakai bergantian, padahal maknanya berbeda.
- Brand awareness menjawab pertanyaan "apakah orang tahu merekmu?".
- Brand image menjawab "apa yang orang pikirkan dan rasakan tentang merekmu?". Dua merek bisa sama-sama dikenal tetapi punya citra yang berlawanan.
- Brand equity adalah nilai tambah yang dinikmati merek karena dikenal dan dipersepsikan baik, misalnya orang rela membayar sedikit lebih mahal atau lebih cepat percaya.
Urutannya penting. Citra dan ekuitas tidak bisa dibangun kalau orang belum tahu merekmu. Tetapi awareness saja tidak cukup: merek yang dikenal karena kabar buruk punya awareness tinggi dengan citra yang rusak. Karena itu, cara meningkatkan awareness sebaiknya dipilih yang sekaligus membangun kepercayaan, misalnya disebut di sumber yang dihormati pembacamu.
Catatan
Wikipedia mencatat merek yang menjadi top of mind umumnya akan dianggap pilihan pembelian yang layak, dengan syarat konsumen punya sikap positif terhadap nama merek itu. Dengan kata lain, dikenal saja belum cukup. Dikenal dengan baik yang membuat orang membeli.
Cara mengukur brand awareness dengan alat gratis
Perusahaan besar mengukur brand awareness dengan survei berbayar ke sampel konsumen. Menurut rangkuman Wikipedia, dua jenis tes yang dipakai adalah tes ingatan tanpa bantuan untuk mengukur recall, dan tes ingatan berbantuan untuk mengukur recognition. UMKM bisa meniru prinsipnya dengan alat gratis.

| Alat | Yang diukur | Cara membaca | Keterbatasan |
|---|---|---|---|
| Google Trends | Minat penelusuran nama merek dari waktu ke waktu | Bandingkan dengan periode lalu atau merek pesaing | Angka relatif 0 sampai 100, butuh volume penelusuran yang cukup |
| Search Console, laporan performa | Tayangan dan klik untuk kueri yang memuat nama merek | Filter kueri dengan nama merek, pantau per bulan | Hanya menangkap pencarian di Google yang menampilkan situsmu |
| Analitik situs | Kunjungan langsung dan rujukan dari situs lain | Lihat tren, terutama setelah merek disebut di media | Kunjungan langsung juga berisi pelanggan lama |
| Survei singkat | Dari mana pelanggan baru pertama kali tahu merekmu | Tambahkan satu pertanyaan di formulir pesanan atau chat | Bergantung pada kejujuran dan ingatan responden |
Tentang Google Trends, perlu dipahami cara kerjanya. Menurut FAQ data Google Trends, setiap titik data dibagi dengan total penelusuran di wilayah dan rentang waktu yang sama, lalu diskalakan ke rentang 0 sampai 100 berdasarkan proporsi topik terhadap semua penelusuran. Angka 100 bukan berarti seratus pencarian. Itu titik tertinggi dalam grafik yang sedang kamu lihat.
Tentang Search Console, laporan performa menampilkan kueri, klik, tayangan, rasio klik, dan posisi situsmu di hasil Google Penelusuran. Tambahkan filter kueri yang memuat nama merekmu, dan kamu mendapat grafik pencarian bermerek. Kalau grafik ini naik perlahan dari bulan ke bulan, makin banyak orang yang sengaja mencari merekmu.
Tips
Catat angka dasar sekarang, sebelum kampanye apa pun dimulai. Tanpa angka awal, kamu tidak bisa membedakan kenaikan karena usahamu dari kenaikan musiman.
Cara meningkatkan brand awareness untuk UMKM
Tidak ada satu kanal yang cukup sendirian. Kesadaran merek terbentuk dari paparan yang berulang di tempat-tempat yang dilihat calon pelangganmu. Berikut strategi yang bisa dijalankan tim kecil, diurutkan dari yang paling murah.
1. Rapikan identitas merek. Nama, logo, warna, dan cara bicara yang konsisten di semua kanal membuat setiap paparan saling menguatkan. Orang lebih mudah mengenali merek yang tampil sama di toko, media sosial, dan situs.
2. Jadikan situsmu sumber jawaban. Tulis artikel yang menjawab pertanyaan nyata calon pelangganmu. Google menyarankan konten yang dibuat untuk orang, bukan untuk mesin pencari, di panduan konten yang bermanfaat. Artikel yang berguna dibagikan dan dikutip, dan setiap kunjungan menambah orang yang pernah melihat merekmu.
3. Hadir di profil dan direktori yang relevan. Profil bisnis, direktori industri, dan marketplace lokal membantu orang menemukan dan mengenali merekmu. Sebagian juga memberi link. Caranya kami bahas di panduan backlink gratis.
4. Menulis untuk situs lain. Artikel tamu di blog atau komunitas yang dibaca calon pelangganmu membawa nama merek ke pembaca baru. Panduan lengkapnya ada di artikel guest post.
5. Bangun relasi dengan media. Liputan media memberi paparan sekaligus kepercayaan. Strateginya, dari menyiapkan data sampai menghubungi jurnalis, ada di artikel digital PR. Untuk kabar resmi seperti peluncuran produk, siapkan rilis dengan panduan press release adalah.
6. Pertimbangkan penempatan berbayar yang berlabel. Artikel bersponsor atau advertorial di media yang pembacanya cocok dengan pasarmu mempercepat paparan. Pastikan diberi label sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber. Formatnya dijelaskan di panduan advertorial adalah, dan media baru berbasis media sosial dibahas di artikel homeless media.
Perhatian
Hati-hati dengan tawaran yang menjanjikan brand awareness naik dalam angka tertentu. Tidak ada yang bisa menjamin berapa banyak orang akan mengingat merekmu. Yang bisa diukur adalah paparan (berapa media, berapa pembaca bersumber) dan sinyal sesudahnya (pencarian merek, kunjungan).
Peran media dan artikel bersponsor dalam brand awareness
Mengapa artikel di media sering dipakai untuk kesadaran merek? Karena media sudah punya dua hal yang sulit dibangun sendiri: pembaca dan kepercayaan. Saat merekmu disebut di artikel yang dibaca komunitas yang tepat, nama itu masuk ke benak orang yang sebelumnya tidak mengenalmu.

Alur di atas adalah ilustrasi konsep, bukan rumus. Sebagian pembaca yang melihat nama merekmu akan mencarinya di Google, dan pencarian itu tercatat sebagai kueri bermerek di Search Console. Besarnya efek bergantung pada beberapa hal:
- Kecocokan pembaca. Seribu pembaca yang memang calon pelanggan lebih berharga daripada seratus ribu pembaca yang tidak peduli.
- Frekuensi. Satu kali disebut mudah dilupakan. Beberapa penyebutan di waktu berbeda lebih melekat.
- Kualitas isi. Artikel yang berguna membuat merek diingat sebagai sumber, bukan sekadar iklan.
- Label yang jujur. Media siber wajib membedakan berita dan iklan. Label yang jelas menjaga kepercayaan pembaca pada merekmu dan pada medianya.
Saat memilih media, perhatikan data pembacanya dan dari mana data itu berasal. Di Liputin, setiap media dan blog menampilkan kategori dan data pembaca yang bersumber dan bertanggal, jadi kamu bisa memilih berdasarkan kecocokan audiens. Mulai dari halaman jasa backlink media nasional, bandingkan biayanya di halaman harga, dan pelajari alurnya di halaman cara kerja. Kalau kamu hanya butuh link dari blog niche, lihat halaman beli backlink. Liputin tidak menjual peringkat Google, dan posisi di hasil pencarian tetap ditentukan Google.
Kesimpulan
Brand awareness adalah sejauh mana orang bisa mengenali atau mengingat merekmu. Tingkatannya dimulai dari belum kenal, lalu brand recognition (mengenali saat ditunjukkan), brand recall (menyebut tanpa bantuan), sampai top of mind (merek pertama yang disebut). Kesadaran merek adalah pintu masuk ke citra dan ekuitas merek, tetapi dikenal saja tidak cukup: yang membuat orang membeli adalah dikenal dengan baik.
Untuk UMKM, mulailah dengan mencatat angka dasar di Google Trends, Search Console, analitik situs, dan survei singkat. Lalu bangun paparan secara bertahap: identitas yang konsisten, konten yang berguna, profil dan direktori, artikel tamu, relasi media, dan penempatan berbayar yang berlabel. Ukur tiap bulan, bandingkan dengan periode sebelumnya, dan pertahankan kanal yang terbukti menggerakkan pencarian nama merekmu.
Pertanyaan yang sering diajukan
Brand awareness atau kesadaran merek adalah sejauh mana orang mampu mengenali atau mengingat sebuah merek dalam berbagai kondisi. Merek yang dikenal lebih mungkin masuk ke daftar pilihan saat orang akan membeli.
Tingkatan yang umum dipakai adalah belum kenal, brand recognition (mengenali merek saat ditunjukkan), brand recall (menyebut merek tanpa bantuan), dan top of mind (merek pertama yang disebut untuk satu kategori).
Brand recognition diukur dengan tes ingatan berbantuan: orang ditunjukkan nama merek lalu ditanya apakah pernah melihat atau mendengarnya. Brand recall diukur tanpa bantuan: orang diberi kategori produk lalu diminta menyebut merek sebanyak mungkin.
Pakai kombinasi sinyal gratis: tren minat penelusuran nama merek di Google Trends, tayangan dan klik kueri bermerek di laporan performa Search Console, kunjungan langsung di analitik situs, dan survei singkat ke pelanggan baru tentang dari mana mereka pertama kali tahu merekmu.
Tidak. Google Trends menormalisasi data lalu menskalakannya ke rentang 0 sampai 100 berdasarkan proporsi topik terhadap semua penelusuran. Angkanya relatif, cocok untuk melihat naik turun dan membandingkan istilah, bukan menghitung volume.
Tidak ada angka pasti. Kesadaran merek terbentuk dari paparan yang berulang dan konsisten. Ukur secara berkala, misalnya bulanan, lalu bandingkan dengan periode sebelumnya.
Bisa menjadi salah satu penyumbang, karena nama merek dilihat pembaca media itu. Besarnya efek bergantung pada jumlah dan kecocokan pembaca, seberapa sering merek disebut, dan kualitas isinya. Tidak ada jaminan hasil.
Brand awareness menjawab apakah orang tahu merekmu. Brand image menjawab apa yang orang pikirkan dan rasakan tentang merekmu. Keduanya bagian dari pengetahuan merek, tetapi diukur dengan cara berbeda.
Artikel terkait

Media & PR14 menit baca
Publisitas Adalah: Pengertian, Tujuan, Jenis, Contoh, dan Bedanya dengan Iklan
Publisitas adalah penyiaran tentang sesuatu atau seseorang kepada masyarakat luas lewat media. Pelajari tujuan, jenis, alat, contoh, dan bedanya dengan iklan.

Media & PR13 menit baca
Media Publikasi: Pengertian, Jenis, Kelebihan, dan Cara Memilihnya
Media publikasi adalah saluran untuk menyebarkan informasi ke khalayak. Kenali jenisnya, kelebihan dan kekurangannya, serta cara memilih yang sesuai tujuan.

Media & PR12 menit baca
Komunikasi Krisis: Pengertian, Tahapan, Strategi, dan Contohnya
Komunikasi krisis adalah cara organisasi menyampaikan informasi saat terjadi krisis. Pelajari tahapannya, strategi respons, dan cara menyiapkan rencananya.