Lewati ke konten utama

Publisher

Cara Mendapatkan Uang dari Blog: AdSense dan 6 Jalur Lain

Cara mendapatkan uang dari blog lewat AdSense, afiliasi, artikel bersponsor, jasa, dan produk digital, plus aturan Google dan cara hitung hasil bersihnya.

Tim Redaksi LiputinTerbit 15 menit baca

Ilustrasi laptop yang menampilkan halaman blog dengan beberapa jalur bercabang menuju ikon koin, tautan, dan paket produk digital

Cara mendapatkan uang dari blog pada dasarnya terbagi dua: menjual perhatian pembaca (iklan, afiliasi, artikel bersponsor) atau menjual keahlianmu sendiri (jasa, produk digital, membership). Yang jarang dijelaskan adalah berapa yang benar-benar sampai ke rekeningmu. Ambil contoh Google AdSense. Menurut halaman pembagian keuntungan AdSense, penayang menerima 80% pendapatan setelah dipotong biaya platform pengiklan, dan tabel nilai minimum pembayaran mencantumkan Rp1.300.000 untuk akun berpembayaran rupiah.

Artinya, blog yang penghasilan iklannya masih kecil bisa menunggu berbulan-bulan sebelum transfer pertama. Karena itu panduan ini membahas AdSense plus enam jalur lain, lengkap dengan syarat masuknya, aturan Google yang wajib kamu patuhi, dan cara menghitung hasil bersihnya. Semua kebijakan yang dikutip di sini kami buka dan cek ulang pada 28 September 2026.

Syarat Dasar Sebelum Blog Bisa Menghasilkan Uang

Semua jalur monetisasi blog punya pintu masuk yang mirip: konten asli, pembaca yang datang rutin, dan identitas situs yang jelas. Bedanya ada di seberapa ketat pintu itu dijaga.

Google AdSense menulis di halaman persyaratan kelayakannya bahwa konten harus "berkualitas tinggi, asli, dan menarik audiens". Pendaftar harus berusia 18 tahun ke atas dan bisa mengakses kode sumber HTML situsnya. Halaman itu tidak menyebut angka minimal pengunjung. Pengguna Blogger juga bisa mendaftar lewat akun AdSense yang dihosting, jadi blog gratisan tetap bisa memasang iklan.

Marketplace artikel bersponsor jauh lebih ketat soal domain. Syarat pendaftaran SeedBacklink mewajibkan domain utama berbayar (subdomain gratis seperti namablog.blogspot.com ditolak), usia domain minimal 6 bulan, konten yang terakhir diperbarui tidak lebih dari 3 bulan, dan trafik bulanan minimal ratusan pengunjung. Backlink.co.id mencantumkan trafik organik, top level domain, dan usia blog minimal 1 tahun.

Pendapat kami: subdomain gratis cukup untuk belajar menulis dan mencari niche. Tapi kalau kamu sudah serius, pindah ke domain sendiri lebih awal jauh lebih murah daripada pindah belakangan, saat tautan dari situs lain dan pembaca setia sudah terlanjur mengarah ke alamat lama.

Checklist singkat sebelum mulai:

  • Domain sendiri (.com, .id, .co.id, atau TLD resmi lain). Wajib kalau ingin menerima artikel bersponsor lewat marketplace; untuk AdSense, blog Blogger pun bisa mendaftar.
  • Satu topik yang jelas. Pembaca, pengiklan, dan pembeli artikel perlu paham blogmu tentang apa dalam sekali lihat.
  • Jadwal terbit yang konsisten. Marketplace memeriksa kapan konten terakhir diperbarui.
  • Halaman Tentang dan Kontak. Brand yang ingin bekerja sama perlu tahu siapa yang mereka ajak bicara.
  • Data trafik dari Google Search Console. Angka dari data milikmu sendiri lebih mudah dipercaya pembeli daripada estimasi alat pihak ketiga.

Tips

7 Cara Mendapatkan Uang dari Blog

Tujuh jalur di bawah ini bisa digabung. Urutannya bukan peringkat, melainkan dari yang paling pasif sampai yang paling menuntut waktumu.

Ilustrasi satu halaman artikel blog yang bercabang ke tujuh jalur penghasilan berbeda
Satu blog bisa punya beberapa sumber penghasilan sekaligus. Menggabungkan dua atau tiga jalur lebih aman daripada bergantung pada satu.

1. Iklan display lewat Google AdSense

AdSense menampilkan iklan secara otomatis di blogmu lalu membagi hasilnya. Penayang menerima 80% pendapatan setelah biaya platform pengiklan. Saat pengiklan membeli iklan Display lewat Google Ads, Google menyebut penayang memperoleh sekitar 68% dari pendapatan (Bantuan Google AdSense). Kelebihannya jelas: sekali pasang, iklan berjalan sendiri. Kekurangannya, kamu tidak mengendalikan harga. Besarnya pendapatan ditentukan bid pengiklan dan jumlah tayangan.

Langkah mendaftar AdSense, diringkas dari panduan pendaftaran di Bantuan Google AdSense:

  1. Buat akun. Buka situs AdSense, login dengan Akun Google, lalu masukkan URL blogmu (cara membuat akun AdSense). Pilih negara pembayaran dengan teliti, karena halaman itu menyebut negara atau wilayah tidak bisa diubah di lain waktu. Kalau blogmu di Blogger, daftarnya lewat menu Penghasilan di dasbor Blogger, bukan dari situs AdSense (Bantuan Blogger).
  2. Selesaikan penyiapan akun. Masukkan informasi pembayaran, lalu hubungkan blog ke AdSense. Salah satu caranya menempelkan cuplikan kode AdSense di antara tag <head> dan </head> di setiap halaman yang ingin menampilkan iklan (menghubungkan situs ke AdSense).
  3. Tunggu peninjauan. Google meninjau informasi pembayaran dan seluruh situsmu terhadap kebijakan program. Menurut halaman panduan pendaftaran, prosesnya biasanya beberapa hari, tetapi terkadang 2 sampai 4 minggu.
  4. Pasang iklan. Setelah akun aktif, pilih iklan Otomatis (Google yang menentukan posisi iklan) atau pasang unit iklan secara manual (menyiapkan iklan di situs).

Perhatian

AdSense juga bukan satu-satunya pintu untuk iklan. Bantuan Google AdSense menyebut kamu boleh menempatkan iklan non-Google di situs atau halaman yang sama dengan iklan Google, selama jumlah iklan tidak melebihi konten di halaman itu (menggunakan jaringan iklan lain bersama AdSense). Artinya jaringan iklan lain bisa jadi pelengkap, asal kamu tetap membaca kebijakan masing-masing.

Pilihan yang sering terlupa adalah menjual slot iklan langsung ke brand, misalnya banner di sidebar atau di sela artikel dengan durasi tayang yang disepakati. Harganya kamu tentukan sendiri, dan tidak ada potongan jaringan iklan. Siapkan halaman "Pasang Iklan" yang memuat ukuran dan posisi slot, durasi tayang, data trafik dari Search Console, dan harga. Tautan di banner berbayar termasuk penempatan berbayar, jadi beri atribut rel="sponsored" seperti dijelaskan di panduan link keluar Google.

2. Program afiliasi

Kamu merekomendasikan produk lewat tautan khusus dan mendapat komisi saat ada pembelian. Marketplace besar di Indonesia seperti Shopee punya program afiliasi sendiri. Jalur ini cocok untuk blog ulasan, perbandingan produk, dan tutorial.

Yang sering terlewat: Google punya kategori spam bernama afiliasi tipis, yaitu konten berisi link afiliasi yang deskripsi dan ulasan produknya disalin langsung dari penjual tanpa konten orisinal atau nilai tambah (kebijakan spam Google). Ulasan afiliasi yang bertahan justru yang memuat pengalaman nyata: foto sendiri, kekurangan produk, dan harga yang kamu cek sendiri.

Brand atau agensi membayar agar artikel mereka tayang di blogmu, biasanya dengan satu atau dua tautan ke situs mereka. Penghasilannya dihitung per artikel, bukan per klik atau per tayangan, dan harganya kamu tentukan sendiri. Karena jalur ini paling banyak jebakannya, kami membahasnya khusus di bagian berikutnya.

Kalau kamu juga punya akun media sosial dengan pengikut aktif, pola kerja sama serupa berlaku untuk konten bersponsor di Instagram atau TikTok. Latar belakangnya ada di artikel KOL adalah dan homeless media.

4. Menjual jasa

Blog adalah portofolio yang bisa dibaca kapan saja. Blog resep bisa mengantar ke jasa foto makanan, blog SEO ke jasa audit, blog desain ke pesanan logo. Ini jalur yang paling sering diremehkan. Untuk blog kecil, satu proyek jasa bisa bernilai lebih besar daripada penghasilan iklan berbulan-bulan. Kamu tidak butuh trafik besar, cukup pembaca yang tepat dan halaman "Jasa" yang harganya jelas.

Langkah pertamanya: buka laporan Performa di Google Search Console, pilih tab Halaman, lalu lihat artikel dengan klik terbanyak (Bantuan Search Console). Di artikel teratas yang topiknya nyambung dengan jasamu, tambahkan satu paragraf ajakan ke halaman Jasa. Halaman itu sendiri cukup memuat cakupan pekerjaan, harga mulai, lama pengerjaan, dan cara menghubungimu.

5. Produk digital

E-book, template, preset foto, atau kelas rekaman. Idenya datang dari pertanyaan pembaca yang berulang. Kalau tiga pembaca menanyakan hal yang sama di kolom komentar, itu tanda ada produk yang bisa dibuat. Modalnya waktu, bukan stok barang.

Langkah pertamanya: buat versi kecil dulu, misalnya checklist atau template satu halaman yang menjawab pertanyaan itu, lalu pasang tautannya di akhir artikel yang paling relevan. Untuk halaman jual dan pembayarannya kamu tidak harus membangun toko sendiri. Platform lokal seperti Lynk.id menyebut di halaman depannya bahwa penggunanya bisa menjual produk digital seperti e-book, template digital, dan aset kreatif. Kalau versi kecil itu laku, baru investasikan waktu untuk produk yang lebih besar.

6. Membership dan konten berbayar

Sebagian artikel atau materi eksklusif dikunci untuk anggota berbayar. Model ini butuh pembaca loyal dan komitmen mengisi konten eksklusif secara rutin. Begitu kontennya berhenti, anggota juga berhenti membayar.

Langkah pertamanya: tulis dulu rencana isi eksklusif untuk tiga bulan ke depan. Kalau daftarnya sudah kehabisan ide sebelum bulan kedua, model ini belum cocok untukmu. Kalau daftarnya penuh, uji minat pembaca tanpa membangun sistem keanggotaan sendiri. Lynk.id, misalnya, menyebut fitur blog yang tulisannya bisa dibuka gratis atau dikunci di balik paywall langganan (Lynk.id).

7. Dukungan langsung dari pembaca

Platform lokal seperti Trakteer memungkinkan pembaca "mentraktir" kreator, dan dananya bisa dicairkan ke rekening atau e-wallet. Hasilnya sulit diprediksi, jadi anggap ini bonus, bukan sumber utama.

Cara kerjanya sederhana. Pembeli (brand, agensi SEO, atau pemilik toko online) memesan artikel di blogmu, entah artikel dari mereka atau kamu yang menulis dari brief. Di dalamnya ada tautan ke situs mereka. Kamu menayangkan artikel, mengirim URL-nya, lalu dibayar. Kamu bisa menawarkan langsung lewat halaman "Kerja sama", atau mendaftar ke marketplace yang mempertemukan blogger dengan pembeli. Kalau istilah tautan masuk masih asing, baca dulu penjelasan backlink dan fungsinya.

Ilustrasi alur artikel bersponsor dari pesanan masuk, artikel tayang dengan tautan bertanda, sampai dana masuk ke dompet
Alur umum artikel bersponsor: pesanan masuk, artikel tayang dengan tautan yang atributnya jelas, URL dikirim dan tautannya diperiksa, lalu penghasilan cair setelah dipotong komisi platform.

Ada dua aturan yang wajib kamu pahami sebelum menerima order pertama.

Aturan 1: atribut link. Kebijakan spam Google memasukkan "Pembelian atau penjualan link untuk tujuan memanipulasi peringkat", termasuk "Bertukar uang demi link, atau postingan yang berisi link", sebagai contoh spam link. Di halaman yang sama Google menulis bahwa jual beli link wajar untuk iklan dan sponsor, dan tidak melanggar kebijakan selama link itu diberi atribut rel="nofollow" atau rel="sponsored". Panduan mengualifikasi link keluar menjelaskan bahwa sponsored dipakai untuk link yang merupakan iklan atau penempatan berbayar.

Kalau pembeli meminta link tanpa atribut apa pun (sering disebut dofollow) untuk artikel berbayar, yang menanggung risiko terhadap kebijakan itu adalah blogmu. Saran kami: tulis atribut link yang kamu terima secara terbuka di penawaranmu, supaya pembeli tahu persis apa yang mereka bayar dan kamu tidak perlu berdebat setelah artikel tayang.

Aturan 2: label konten berbayar. Pedoman Pemberitaan Media Siber mewajibkan media siber mencantumkan keterangan "advertorial", "iklan", "ads", "sponsored", atau kata lain pada isi berbayar. Blog pribadi memang bukan perusahaan pers, tapi prinsipnya sama: pembaca yang merasa dikelabui tidak kembali. Format dan contoh labelnya dibahas di artikel advertorial adalah.

Membandingkan marketplace sebelum mendaftar

Saat menyusun ketentuan publisher Liputin, kami membaca ketentuan beberapa marketplace yang sudah lebih dulu berjalan. Tiga angka paling menentukan uang yang sampai ke rekeningmu: potongan platform, jadwal pencairan, dan minimal penarikan. Berikut datanya per 28 September 2026, diambil dari halaman resmi masing-masing:

Marketplace Potongan dari harga jualmu Jadwal pencairan Minimal tarik
SeedBacklink 25% (Terms of Service) Tanggal 5 dan 25, pengajuan sebelum 11.00 WIB (jadwal withdraw) Rp37.500 (cara withdraw)
Backlink.co.id 25% blog reguler, 15% blog verified (halaman publisher) Ditransfer tiap bulan tanggal 15 (beranda) Tanpa minimal (beranda)
RajaBacklink 30% (FAQ) Diproses tiap hari Senin (FAQ) Rp250.000 (FAQ)
Liputin (pengelola blog ini) 20%, satu-satunya tarif yang berlaku saat ini (Syarat & Ketentuan) Diajukan kapan saja, dibayar dalam batch hari kerja pukul 12.00 dan 16.00 WIB, dengan pengecualian di catatan bawah tabel (Syarat & Ketentuan) Rp37.500 (Syarat & Ketentuan)

Catatan

Pengecualian pencairan Liputin yang perlu kamu tahu sebelum mendaftar:

  • Penghasilan tersedia setelah order Selesai. Order Selesai saat disetujui advertiser, atau otomatis 4 hari setelah URL tayang dikirim bila cek atribut link dan label lolos.
  • Masa tahan untuk 10 order pertama. Penghasilan dari 10 order Selesai pertama tiap akun publisher bisa ditarik 14 hari setelah Selesai, atau 7 hari untuk situs berlabel Bukti Data atau terverifikasi Dewan Pers.
  • Cadangan bergulir. Sesudah 10 order pertama, publisher tanpa badan usaha dan tanpa label Bukti Data atau Dewan Pers menahan 30% penghasilan setiap order selama 90 hari. Sisanya langsung tersedia.
  • Pencairan pertama wajib verifikasi identitas dan Security PIN. Datanya NIK atau NPWP, alamat, dan surat pernyataan omzet. Liputin tidak meminta foto KTP.
  • Ganti rekening berarti jeda 24 jam. Setelah rekening pencairan diubah, penarikan ke rekening baru ditahan 24 jam.
  • Artikel dipertahankan selama situs aktif. Artikel yang sudah tayang wajib dipertahankan selama situsmu aktif, dengan link dan label sesuai deklarasi. Link di order yang Selesai dipantau tiap 7 hari selama 90 hari; kalau link hilang, kamu diminta memperbaikinya dalam 7 hari. Mengubah atribut link menjadi sponsored atau nofollow tidak dianggap masalah, karena sesuai kebijakan Google.

Selain potongan, jadwal pencairan, dan minimal tarik, periksa juga tiga hal berikut sebelum mendaftar di marketplace mana pun:

  • Biaya ubah harga. Ada marketplace yang mengenakan biaya saat kamu menyesuaikan tarif, misalnya SeedBacklink Rp20.000 per perubahan harga.
  • Kewajiban setelah tayang. Berapa lama artikel wajib dipertahankan, dan apa akibatnya kalau artikel dihapus atau tautannya berubah.
  • Topik yang ditolak. Marketplace yang serius menulis daftar larangannya secara terbuka, bukan menyerahkannya ke tebakan.

Alur lengkap dari mendaftarkan blog sampai pencairan kami jelaskan di halaman cara kerja.

Jalur Mana yang Cocok untuk Trafik Blogmu

Tidak semua cara monetisasi blog masuk akal di semua tahap. Tabel ini adalah penilaian redaksi berdasarkan syarat dan cara pembayaran tiap jalur yang sudah dibahas di atas, bukan hasil survei.

Jalur Masuk akal dimulai saat Siapa menentukan harga Risiko utama
Iklan display (AdSense) Trafik sudah stabil dan terus naik Lelang pengiklan Klik tidak valid, saldo lama mencapai minimum pembayaran
Afiliasi Ada artikel ulasan atau perbandingan yang dicari orang Pemilik program Konten dianggap afiliasi tipis, komisi berubah sepihak
Artikel bersponsor Domain sendiri, konten rutin, trafik organik terbukti Kamu Link tanpa atribut, topik terlarang
Jasa Sejak awal, blog berfungsi sebagai portofolio Kamu Waktumu habis untuk klien
Produk digital Pembaca menanyakan hal yang sama berulang kali Kamu Butuh waktu produksi di depan
Membership Sudah ada komunitas pembaca loyal Kamu Harus terus mengisi konten eksklusif
Dukungan pembaca Ada pembaca setia yang ingin membantu Pembaca Tidak bisa diprediksi

Banyak panduan cara menghasilkan uang dari blog menaruh AdSense di urutan pertama. Menurut kami, untuk blog kecil urutan itu keliru. Pendapatan iklan display bergantung pada jumlah tayangan, jadi blog dengan pembaca sedikit menghasilkan sedikit. Iklan juga memakan ruang yang bisa dipakai untuk tautan afiliasi atau ajakan memakai jasamu, dan saldonya baru ditransfer setelah mencapai nilai minimum.

Urutan yang kami sarankan:

  1. Blog baru. Fokus ke konten, lalu buka halaman jasa dan sisipkan afiliasi di artikel ulasan yang memang kamu kuasai.
  2. Blog dengan trafik organik stabil dan domain berumur lebih dari 6 bulan. Mulai terima artikel bersponsor, dan pasang AdSense sebagai penghasilan dasar.
  3. Blog dengan komunitas. Tambahkan produk digital atau membership, karena pembaca yang loyal mau membayar untuk hal yang tidak mereka dapat gratis.

Pola ini juga menjawab pertanyaan soal cara mendapatkan uang dari website atau blog yang baru berumur beberapa bulan: jangan menunggu trafik besar untuk mulai, tapi pilih jalur yang tidak bergantung pada jumlah tayangan.

Menghitung Uang yang Benar-Benar Kamu Terima

Angka "potensi penghasilan" yang sering beredar di internet jarang dikurangi potongan dan ambang pembayaran. Padahal dua hal itu yang menentukan kapan uang benar-benar bisa kamu pakai.

AdSense. Dari pendapatan iklan, kamu menerima 80% setelah biaya platform pengiklan. Sebelum iklan tampil, Google mewajibkan verifikasi identitas, dan transfer baru dikirim setelah saldo mencapai Rp1.300.000 (Bantuan Google AdSense). Hitungan ilustrasi: kalau blogmu menghasilkan Rp200.000 per bulan dari iklan, saldo baru melewati Rp1.300.000 di akhir bulan ke-7, dan transfernya dikeluarkan tanggal 21 sampai 26 bulan berikutnya (rentang waktu pembayaran AdSense).

Artikel bersponsor lewat marketplace. Rumusnya harga jual dikali (100% dikurangi potongan). Ilustrasi untuk artikel seharga Rp300.000:

Potongan platform Yang kamu terima per artikel Untuk 20 artikel
15% Rp255.000 Rp5.100.000
20% Rp240.000 Rp4.800.000
25% Rp225.000 Rp4.500.000
30% Rp210.000 Rp4.200.000

Selisih Rp30.000 per artikel terasa kecil, tapi pada 20 artikel selisih antara potongan 20% dan 30% sudah Rp600.000. Karena itu, potongan platform layak dibandingkan sama seriusnya dengan harga yang kamu pasang.

Afiliasi. Komisi mengikuti ketentuan tiap program, termasuk kapan komisi dianggap sah dan kapan bisa dicairkan. Baca syarat programnya sebelum menjanjikan apa pun ke pembaca atau ke dirimu sendiri.

Catatan

Kesalahan yang Membuat Monetisasi Blog Gagal

Trafik bukan satu-satunya penentu. Ada salah langkah yang bisa menghapus penghasilan blog yang trafiknya sudah bagus. Lima yang paling merugikan:

1. Menjual link tanpa atribut sebagai "fitur premium". Menaikkan harga karena link tanpa atribut mungkin menggiurkan, tapi kebijakan spam Google yang dikutip di atas jelas menggolongkan link berbayar untuk memanipulasi peringkat sebagai spam. Kalau blogmu terkena tindakan karena itu, trafik yang menopang jalur penghasilan lain ikut terancam.

2. Menerima order bertopik judi online. Ini bukan sekadar urusan reputasi. Pada Oktober 2021, Bareskrim Polri meringkus 19 orang dalam kasus sindikat akses ilegal dan backlink judi online. Menurut rilis itu, 4 situs kementerian atau lembaga pemerintah dan 490 situs lembaga pendidikan menjadi korban, dan 15 tersangka di Jakarta Barat berperan memesan backlink untuk promosi judi. Tolak order semacam ini, berapa pun tawarannya.

3. Afiliasi hasil salin tempel. Deskripsi produk yang disalin dari toko tidak memberi alasan bagi Google maupun pembaca untuk memilih halamanmu.

4. Membiarkan blog berubah jadi etalase artikel titipan. SeedBacklink menulis bahwa situs yang hanya berisi konten promosi atau placement berpotensi tidak disetujui. Di mata pembeli yang teliti, blog seperti itu juga mulai mirip jaringan situs buatan. Bedanya dijelaskan di artikel PBN adalah.

5. Bergantung pada satu jalur saja. Kebijakan program bisa berubah, komisi afiliasi bisa dipangkas, dan akun iklan bisa dibatasi. Blog yang punya dua atau tiga sumber penghasilan tidak langsung kolaps saat satu sumber berhenti.

Jadi, cara mendapatkan uang dari blog yang paling tahan lama adalah membangun blog yang tetap layak dibaca seandainya semua iklan dan tautan berbayar dicabut. Dari situ, pilih jalur sesuai tahap trafikmu, hitung hasil bersihnya, dan patuhi aturan atribut serta label.

Kalau blogmu sudah memakai domain sendiri, rutin terbit, dan punya trafik organik, kamu bisa mulai jual backlink dan artikel bersponsor lewat Liputin. Harga kamu tentukan sendiri, komisi terlihat di setiap order, dan situs judi, jaringan PBN, serta domain institusi seperti .go.id, .ac.id, dan .sch.id tidak diterima.

Sumber

Pertanyaan yang sering diajukan

Bisa, terutama lewat AdSense. Halaman syarat kelayakan AdSense menyebut pengguna Blogger dapat mendaftar lewat akun AdSense yang dihosting. Untuk jalur artikel bersponsor, sebagian marketplace menolak subdomain gratis. Contohnya SeedBacklink mewajibkan domain utama berbayar seperti .com atau .id, jadi jalur ini biasanya menuntut domain sendiri.

Untuk akun dengan mata uang rupiah, tabel nilai minimum di Bantuan Google AdSense mencantumkan nilai minimum pembayaran Rp1.300.000. Google juga mewajibkan verifikasi identitas sebelum akun bisa mulai menampilkan iklan dan menerima pembayaran.

Kebijakan spam Google menggolongkan jual beli link untuk memanipulasi peringkat sebagai spam link. Di halaman yang sama Google menyatakan link berbayar untuk iklan dan sponsor tidak melanggar kebijakan selama diberi atribut sponsored atau nofollow. Jadi yang menentukan adalah cara link itu ditandai, dan risikonya ada pada pemilik blog.

Tidak ada angka tunggal. Halaman syarat kelayakan AdSense tidak menyebut angka minimal pengunjung. SeedBacklink menulis syarat trafik bulanan minimal ratusan pengunjung, sedangkan Backlink.co.id mencantumkan trafik organik dan usia blog minimal 1 tahun. Jasa dan afiliasi bisa dimulai lebih awal karena yang dibutuhkan pembaca yang tepat, bukan pembaca yang banyak.

Artikel Direktorat Jenderal Pajak tentang pajak pembuat konten menggolongkan pembuat konten sebagai pekerjaan bebas berdasarkan PER-17/PJ/2015, dengan norma penghitungan penghasilan neto 50% bagi yang peredaran brutonya di bawah Rp4,8 miliar setahun dan memilih pencatatan. Artikel itu membahas kreator media sosial, jadi pastikan perlakuan untuk blogmu ke kantor pajak atau konsultan pajak.

Menurut penilaian redaksi, untuk blog kecil artikel bersponsor dan jasa biasanya lebih cepat terasa karena dibayar per artikel atau per proyek. AdSense baru mentransfer setelah saldo mencapai nilai minimum pembayaran, yang untuk akun rupiah Rp1.300.000. Ini pendapat redaksi, bukan hasil survei.

Artikel terkait