Lewati ke konten utama

Media & PR

Digital Marketing UMKM: Strategi, Kanal, dan Rencana 30 Hari

Digital marketing UMKM adalah cara usaha kecil memakai kanal online agar ditemukan, diingat, dan dihubungi pelanggan. Simak kanal, rencana 30 hari, dan kesalahannya.

Tim Redaksi LiputinTerbit 12 menit baca

Ilustrasi garis toko kecil berkanopi, ponsel dengan pin lokasi oranye, gelembung obrolan, dan grafik batang naik

Digital marketing UMKM adalah cara usaha mikro, kecil, dan menengah memakai kanal online supaya calon pelanggan bisa menemukan usahanya, mengingatnya, lalu menghubungi atau membeli. Kanalnya beragam, mulai dari Google Profil Bisnis, marketplace, media sosial, WhatsApp, website, sampai artikel di media dan blog. Yang membedakan usaha yang berhasil bukan banyaknya kanal, melainkan apakah setiap kanal punya tugas yang jelas dan dirawat.

Artikel ini ditulis untuk pemilik usaha kecil yang waktunya terbatas. Isinya: gambaran kondisi UMKM digital di Indonesia, tiga tugas kanal digital, pilihan kanal beserta kelebihannya, rencana 30 hari yang bisa langsung dijalankan, cara mengukur hasil, dan kesalahan yang paling sering membuat uang dan tenaga terbuang.

Kondisi UMKM digital di Indonesia

Jumlah pelaku UMKM di Indonesia sangat besar. Merujuk data Kementerian Koperasi dan UKM yang dikutip Investortrust, jumlahnya sekitar 64,2 juta pelaku. Menurut catatan Kemenkop UKM yang diberitakan ANTARA, sampai Juli 2024 sebanyak 25,5 juta UMKM sudah masuk ke ekosistem digital. Berita yang sama mengutip data bahwa 32 juta merchant terdaftar sebagai pengguna QRIS, dan 95 persen di antaranya pelaku UMKM.

Tiga angka: 64,2 juta pelaku UMKM, 25,5 juta UMKM masuk ekosistem digital per Juli 2024, dan 32 juta merchant QRIS yang 95 persen di antaranya UMKM
Banyak UMKM sudah menyentuh layanan digital, tetapi menerima pembayaran digital belum sama dengan dipasarkan secara digital.

Angka itu menunjukkan dua hal. Pertama, masuk ke ekosistem digital sudah menjadi hal biasa: menerima pembayaran QRIS atau membuka toko di marketplace tidak lagi istimewa. Kedua, karena makin banyak usaha yang online, sekadar hadir tidak lagi cukup untuk dilihat pembeli. Usaha kecil perlu cara yang sengaja supaya muncul saat dicari, terlihat bisa dipercaya, dan mudah dihubungi.

Di sinilah digital marketing berperan. Ia bukan soal ikut tren di setiap aplikasi baru, tetapi soal memilih sedikit kanal yang paling dekat dengan cara pelangganmu mencari, lalu mengelolanya dengan konsisten.

Tiga tugas kanal digital untuk usaha kecil

Cara paling mudah memilih kanal adalah bertanya: kanal ini menjalankan tugas apa? Untuk usaha kecil, hampir semua kegiatan pemasaran digital bisa dikelompokkan ke dalam tiga tugas.

Diagram tiga tugas kanal digital UMKM: ditemukan lewat Google Profil Bisnis dan marketplace, diingat lewat media sosial dan konten, dihubungi lewat WhatsApp dan ulasan
Setiap kanal sebaiknya punya satu tugas yang jelas. Kanal yang tidak menjalankan tugas apa pun bisa ditunda.

Ditemukan. Calon pelanggan yang sedang mencari harus bisa menemukan usahamu. Kanalnya antara lain Google Profil Bisnis, toko di marketplace, website, dan disebut di media atau blog yang dibaca calon pelanggan. Untuk usaha yang melayani wilayah tertentu, bagian ini dibahas lebih dalam di local SEO.

Diingat. Kebanyakan orang tidak membeli pada kali pertama melihat. Media sosial, konten edukasi tentang produk, foto dan video asli, serta kolaborasi dengan kreator membantu usahamu tetap teringat sampai mereka siap membeli. Konsep dasarnya dibahas di brand awareness dan content marketing.

Dihubungi. Ketika calon pembeli sudah tertarik, jalannya harus pendek. Tombol WhatsApp yang dibalas cepat, katalog dengan harga yang jelas, dan ulasan pelanggan yang dibalas dengan sopan menentukan apakah minat berubah menjadi pesanan.

Kalau sebuah kanal tidak menjalankan satu pun dari tiga tugas ini untuk usahamu, kanal itu bisa ditunda. Lebih baik dua kanal yang dirawat rapi daripada enam akun yang terakhir diperbarui berbulan-bulan lalu.

Kanal digital marketing UMKM dan kapan memakainya

Tidak semua kanal cocok untuk semua usaha. Warung makan, jasa servis, toko kerajinan, dan penjual produk digital punya cara pelanggan mencari yang berbeda. Tabel berikut merangkum pilihan yang paling umum.

Kanal Tugas utama Cocok untuk Catatan
Google Profil Bisnis Ditemukan Usaha berlokasi fisik atau melayani wilayah tertentu Tanpa biaya, tampil di Penelusuran dan Maps
Marketplace Ditemukan, dihubungi Produk fisik yang dikirim Aturan dan biaya mengikuti platform
Website Ditemukan Usaha yang ingin halaman sendiri dan katalog lengkap Butuh perawatan, tetapi tidak bergantung pada satu platform
Media sosial Diingat Produk yang menarik secara visual atau butuh penjelasan Konsistensi lebih penting dari jumlah unggahan
WhatsApp Dihubungi Hampir semua usaha kecil Kecepatan membalas menentukan hasil
Media dan blog Ditemukan, diingat Produk yang butuh kepercayaan atau penjelasan panjang Artikel berbayar wajib diberi label sponsor
Iklan berbayar Ditemukan Usaha yang fondasinya sudah rapi Uji kecil dulu, catat hasil per iklan

Google Profil Bisnis layak menjadi langkah pertama bagi usaha yang punya alamat atau melayani wilayah tertentu. Halaman bantuannya menjelaskan bahwa Profil Bisnis memungkinkan kamu mengelola cara bisnis ditampilkan di Maps dan Penelusuran tanpa biaya, termasuk jam buka, situs, nomor telepon, dan lokasi. Profil yang sudah terverifikasi juga membantu pelanggan menemukan dan memercayai usahamu.

Tips

Peran media dan blog untuk UMKM

Kanal yang sering dilupakan usaha kecil adalah media dan blog. Padahal, untuk produk yang butuh penjelasan atau rasa percaya, misalnya jasa renovasi, produk kesehatan, atau kursus, calon pembeli sering mencari ulasan dan artikel sebelum memutuskan.

Ada tiga cara usaha kecil hadir di media dan blog. Pertama, earned media, yaitu diliput atau disebut karena hal yang layak diberitakan, seperti dibahas di earned media. Kedua, siaran pers yang dikirim ke redaksi, yang langkahnya dijelaskan di press release. Ketiga, artikel bersponsor yang dipasang di media atau blog dengan pembaca yang relevan, seperti dijelaskan di advertorial.

Artikel di media dan blog juga sering memuat tautan ke website usaha. Tautan dari situs lain ini disebut backlink, dan merupakan salah satu sinyal yang dipakai mesin pencari, seperti dibahas di backlink adalah. Untuk usaha kecil, nilai utamanya tetap pada pembaca yang mengenal usahamu, bukan pada janji peringkat.

Perhatian

Kalau kamu ingin mencoba jalur ini, pilih situs yang pembacanya cocok dengan pelangganmu. Di Liputin, kamu bisa melihat katalog media dengan data pembaca yang bersumber dan bertanggal, lalu memesan artikel bersponsor per order. Penjelasan alurnya ada di cara kerja.

Rencana 30 hari digital marketing UMKM

Rencana di bawah sengaja dimulai dari hal yang hampir tanpa biaya. Tujuannya membangun fondasi yang membuat setiap rupiah iklan nanti tidak terbuang ke profil kosong atau chat yang tidak dibalas.

Diagram rencana 30 hari digital marketing UMKM: minggu fondasi, minggu konten, minggu mengajak pelanggan, dan minggu mengukur lalu mengulang
Empat minggu pertama fokus pada hal gratis yang membuat iklan berbayar kelak tidak terbuang.
  1. Minggu 1, fondasi. Buat atau rapikan Google Profil Bisnis sampai terverifikasi. Siapkan nomor WhatsApp khusus usaha, pasang pesan sambutan, dan buat katalog berisi nama produk, harga, dan foto asli. Pastikan nama usaha, alamat, dan nomor telepon sama di semua kanal.
  2. Minggu 2, konten. Tulis sepuluh pertanyaan yang paling sering diajukan pelanggan. Jadikan setiap pertanyaan satu unggahan media sosial, satu jawaban siap tempel di WhatsApp, dan, bila punya website, satu bagian FAQ. Konten yang menjawab pertanyaan nyata lebih berguna daripada konten yang sekadar ramai.
  3. Minggu 3, ajak pelanggan. Hubungi pelanggan lama yang puas dan minta ulasan di Profil Bisnis atau marketplace. Balas semua ulasan, termasuk yang negatif, dengan sopan. Tawarkan cara memesan ulang yang mudah.
  4. Minggu 4, ukur dan ulangi. Lihat dari mana pembeli bulan ini datang. Hentikan kegiatan yang tidak menghasilkan chat atau pesanan, lalu tambah porsi untuk yang menghasilkan.

Setelah empat minggu ini, kamu punya bahan untuk menilai apakah iklan berbayar, konten yang lebih rutin, atau artikel di media layak dicoba. Keputusannya diambil dari data usahamu sendiri, bukan dari tren.

Cara mengukur hasil tanpa alat rumit

Banyak usaha kecil berhenti di tengah jalan karena merasa tidak tahu apakah pemasarannya bekerja. Masalahnya sering bukan kurang alat, tetapi tidak ada catatan sederhana.

Daftar empat angka mingguan untuk UMKM: dari mana pelanggan tahu, jumlah chat masuk, chat yang menjadi pesanan, dan pelanggan yang membeli lagi
Empat angka sederhana ini cukup untuk memutuskan kanal mana yang dipertahankan.

Cukup catat empat angka setiap minggu di buku atau spreadsheet:

  1. Dari mana pelanggan tahu usahamu. Tanyakan dengan ramah saat chat pertama masuk, misalnya "Kakak tahu kami dari mana?".
  2. Jumlah chat atau telepon masuk per kanal. Pisahkan yang datang dari Profil Bisnis, marketplace, media sosial, dan sumber lain.
  3. Chat yang menjadi pesanan. Kalau chat banyak tetapi pesanan sedikit, masalahnya mungkin pada harga, kecepatan balasan, atau kejelasan informasi.
  4. Pelanggan yang membeli lagi. Angka ini menunjukkan apakah produk dan layananmu memuaskan, dan pelanggan yang kembali biasanya paling murah didapat.

Jumlah like dan pengikut boleh dilihat sebagai tanda konten disukai, tetapi keputusan anggaran sebaiknya diambil dari empat angka di atas. Kalau kamu punya website, data kunjungan dan pencarian di Google Search Console bisa melengkapi catatan ini.

Gejala dari catatan Kemungkinan penyebab Yang bisa dicoba
Chat sedikit dari semua kanal Usaha belum mudah ditemukan Lengkapi Profil Bisnis, minta ulasan, perbaiki kata di nama produk
Chat banyak, pesanan sedikit Balasan lambat atau informasi kurang jelas Siapkan jawaban cepat, tampilkan harga dan cara pesan
Pesanan ada, pembeli jarang kembali Pengalaman setelah membeli kurang baik Tanyakan masukan, perbaiki pengemasan dan layanan
Satu kanal jauh lebih produktif Pelangganmu memang berkumpul di sana Tambah waktu dan anggaran di kanal itu

Kesalahan digital marketing yang sering dilakukan UMKM

Kesalahan berikut tidak memerlukan biaya untuk diperbaiki, tetapi sering menjadi pembeda antara usaha yang tumbuh dan yang jalan di tempat.

  • Membuka terlalu banyak akun sekaligus. Semangat di awal membuat semua platform dibuka, lalu sebagian besar terbengkalai. Calon pembeli yang menemukan akun mati bisa mengira usahanya sudah tutup.
  • Memasang iklan sebelum fondasi siap. Iklan mengantar orang ke profil tanpa harga, katalog kosong, atau nomor yang tidak dibalas. Uangnya habis, pesanannya tidak datang.
  • Foto yang tidak sesuai produk asli. Memakai foto pinjaman atau yang terlalu disunting menimbulkan kekecewaan dan ulasan buruk. Foto asli dengan cahaya yang baik sudah cukup.
  • Lambat membalas. Calon pembeli biasanya bertanya ke beberapa penjual sekaligus. Yang membalas lebih dulu dengan jawaban jelas punya peluang lebih besar.
  • Tidak mencatat sumber pembeli. Tanpa catatan, keputusan diambil berdasarkan perasaan, dan kanal yang sebenarnya paling produktif bisa ikut dipotong.
  • Tergiur jalan pintas. Membeli pengikut, ulasan palsu, atau backlink murah dari jaringan blog abal-abal bisa merusak kepercayaan. Ciri situs semacam itu dibahas di PBN adalah dan black hat SEO.

Catatan

Langkah berikutnya

Mulailah dari yang paling dekat dengan pembeli: Profil Bisnis yang lengkap, WhatsApp yang dibalas cepat, dan katalog yang jujur. Setelah itu tambahkan konten yang menjawab pertanyaan pelanggan, minta ulasan, dan catat empat angka setiap minggu. Saat fondasi itu sudah berjalan, barulah pertimbangkan iklan berbayar atau artikel di media dan blog.

Kalau kamu memutuskan menambah kehadiran di media dan blog, mulai dari satu atau dua situs yang pembacanya benar-benar cocok dengan pelangganmu, lalu nilai hasilnya dari catatan mingguanmu. Daftar situs ada di halaman beli backlink, dan biaya per order bisa dilihat di harga. Pertanyaan lain dijawab di FAQ.

Pertanyaan yang sering diajukan

Digital marketing UMKM adalah pemasaran usaha mikro, kecil, dan menengah lewat kanal online seperti Google Profil Bisnis, marketplace, media sosial, WhatsApp, website, serta media dan blog. Tujuannya supaya calon pelanggan bisa menemukan usaha, mengingatnya, lalu menghubungi atau membeli.

Untuk usaha yang punya lokasi atau melayani wilayah tertentu, mulai dari Google Profil Bisnis karena tanpa biaya dan muncul di Google Penelusuran serta Maps. Lalu siapkan nomor WhatsApp yang aktif dibalas dan katalog yang jelas. Media sosial dan iklan berbayar menyusul sesudah dua hal itu rapi.

Tidak wajib di awal. Banyak usaha kecil bisa mulai dari Profil Bisnis, toko marketplace, dan media sosial. Website menjadi berguna ketika kamu ingin punya halaman sendiri yang tidak bergantung pada aturan platform, menampilkan katalog lengkap, atau menulis artikel yang bisa ditemukan lewat Google.

Sebagian besar fondasinya bisa dimulai tanpa biaya, seperti Google Profil Bisnis, akun media sosial, dan WhatsApp Business. Biaya muncul ketika memakai iklan berbayar, jasa foto atau desain, website berbayar, atau artikel bersponsor. Tentukan anggaran dari margin produk dan uji dalam jumlah kecil dulu.

Catat empat angka setiap minggu: dari mana pelanggan tahu usahamu, jumlah chat atau telepon masuk per kanal, berapa yang menjadi pesanan, dan berapa pelanggan yang membeli lagi. Angka ini lebih berguna untuk keputusan daripada jumlah like atau pengikut.

Yang sering terjadi adalah membuka terlalu banyak akun sekaligus lalu tidak terurus, memasang iklan sebelum profil dan katalog siap, lambat membalas chat, memakai foto yang tidak sesuai produk asli, dan tidak mencatat dari mana pembeli datang.

Bisa, terutama untuk produk yang butuh penjelasan atau kepercayaan. Ulasan dan artikel di media atau blog yang pembacanya relevan membantu calon pelanggan mengenal usahamu dan bisa memberi tautan ke website. Artikel berbayar wajib diberi label sponsor, dan tidak ada pihak yang bisa menjamin peringkat Google dari satu artikel.

Tidak ada patokan yang berlaku untuk semua usaha. Profil Bisnis yang lengkap dan balasan chat yang cepat bisa langsung memperbaiki pengalaman calon pembeli, sedangkan konten dan pencarian organik biasanya butuh waktu lebih lama. Karena itu, catat angkanya tiap minggu dan nilai setelah beberapa bulan, bukan beberapa hari.

Artikel terkait